Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Ketemu Di KTT BRICS
Xi Jinping Dan Putin Pamer Kemesraan
Kamis, 24 Oktober 2024 06:20 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping menunjukkan sikap bahwa hubungan kedua negara semakin mesra di dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-16 BRICS Plus 2024.
BRICS adalah organisasi antar-pemerintah yang awalnya terdiri dari Brazil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan. Kini, kelompok ini memiliki anggota baru yaitu Iran, Mesir, Ethiopia, dan Uni Emirat Arab (UEA). Arab Saudi belum secara resmi meresmikan keanggotaannya.
Acara yang berlangsung pada 22-24 Oktober 2024 di Kota Kazan, Rusia, menjadi momen bagi dua petinggi Rusia dan China bertemu. Xi Jinping menjadi salah satu tamu dalam pertemuan itu.
Baca juga : Harvey Moeis Berdalih Untuk Covid, Jaksa Tidak Percaya
Dilansir Reuters, Xi memberi tahu Putin bahwa situasi internasional dilanda kekacauan. Namun ia menegaskan, persahabatan Beijing dan Moskow akan tetap bertahan.
“Saat ini, dunia sedang mengalami perubahan yang tak terlihat dalam seratus tahun, situasi internasional terjalin dengan kekacauan. Tetapi saya sangat yakin bahwa persahabatan antara China dan Rusia akan terus berlanjut selama beberapa generasi, dan tanggung jawab negara-negara besar terhadap rakyatnya tidak akan berubah,” kata Xi kepada Putin pada pembukaan KTT BRICS.
Menurut Xi, kemitraan strategis kedua negara merupakan kekuatan yang menjadi stabilitas global. Xi juga bilang, kerja sama dalam kelompok BRICS merupakan platform terpenting bagi solidaritas.
Baca juga : Paula Verhoeven, Tak Saling Sapa Dengan Baim Wong
Sebab, menurut Xi, BRICS juga bekerja sama dengan emerging market country dan dengan negara-negara berkembang di dunia saat ini. Hal itu, merupakan kekuatan utama dalam mendorong terwujudnya multipolaritas global yang setara dan teratur. Serta, globalisasi ekonomi yang inklusif dan toleran.
Sedangkan Putin menyebut Xi sebagai sahabat karib. Kedua negara berkomitmen meningkatkan koordinasi di semua level multilateral. Hal tersebut dilakukan guna memastikan keamanan global dan tatanan dunia yang adil.
“Kerja sama Rusia-China merupakan salah satu faktor stabilisasi utama di panggung dunia,” imbuh Putin.
Baca juga : Jokowi Makan Tongseng Kambing, Ditemani Bu Iriana
Negara-negara BRICS mencakup 45 persen dari populasi global. Jika di total, ekonomi negara-negara anggota bernilai lebih dari 28,5 triliun dolar AS (Rp 427 kuadriliun). Itu sekitar 28 persen dari ekonomi global.
Rusia mengindikasikan akan ada 30 negara yang berpartisipasi pada pertemuan ini. Putin yakin, BRICS akan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi global dalam beberapa tahun ke depan.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya