BREAKING NEWS
 

Prabowo Komit Benahi Pendidikan, Wamen Atip: Ratusan Ribu Kelas Rusak Jadi Prioritas

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Minggu, 8 November 2026 08:59 WIB
Wamendikdasmen Prof. Atip Latipulhayat (Foto: Dok. Kemendikdasmen)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Prof. Atip Latipulhayat, menegaskan komitmen kuat Presiden Prabowo Subianto dalam membenahi dan meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Atip saat membuka gelaran Ciputri Expo di Kompleks Pesantren Persis 50 Ciputri, Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Dalam pidato resminya, Prof. Atip menyampaikan bahwa Presiden Prabowo menaruh perhatian yang sangat tinggi agar seluruh anak bangsa mendapatkan akses pendidikan yang layak.

"Pendidikan adalah hak asasi dalam kehidupan bernegara dan dijamin oleh konstitusi, sekaligus merupakan amanah dalam ajaran agama," ujarnya, dalam keterangan yang diterima redaksi, Minggu (8/11/2026).

Prof. Atip mengutip Al-Qur'an Surat An-Nisa ayat 9 yang mengingatkan kewajiban bersama untuk tidak meninggalkan generasi yang lemah (dzurriyyatan dhi'afan). Menurutnya, ayat tersebut tidak boleh berhenti sebagai peringatan semata.

Baca juga : Cepat Tuntaskan Kasus Penyadapan Presiden!

"Surat An-Nisa ayat 9 bukan hanya mengingatkan kita, tetapi memberikan pedoman aksi yang nyata bagi pemerintah untuk menghadirkan pendidikan berkualitas demi melahirkan generasi yang unggul dan tangguh," tegasnya.

Lebih lanjut, Wamendikdasmen menuturkan bahwa komitmen Presiden Prabowo dibuktikan lewat keberanian pemerintah menyelesaikan masalah krusial di lapangan, terutama kerusakan infrastruktur sekolah yang telah berlangsung lama. Berdasarkan data nasional, terdapat lebih dari 400 ribu ruang kelas—atau sekitar 50 persen—yang mengalami rusak sedang hingga berat selama lebih dari empat dekade.

"Presiden Prabowo tidak ingin fasilitas pendidikan kita tidak memadai. Karena itu, penataan fisik dan sarana prasarana sekolah secara masif menjadi prioritas utama pemerintah saat ini," tuturnya.

Adsense

Selain pembenahan fisik, Prof. Atip menyebutkan bahwa pemerintah tengah mendorong transformasi kurikulum agar lebih adaptif terhadap perkembangan era digital. Di bawah arahan Presiden, pembelajaran Coding dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mulai diterapkan sejak jenjang sekolah dasar.

Baca juga : Stimulus Nataru Dan Investasi Jadi Andalan

Namun, ia memberi catatan khusus terkait pemanfaatan teknologi modern tersebut di lingkungan sekolah.

"Bagaimanapun, secanggih apa pun AI, ia tetap membutuhkan penilaian dan kontrol nalar manusia. Jika manusia tidak mengetahui dan tidak memiliki daya kritis, maka mereka hanya akan mengamini saja apa pun hasil dari AI tersebut," jelas Prof. Atip.

Ia menambahkan, Pemerintah kini memperkuat pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) di sekolah-sekolah, merujuk pada porsi penguatan STEM di negara-negara maju seperti Rusia.

"Matematika, misalnya, bukan sekadar alat untuk berhitung, melainkan sarana utama untuk menguji dan melatih pola pikir logis anak-anak kita," tambahnya.

Baca juga : Aulia Arief Ajak Sapma Berkontribusi Bantu Pemerintahan Prabowo

Guna membuka ruang-ruang ilmu serta meningkatkan daya saing di tingkat global, Prof. Atip mengumumkan langkah strategis pemerintah untuk pembelajaran bahasa asing.

"Mulai tahun depan, Bahasa Inggris akan dijadikan mata pelajaran wajib mulai kelas 3 SD, dan pengenalan bahasa asing pilihan juga akan diperkenalkan. Sebagai wujud nyata dari visi besar ini, Presiden Prabowo saat ini telah mulai mengembangkan Sekolah Nasional Terintegrasi," ungkapnya.

Menutup keterangannya, Wamendikdasmen menegaskan pentingnya menjaga orientasi pada mutu pendidikan secara menyeluruh dalam setiap lembaga pendidikan.

"Harapannya, pendidikan nasional dan khususnya Persis sebagai bagian tak terpisahkan dari sistem pendidikan nasional, terus mengutamakan orientasi pada kualitas pendidikan yang bermutu. Untuk mendukung itu, pemerintah berkomitmen meningkatkan mutu tenaga pendidik melalui program beasiswa bagi guru yang belum memiliki ijazah D4 atau S1," pungkas Prof. Atip, seraya berpesan agar keluarga besar Persis senantiasa menghadirkan dakwah uswah hasanah (teladan yang baik) di setiap lini kehidupan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense