Dark/Light Mode

Aulia Arief Ajak Sapma Berkontribusi Bantu Pemerintahan Prabowo

Sabtu, 7 November 2026 20:18 WIB
Ketua Umum Satuan Siswa, Pelajar dan Mahasiswa (SAPMA) Pemuda Pancasila, Aulia Arief menekankan pentingnya penguatan konsolidasi organisasi melalui empat agenda utama, ideologis, struktural, strategis, dan kebangsaan. Foto: Dok SAPMA
Ketua Umum Satuan Siswa, Pelajar dan Mahasiswa (SAPMA) Pemuda Pancasila, Aulia Arief menekankan pentingnya penguatan konsolidasi organisasi melalui empat agenda utama, ideologis, struktural, strategis, dan kebangsaan. Foto: Dok SAPMA

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Umum Satuan Siswa, Pelajar dan Mahasiswa (SAPMA) Pemuda Pancasila, Aulia Arief menekankan pentingnya penguatan konsolidasi organisasi melalui empat agenda utama; ideologis, struktural, strategis, dan kebangsaan.

Keempat agenda tersebut menjadi fokus dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2026 sekaligus peringatan HUT ke-38 SAPMA Pemuda Pancasila yang berlangsung pada 6-8 November 2026 di Tavia Heritage Hotel, Jakarta.

Mengusung tema Mengakar pada Persatuan dan Karakter, Rakernas ini menjadi momentum evaluasi organisasi sekaligus merumuskan arah kebijakan dan program kerja untuk memperkuat kaderisasi serta kontribusi SAPMA kepada masyarakat.

Aulia mengatakan, konsolidasi organisasi tidak cukup hanya dengan memperkuat struktur kepengurusan. Lebih dari itu, diperlukan kesamaan ideologi, program strategis yang berdampak, serta komitmen kader dalam menjaga persatuan bangsa.

"Organisasi yang kuat harus dibangun dari fondasi yang kuat pula. Ada empat hal yang harus kita konsolidasikan, yaitu ideologis, struktural, strategis, dan kebangsaan. Setiap kader harus memahami mengapa dirinya berada di SAPMA, memahami Pancasila dan wawasan kebangsaan, serta menjadikan pendidikan dan diklat kaderisasi sebagai inti organisasi, bukan sekadar kegiatan seremonial," kata Aulia, dalam keterangannya, Sabtu (7/11/2026).

Baca juga : Istana Waspada Dan Bersih-bersih

Dalam konsolidasi struktural, Aulia meminta seluruh pengurus wilayah mengevaluasi dan membenahi internal organisasi. Di antaranya memastikan masa berlaku surat keputusan (SK) kepengurusan serta menyelesaikan musyawarah wilayah yang masih tertunda.

Pembenahan tersebut sekaligus menjadi persiapan menuju Musyawarah Nasional (Munas) IV SAPMA Pemuda Pancasila yang ditargetkan berlangsung pada 2027.

Sementara itu, konsolidasi strategis diarahkan pada penguatan program yang memberikan dampak nyata bagi organisasi dan masyarakat. Aulia secara khusus mendorong perluasan program SAPMA Mengajar dan SAPMA Mengabdi sebagai wadah kader untuk berbagi pengetahuan dan meningkatkan kepedulian sosial.

"Kita tidak ingin organisasi hanya berkembang secara administratif, tetapi juga harus memiliki dampak yang dapat dirasakan masyarakat. Program seperti SAPMA Mengajar dan SAPMA Mengabdi harus terus kita hidupkan dan perluas," ujar Aulia.

Menurut Aulia, pendidikan merupakan fondasi kemajuan bangsa. Karena itu, kader SAPMA yang memiliki akses terhadap pendidikan dan pengetahuan diharapkan dapat membagikan ilmunya serta berkontribusi langsung dalam membantu masyarakat.

Baca juga : Tersangka Penyadapan Kooperatif, Terbuka

Dia juga mengingatkan pentingnya melanjutkan komitmen organisasi dalam pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba. Aulia menyinggung kerja sama dan komitmen yang sebelumnya dibangun bersama Suyudi Ario Seto yang kini menjabat sebagai Kapolri, sebagai bagian dari upaya melindungi generasi muda dari ancaman narkoba.

Selain itu, Aulia menilai konsolidasi kebangsaan menjadi agenda penting di tengah dinamika politik, sosial, dan ekonomi nasional. Kader SAPMA di seluruh Indonesia diharapkan menjadi perekat persatuan, tidak mudah terprovokasi, serta berperan aktif mendukung program pemerintah yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.

"Dalam situasi bangsa seperti sekarang, saya berharap seluruh kader SAPMA di Indonesia dapat menjadi konsolidator persatuan. Jangan mudah terprovokasi dan jangan mudah dipecah belah. Kita harus mampu bersikap kritis terhadap hal-hal yang salah dan tidak benar, tetapi pada saat yang sama juga harus menjadi bagian dari kekuatan yang memperkuat persatuan dan membantu pemerintahan Presiden Prabowo menjalankan program-programnya untuk kepentingan masyarakat," tegasnya.

Aulia mengingatkan keberhasilan organisasi tidak semata-mata diukur dari besarnya nama, atribut, maupun jumlah anggota. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia dan kontribusi nyata kepada masyarakat harus menjadi tolok ukur utama.

"Jangan sampai SAPMA hanya dikenal karena nama besarnya. Buatlah SAPMA dikenal karena karya nyatanya. Jangan hanya kader kita dikenal karena atribut yang digunakannya, tetapi buatlah mereka dikenal karena kecerdasannya, kejujurannya, keberaniannya membela kebenaran, serta kesetiannya membantu masyarakat," pesannya.

Baca juga : Putu Rudana Dukung Presiden Prabowo Bangun Grand National Museum di Monas

Dia juga mengutip pesan Ketua Umum Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Pemuda Pancasila, Japto Soerjosoemarno, tentang pentingnya keberanian menyampaikan kebenaran dan menjaga loyalitas dalam organisasi.

Melalui Rakernas dan peringatan HUT ke-38 ini, Aulia berharap empat agenda konsolidasi tersebut dapat diterjemahkan menjadi kebijakan dan program kerja yang terukur.

Dengan demikian, SAPMA Pemuda Pancasila semakin kuat dalam kaderisasi, menjaga persatuan, dan menghadirkan pengabdian nyata bagi Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.