BREAKING NEWS
 

Ketum PPTI: Deteksi Dini Dan Edukasi Kunci Pemberantasan TBC

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Kamis, 24 Oktober 2024 18:01 WIB
Kongres Luar Biasa Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menjelang akhir tahun 2024, tuberkulosis (TBC) tetap menjadi salah satu masalah kesehatan terbesar di Indonesia.

Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, yang telah menjadikan penurunan kasus TBC sebagai prioritas kesehatan nasional.

Berdasarkan data dari Global TB Report 2023, Indonesia menempati posisi kedua dengan jumlah kasus TBC terbanyak di dunia, setelah India. Setiap tahunnya, Indonesia mencatat sekitar 1.060.000 kasus TBC dan 134.000 kematian akibat penyakit tersebut.

Baca juga : Xi Jinping Dan Putin Pamer Kemesraan

Ketua Umum terpilih PPTI, Yani Panigoro mengatakan, sinergi antara berbagai pihak sangat diperlukan untuk menangani masalah ini. “Penanggulangan TBC tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Ini adalah masalah yang membutuhkan sinergi, kerja sama, koordinasi, dan kolaborasi yang kuat serta berkesinambungan di semua tingkatan,” ujar Yani dalam Kongres Luar Biasa PPTI di Griya Arifin Panigoro, Jakarta Selatan, pada Rabu (23/10/2024).

Ia menambahkan, edukasi dan deteksi dini sangat penting untuk mempercepat penemuan kasus TBC di masyarakat. PPTI sangat berkomitmen untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang TBC. 

Adsense

“Edukasi menjadi langkah awal yang sangat penting, karena masyarakat harus paham betul gejala-gejala TBC dan risiko penularannya. Deteksi dini adalah kunci, dan kami terus mendorong skrining lebih luas untuk menemukan lebih banyak kasus,” jelas Yani.

Baca juga : Korps Pemberantasan Korupsi Dipimpin Jenderal Bintang Dua

PPTI, lanjut Yani, juga siap memanfaatkan perkembangan teknologi dan inovasi baru di bidang kesehatan untuk meningkatkan efektivitas penanganan TBC. Pihaknya melihat teknologi sebagai peluang besar dalam memerangi TBC. 

Inovasi di bidang kesehatan, seperti pengembangan alat deteksi yang lebih cepat dan efektif, harus bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya. “PPTI siap bekerja sama dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan hal ini berjalan dengan baik,” tambahnya.

Dalam kepemimpinannya sebagai Ketua Umum, Yani berkomitmen untuk memperkuat program-program PPTI yang telah berjalan selama ini. Dirinya akan terus memperluas jaringan kader kami di berbagai wilayah untuk menemukan pasien lebih dini, memberikan pengobatan yang tepat, serta mendampingi pasien hingga sembuh. 

Baca juga : Eksaminasi PK Mardani Maming Dinilai Tak Mendukung Pemberantasan Korupsi

“Selain itu, advokasi terhadap kebijakan kesehatan juga menjadi fokus kami untuk mendorong regulasi yang mendukung penanganan TBC yang lebih baik di Indonesia,” tutur Yani.

Kongres Luar Biasa PPTI tersebut juga menetapkan Prof. dr. Sudijanto Kamso sebagai Ketua Badan Pengawas PPTI periode 2024–2029, yang akan bekerja bersama tim untuk memastikan pelaksanaan program penanggulangan TBC berjalan dengan baik dan sesuai target.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense