RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengapresiasi kemampuan anak-anak berkebutuhan khusus yang tampil dalam drama musikal bertajuk "Aku Hanya Kupu-Kupu Kecil" di Teater Besar, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Fajar menegaskan, anak-anak berkebutuhan khusus memiliki harapan dan kesempatan yang sama untuk tumbuh, berkembang, serta meraih masa depan.
"Anak-anak kita punya harapan, punya masa depan. Seperti kupu-kupu, mereka menjalani proses untuk tumbuh dan berkembang, hingga suatu hari bisa terbang tinggi," ujar Fajar.
Pertunjukan yang digelar Komunitas Aku Menari dalam rangka menyambut Hari Disabilitas Internasional itu berlangsung meriah dan penuh haru. Anak-anak berkebutuhan khusus menunjukkan bakat dan kemampuan mereka melalui seni peran dan tari.
Fajar yang menyaksikan pertunjukan hingga selesai menilai kegiatan tersebut menjadi wadah penting untuk membangun kepercayaan diri anak-anak berkebutuhan khusus.
Baca juga : Wamen Fajar: Jalan Tengah Muhammadiyah Perkuat Persatuan Nasional
Menurutnya, setiap anak membutuhkan pendampingan, kesempatan, dan kepercayaan dari lingkungan sekitar agar dapat mengembangkan potensi yang dimiliki.
"Gerak adalah simbol kemajuan dan kehidupan. Kami mengapresiasi komunitas yang memberi ruang kepada anak-anak kita agar mereka berkembang dengan baik dan semakin percaya diri," katanya.
Dalam kesempatan itu, Fajar hadir mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti. Ia menyampaikan dukungan pemerintah terhadap pengembangan potensi anak-anak berkebutuhan khusus.
"Saya hadir ke sini diutus Pak Menteri Abdul Mu'ti. Beliau menitipkan salam. Ini bentuk dukungan kami dari Kemendikdasmen kepada anak-anak berkebutuhan khusus, sejalan dengan mandat Bapak Presiden Prabowo untuk mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua," tuturnya.
Fajar menjelaskan, pemerintah terus memperkuat layanan pendidikan inklusif, salah satunya melalui peningkatan kompetensi tenaga pendidik.
Baca juga : Mendikdasmen: Sekolah Harus Menjadi Ruang Aman untuk Murid Tumbuh dan Belajar
Pada 2026, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menargetkan 1.500 guru mengikuti Pelatihan Pendidikan Inklusif tingkat mahir.
Pelatihan tersebut ditujukan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan Guru Pendidikan Khusus (GPK). Program ini dilaksanakan secara berjenjang, mulai dari tingkat dasar, lanjut, hingga mahir.
Fajar menegaskan, seluruh sekolah harus memberikan kesempatan belajar kepada setiap anak tanpa diskriminasi, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus.
"Sekolah tidak boleh menolak siapa pun, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus. Kita ingin mereka tumbuh dan berkembang dengan kepercayaan diri yang semakin besar," tegasnya.
Sementara, Ketua Pelaksana kegiatan, Hanung Sukendro, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Fajar yang mengikuti seluruh rangkaian pertunjukan.
Baca juga : Pantau TKA di Bogor, Wamen Fajar Pastikan Siswa PKL Tetap Terlayani
Menurut Hanung, perhatian pemerintah menjadi penyemangat bagi anak-anak, keluarga, serta komunitas yang selama ini mendampingi mereka dalam mengembangkan bakat dan kemampuan.
Dalam acara tersebut, Fajar didampingi Direktur Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus, Saryadi, serta sejumlah tamu undangan.
Fajar berharap semakin banyak ruang kreativitas yang tersedia bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Dukungan keluarga, sekolah, dan masyarakat dinilai penting agar mereka semakin berani menunjukkan kemampuan.
"Semoga kegiatan ini semakin memotivasi anak-anak kita untuk tumbuh dan berkembang. Mereka istimewa, dan kita perlu memastikan mereka mendapat kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.