BREAKING NEWS
 

Esensi Maulid Nabi Muhammad: Teladan dalam Keberagaman

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Rabu, 18 September 2024 23:27 WIB
Sekjen PB DDI Muh Suaib Tahir (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ajaran dan teladan Nabi Muhammad SAW tetap relevan dan krusial dalam membangun persatuan di tengah keberagaman Indonesia. Perayaan Maulid Nabi yang dilakukan di banyak daerah bukanlah sekadar hal rutin, namun sebagai wujud kecintaan umat Islam dalam mengingat sosok Nabi Muhammad SAW.

Sekjen Pengurus Besar Darud Dakwah wal Irsyad (PB DDI) Prof (HC) Muh Suaib Tahir mengatakan, perayaan Maulid Nabi di Indonesia memiliki potensi besar untuk memperkuat kohesi sosial.

"Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW ini adalah suatu tradisi yang ada di Indonesia, yang dilakukan sejak dulu oleh nenek-nenek moyang kita,” ujar Suaib, di Jakarta, Rabu (18/7/2024).

Untuk kontens saat ini, dia mengingatkan agar perayaan Maulid Nabi tidak dimanfaatkan untuk hal-hal yang tidak sesuai dengan tujuan awalnya, bahkan untuk agenda politis.

Baca juga : Maulid Nabi, Menag Ajak Umat Jaga Persatuan & Kesatuan di Tengah Keberagaman

"Jangan sampai ada yang memanfaatkan perayaan Maulid Nabi sebagai ajang untuk kampanye atau sebagai ajang untuk mempromosikan agenda-agenda terselubung di antara mereka," imbau Suaib.

Dalam konteks masyarakat Indonesia yang beragam, Suaib menekankan pentingnya menerapkan ajaran Nabi. Salah satunya, memelihara keberagaman.

Adsense

Dia menceritakan, ketika Rasulullah hijrah ke Madinah, masyarakat di sana itu tidak tunggal. “Ada yang Nasrani, ada Yahudi, ada Muslim, dan ada juga yang tidak punya agama," terangnya.

Rasulullah lalu mengajarkan tentang keadilan, bagaimana supaya mereka bisa hidup berhukum, dan bagaimana supaya mereka bisa menyatu di dalam membangun Madinah.

Baca juga : Jamsostek Mobile Berikan Kemudahan Dalam Satu Genggaman

Suaib lalu menekankan pentingnya dialog dan dakwah yang baik. Dengan mengedepankan dialog dan berdakwah dengan baik, orang lain akan mengerti. “Orang lain akan memahami agama kita. Kita tidak harus mengatakan bahwa kamu harus begini, kamu harus begini, ini salah, ini salah dan lain-lain sebagainya," jelasnya.

Dalam konteks Nusantara, Suaib melihat banyak kesamaan antara masyarakat Madinah pada zaman Nabi dengan masyarakat Indonesia saat ini. "Saya pikir masyarakat Madani atau masyarakat Madinah, kurang lebih dengan masyarakat Indonesia, dalam artian bahwa masyarakat Madinah ketika Rasulullah SAW hijrah ke sana itu banyak komunitas. Di Indonesia juga banyak komunitas," ujarnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, pola hidup yang dijalankan Rasulullah SAW di dalam membina masyarakat di Madinah harus menjadi contoh bagi Indonesia supaya tidak terjadi benturan-benturan antara satu dengan yang lain.

Suaib menekankan pentingnya mengedepankan kerukunan sosial dan saling pengertian antarkomunitas. "Kita harus mengedepankan kerukunan sosial, kita harus mengedepankan kerukunan masyarakat. Kita harus mengedepankan antara satu dengan yang lain saling mengerti," tegasnya.

Baca juga : Momen Paus Sapa Wartawan Dalam Penerbangan Apostolik ITA Airways

Ia juga menyoroti peran penting para pemuka agama dalam mempromosikan nilai-nilai ini. Kata dia, para pendakwah, para dai, para ulama harus mengedepankan nilai-nilai seperti itu, bahwa ada kepentingan bersama di Indonesia. “Kita sama-sama warga negara Indonesia memiliki hak yang sama, kita punya tujuan yang sama, kita punya cita-cita yang sama," ujarnya.

Dengan menerapkan prinsip-prinsip yang diajarkan Nabi Muhammad, Suaib yakin bahwa masyarakat Indonesia dapat hidup berdampingan dengan damai dan sejahtera. "Dengan prinsip al-qawasim al-musytarak atau common sense, kita bisa menjalankan nilai-nilai agama kita, juga menjalankan nilai-nilai Pancasila," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense