Dark/Light Mode

Jelang 2 Tahun Prabowo-Gibran, Wamen Fajar Cek Pembangunan SMAN 1 Berbah Sleman

Jumat, 16 Oktober 2026 16:01 WIB
Jelang 2 Tahun Prabowo-Gibran, Wamen Fajar Cek Pembangunan SMAN 1 Berbah Sleman

RM.id  Rakyat Merdeka - Harapan masyarakat Berbah, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk memiliki sekolah menengah atas negeri semakin dekat terwujud. Pemerintah tengah membangun Unit Sekolah Baru (USB) SMAN 1 Berbah yang ditargetkan mulai menerima siswa pada tahun ajaran 2027/2028.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq meninjau langsung pembangunan sekolah tersebut, Kamis (15/10/2026). Kunjungan ini dilakukan menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming, sekaligus memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana.

“Ini adalah salah satu program prioritas Bapak Presiden Prabowo. Menjelang dua tahun pemerintahan beliau, di bawah kepemimpinan Pak Menteri Abdul Mu’ti kami di Kemendikdasmen turun langsung ke lapangan untuk memastikan program PHTC Presiden berjalan dengan optimal dan dirasakan oleh masyarakat,” ujar Fajar.

Ia menegaskan, pembangunan sekolah baru dan revitalisasi satuan pendidikan sebagai bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden harus diikuti dengan peningkatan mutu pendidikan. Ketersediaan fasilitas yang memadai perlu didukung kesiapan guru dan pembelajaran berkualitas agar perluasan akses pendidikan memberikan manfaat nyata bagi anak-anak.

“Saya percaya Yogyakarta memiliki banyak sumber daya yang unggul sehingga mutu pembelajaran tetap terjaga dengan baik,” ungkapnya.

Pembangunan USB SMAN 1 Berbah memperoleh bantuan pemerintah sebesar Rp8.512.106.000. Tahap pertama pembangunan berlangsung pada Juni hingga Desember 2026. Sekolah ini dirancang menampung sekitar 324 siswa dan ditargetkan mulai menerima peserta didik pada tahun ajaran 2027/2028.

Baca juga : KSP Kawal Percepatan Pembangunan RSUD Kelas C, Target Rampung 77 Hari

Saat meninjau lokasi, Fajar didampingi para kepala unit pelaksana teknis (UPT) Kemendikdasmen di DIY. Ia melihat langsung proses pengerjaan konstruksi serta rancangan bangunan melalui visualisasi tiga dimensi.

Fasilitas sekolah juga dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan siswa penyandang disabilitas, termasuk penyediaan akses dan toilet khusus. Hal ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan lingkungan belajar yang dapat diakses oleh seluruh siswa.

Bagi masyarakat setempat, pembangunan sekolah negeri tersebut menjawab kebutuhan yang telah lama diperjuangkan. Selama ini, anak-anak di Berbah harus bersekolah ke kecamatan lain untuk melanjutkan pendidikan di SMA negeri.

Juwono, warga Tanjungtirto, Berbah, menyambut antusias pembangunan sekolah tersebut. Ia berharap kehadiran SMAN 1 Berbah memudahkan anak-anak di wilayahnya memperoleh akses pendidikan menengah.

“Sebagai warga di sini, kami sangat antusias ada SMA negeri baru dibangun tahun ini. Anak-anak kami biasanya untuk SMA sekolah ke kecamatan lain. Terima kasih Pak Presiden Prabowo, anak kami saat ini bisa sekolah dekat rumah,” ungkapnya.

Ketua Panitia Pembangunan Unit Sekolah Baru (PPUSB) SMAN 1 Berbah, Yunan Helmi, juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas pembangunan sekolah tersebut.

Baca juga : ‘Rangkulisme’ Prabowo Efektif Jaga Tensi Politik

“Kami menghaturkan terima kasih kepada pemerintah, terutama Kemendikdasmen. Kehadiran sekolah ini merupakan keinginan masyarakat yang sudah sangat lama,” ujarnya.

Pembangunan SMAN 1 Berbah turut melibatkan sekitar 70 pekerja lokal. Keterlibatan tersebut diharapkan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar selama proses konstruksi berlangsung.

Sementara itu, Dinas Pendidikan setempat berkomitmen menyiapkan sumber daya manusia serta dukungan operasional melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Dukungan tersebut mencakup kebutuhan listrik dan perlengkapan sekolah agar kegiatan belajar mengajar dapat berjalan ketika sekolah mulai beroperasi.

Fajar menilai kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menghadirkan pendidikan bermutu untuk semua. Ia berharap pembangunan berjalan lancar dan dapat diselesaikan sesuai target.

Dalam rangkaian kunjungan di Sleman, Fajar juga memantau pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID) di TK IT Mekar Insani. Di sekolah tersebut, ia berinteraksi dengan para siswa melalui kegiatan bermain angklung, berbincang mengenai permainan lego dan cita-cita, serta membagikan tas dan alat tulis.

Fajar turut berdialog dengan para guru untuk mengetahui pemanfaatan perangkat digital dan kendala yang dihadapi dalam pembelajaran.

Baca juga : Wantimpres Tetapkan 3 Bidang Strategis, Perkuat Pertimbangan ke Presiden Prabowo

Kepala TK IT Mekar Insani, Maya, mengatakan bantuan PID membuat anak-anak semakin antusias mengikuti kegiatan belajar.

“Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo atas bantuan PID. Anak-anak jadi senang belajar karena melihat konten-konten pembelajaran digital,” tuturnya.

Dalam kunjungan itu, Fajar juga mengapresiasi kegiatan bersama yang melibatkan anak berkebutuhan khusus untuk menumbuhkan sikap saling menerima dan menghormati. Ia mengingatkan bahwa pemanfaatan teknologi digital harus tetap diimbangi aktivitas bermain dan interaksi langsung.

“Saya cek PID dan anak-anak belajar dengan gembira. Namun, saya berpesan agar pemanfaatan teknologi digital tetap seimbang dengan aktivitas bermain dan interaksi langsung,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.