BREAKING NEWS
 

30 Pembatik Lasem Ikuti Sertifikasi, Perkuat Daya Saing di Era Digital

Reporter & Editor :
OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Rabu, 4 November 2026 17:26 WIB
Foto: Kementerian Ekonomi Kreatif.

RM.id  Rakyat Merdeka - Sebanyak 30 pembatik di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, mengikuti pelatihan dan sertifikasi kompetensi untuk meningkatkan kualitas Batik Lasem sekaligus memperkuat daya saing perajin lokal.

Program yang berlangsung pada 3-5 November 2026 ini membekali peserta dengan keterampilan membatik tulis sesuai standar profesi agar mampu menghadapi perkembangan industri kreatif di era digital.

Kegiatan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) dan Sertifikasi Kompetensi Skema Pembatik Tulis tersebut diselenggarakan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif melalui Pusat Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif. Pelatihan berlangsung di ruang kreatif Kompleks Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Rembang.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari Program Aktivasi Creative Hub yang mendorong pemanfaatan ruang kreatif sebagai pusat pembelajaran, pengembangan keterampilan, dan kolaborasi pelaku ekonomi kreatif daerah.

Bagi masyarakat Rembang, khususnya perajin Batik Lasem, program ini menjadi kesempatan untuk mempertahankan warisan budaya sekaligus meningkatkan kemampuan menghadapi perkembangan industri kreatif.

Batik Lasem dikenal memiliki karakteristik khas melalui perpaduan unsur budaya Jawa dan Tionghoa yang tercermin dalam corak serta warna kainnya.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan teori dan praktik teknik membatik tulis yang mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

Baca juga : Pernah Buka Konser Padi Reborn, Benny Yogi Purba Bidik Panggung Nasional

Materi yang diberikan meliputi pemeriksaan kain, pembuatan pola, penerapan malam menggunakan canting, hingga pemeriksaan kualitas hasil pembatikan.

Melalui pembelajaran tersebut, peserta diharapkan mampu meningkatkan ketelitian, konsistensi, serta kualitas pengerjaan batik sesuai standar kompetensi profesi.

Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta dijadwalkan mengikuti uji sertifikasi kompetensi yang diselenggarakan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Batik Indonesia berlisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Asesmen tersebut bertujuan mengukur kemampuan peserta berdasarkan standar kompetensi yang berlaku.

Peserta yang dinyatakan kompeten akan memperoleh sertifikat sebagai pengakuan formal atas keterampilan profesional mereka.

Sertifikasi ini juga diharapkan menjadi nilai tambah bagi pembatik dalam memperluas peluang usaha, meningkatkan kepercayaan pasar, serta memperkuat daya saing produk Batik Lasem.

Adsense

Kepala Pusat Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif, R. Adi Mukhtar Rivai, menilai perkembangan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), dapat membuka peluang baru bagi industri batik, terutama dalam pengembangan desain dan motif.

Baca juga : Amien Suyitono Dorong Sertifikasi 300 Ribu Guru Madrasah

Meski demikian, menurutnya, kemajuan teknologi tidak boleh menghilangkan nilai keterampilan manusia yang menjadi bagian penting dalam proses pembuatan batik tulis.

“Di era digital, AI mungkin sudah mampu membantu menciptakan berbagai motif batik. Namun, ada nilai yang tidak dapat digantikan oleh teknologi, yaitu sentuhan manusia, ketelitian, dan kreativitas yang dituangkan dalam setiap goresan canting. Karena itu, peningkatan kompetensi menjadi penting agar para pembatik tidak hanya mampu menjaga warisan budaya, tetapi juga terus berinovasi dan menghasilkan karya yang memiliki nilai tambah,” ujar Adi.

Menurutnya, penguasaan keterampilan membatik yang dipadukan dengan kemampuan berinovasi menjadi modal penting bagi perajin untuk menghadapi perubahan kebutuhan pasar.

Dengan begitu, tradisi membatik tidak hanya dipertahankan sebagai warisan budaya, tetapi juga dapat terus berkembang sebagai bagian dari industri ekonomi kreatif yang memiliki nilai ekonomi.

Senada dengan Adi, Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Rembang, Isti Chomawati, M.Pd., menekankan pentingnya kesiapan perajin dalam menghadapi transformasi digital.

Menurut Isti, para pembatik perlu terus memperbarui pengetahuan dan meningkatkan kemampuan agar tidak tertinggal oleh perkembangan industri kreatif.

“Perajin batik perlu terus mengikuti perkembangan zaman, termasuk kemajuan teknologi digital yang membuka peluang baru dalam berkarya dan memasarkan produk. Untuk itu, kemampuan yang dimiliki tidak boleh berhenti pada keterampilan yang sudah dikuasai. Para perajin harus terus memperkaya pengetahuan dan meningkatkan kompetensi melalui berbagai pelatihan, sehingga batik dapat terus berkembang dan memiliki daya saing yang lebih luas,” ungkap Isti.

Baca juga : Musisi Lokal Simalungun Ikuti Sertifikasi Kompetensi Menuju Industri Profesional

Ia berharap, pelatihan dan sertifikasi kompetensi tersebut dapat mendorong para perajin menghasilkan produk batik yang semakin berkualitas sekaligus membuka kesempatan pemasaran ke pasar yang lebih luas.

Melalui Program Aktivasi Creative Hub, pemerintah berupaya menjadikan ruang kreatif di daerah tidak sekadar sebagai tempat berkumpul komunitas, tetapi juga sebagai pusat peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Penguatan kompetensi pembatik di Rembang menjadi salah satu langkah untuk menjaga keberlanjutan Batik Lasem di tengah perubahan zaman.

Perpaduan keterampilan tradisional, kreativitas, dan pemanfaatan teknologi diharapkan mampu menghasilkan produk kriya bernilai tambah dengan daya saing lebih tinggi.

Dengan adanya pelatihan dan sertifikasi ini, 30 pembatik Rembang diharapkan dapat berkembang menjadi tenaga profesional yang tidak hanya menjaga identitas budaya daerah, tetapi juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif nasional.

Masa depan Batik Lasem tidak hanya bergantung pada kemampuan mempertahankan tradisi, tetapi juga kesiapan para perajinnya untuk terus belajar, berinovasi, dan mengikuti perkembangan industri.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense