BREAKING NEWS
 

Presiden Tunjuk Letjen TNI Ariyo Windutomo Sebagai KSP, Gantikan Listyo Sigit

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : FIRSTY HESTYARINI
Rabu, 4 November 2026 12:36 WIB
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (4/11/2026). (Foto: Khoirul Umam/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi mengumumkan, Presiden Prabowo Subianto telah menunjuk Letjen TNI Ariyo Windutomo  sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Staf Kepresidenan, menggantikan Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.

Listyo yang juga mantan Kapolri, saat ini telah diberhentikan, menyusul keterlibatannya dalam kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo dan sejumlah tokoh penting lainnya, bersama dua Perwira Tinggi (Pati) Polri berinisial ASN dan EHS.

Baca juga : Peneliti Spektrum Demokrasi: Bongkar Tuntas Kasus Dugaan Penyadapan Presiden

Selain itu, masih ada satu orang lainnya yang berstatus saksi. 

Adsense

"Pagi hari ini tadi, Bapak Presiden telah mengambil keputusan dan telah menandatangani keputusan Presiden, berkenaan dengan pemberhentian Saudara Listyo Sigit Prabowo dalam kapasitas beliau sebagai Kepala Staf Kepresidenan," kata Pras dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (4/11/2026).

Baca juga : Penyadapan Presiden: Jangan Berhenti pada Pelaku, Bongkar dan Benahi Sistem Pengawasan

"Untuk sementara, Bapak Presiden menunjuk Letnan Jenderal TNI Ariyo Windutomo untuk menjalankan tugas sebagai Kepala Staf Kepresidenan," imbuhnya.

Melalui koordinasi dengan Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto, Pras memastikan pelayanan Kepolisian terhadap masyarakat tidak berkurang sama sekali.

Baca juga : Bamsoet: Dugaan Penyadapan Presiden Persoalan Sangat Serius, Harus Ditangani Cepat

"Proses-proses penyahdapan sesungguhnya telah diatur di dalam peraturan-peraturan perundangan yang kita miliki, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir. Ini dilakukan tentunya oleh beberapa oknum-oknum tertentu," tutur Pras.

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense