BREAKING NEWS
 

Kemenimipas Salurkan Bantuan bagi Masyarakat Terdampak Karhutla dan Kekeringan

Reporter & Editor :
ANGGOWO ADI SEPTANINGRAT
Kamis, 29 Oktober 2026 22:36 WIB
Menteri Imipas Agus Andrianto berdialog virtual dengan jajaran daerah untuk memastikan bantuan bagi warga terdampak karhutla dan kekeringan, Rabu (28/10/2026). Dok. Imipas

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) menyalurkan bantuan bagi masyarakat dan keluarga pegawai yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan di sejumlah wilayah Indonesia. Bantuan melalui program Imipas Peduli mencakup masker, obat-obatan, santunan, air bersih, paket sembako, hingga pembangunan sumur bor.

Penyaluran bantuan tersebut disampaikan dalam kegiatan Kick Off Peringatan Hari Bakti ke-2 Tahun 2026 di Auditorium Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan (Poltekimipas), Tangerang, Rabu (28/10/2026).

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto turut berdialog secara virtual dengan jajaran kantor wilayah dan perwakilan penerima bantuan di daerah terdampak. Melalui dialog tersebut, Agus mendengarkan kondisi masyarakat sekaligus memastikan bantuan yang disalurkan sesuai kebutuhan di lapangan.

Di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur, Kemenimipas menyalurkan masker, obat-obatan, dan santunan bagi pegawai beserta keluarga yang terdampak kabut asap akibat karhutla.

Sementara itu, untuk membantu masyarakat menghadapi kekeringan, Kemenimipas mendistribusikan 150 tangki air bersih ke Daerah Istimewa Yogyakarta dan 200 tangki ke Jawa Tengah. Bantuan di Jawa Tengah juga meliputi 200 paket sembako, masing-masing 100 paket untuk masyarakat Cilacap dan Blora, serta pembangunan sumur bor di Blora.

Baca juga : Perkuat Tata Kelola Organisasi, Kemenimipas Lakukan Penyegaran Manajemen

Selain bantuan tersebut, pegawai Kemenimipas menghimpun donasi sebesar Rp300 juta untuk mendukung kegiatan sosial dan kemanusiaan.

Perwakilan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kalimantan Tengah, Budiman Hadiwasito, melaporkan bahwa kabut asap telah berlangsung sekitar tiga bulan dan berdampak terhadap kesehatan pegawai beserta keluarganya.

Ia menyebutkan, dua anak dari keluarga pegawai mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Keduanya berusia dua dan delapan tahun dan masih menjalani pemantauan kesehatan.

Adsense

“Di Kalimantan Tengah ini sudah tiga bulan kami mengalami musibah kabut asap, Bapak. Jadi terdampak, sudah dua orang yang terdampak. Yang pertama adalah keluarga dari Bapak Edi Rangga, di mana kedua anaknya yang berumur dua dan delapan tahun mengalami ISPA,” ujar Budiman.

Menanggapi laporan tersebut, Agus menyampaikan keprihatinan atas dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat, terutama anak-anak. Ia memastikan perhatian terhadap kebutuhan penanganan medis dan menawarkan koordinasi dengan Rumah Sakit Bhayangkara jika diperlukan perawatan lebih lanjut.

Baca juga : Viral Flyer Konferensi Pers Pemberhentian Wapres, Yusril: Itu Hoax

Agus juga meminta jajaran terkait mendata kembali kebutuhan masker di wilayah terdampak. Pendataan tersebut diperlukan agar bantuan tambahan dapat diupayakan sesuai kondisi di lapangan.

Di Jawa Tengah, kekeringan juga menyulitkan masyarakat memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Tengah, Haryono, menyebut Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, sebagai salah satu wilayah yang terdampak cukup parah.

“Kecamatan Jati merupakan salah satu kecamatan yang paling terdampak kekeringan. Kami menyalurkan 100 tangki air bersih dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter karena memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” kata Haryono.

Menurut Haryono, distribusi air bersih telah dilakukan secara bertahap ke sejumlah desa terdampak. Bantuan tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dasar warga selama kekeringan berlangsung.

Agus kemudian menanyakan kecukupan pasokan air bersih dan membuka kemungkinan penambahan bantuan. Ia juga meminta jajarannya menghitung kebutuhan pipa untuk mengalirkan air ke wilayah yang masih mengalami kekeringan.

Baca juga : Kemenimipas Sosialisasikan STAR ASET BMN untuk Perkuat Tata Kelola Aset Negara

Langkah tersebut diarahkan untuk memperluas akses air bersih secara berkelanjutan. Dengan demikian, penanganan tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan mendesak, tetapi juga pada ketersediaan air dalam jangka panjang.

Melalui program Imipas Peduli, Kemenimipas menegaskan komitmen untuk hadir membantu masyarakat yang menghadapi bencana dan kesulitan memenuhi kebutuhan dasar. Pengabdian kementerian, menurut pesan program tersebut, tidak hanya berkaitan dengan tugas keimigrasian dan pemasyarakatan, tetapi juga kepedulian sosial.

Sejalan dengan tema Peringatan Hari Bakti ke-2, “Imipas Melayani, Tegas Menjaga, Tulus Membina”, semangat solidaritas diharapkan terus menjadi bagian dari budaya pengabdian jajaran Kemenimipas agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense