Dark/Light Mode

Ketemu Di KTT BRICS

Xi Jinping Dan Putin Pamer Kemesraan

Kamis, 24 Oktober 2024 06:20 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) dan Presiden China Xi Jinping bertemu di sela-sela KTT BRICS di Kazan, Rusia, Selasa (22/10/2024). Foto: CNA
Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) dan Presiden China Xi Jinping bertemu di sela-sela KTT BRICS di Kazan, Rusia, Selasa (22/10/2024). Foto: CNA

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping menunjukkan sikap bahwa hubungan kedua negara semakin mesra di dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-16 BRICS Plus 2024.

BRICS adalah organisasi antar-pemerintah yang awalnya terdiri dari Brazil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan. Kini, ke­lompok ini memiliki anggota baru yaitu Iran, Mesir, Ethiopia, dan Uni Emirat Arab (UEA). Arab Saudi belum secara resmi meresmikan keanggotaannya.

Acara yang berlangsung pada 22-24 Oktober 2024 di Kota Ka­zan, Rusia, menjadi momen bagi dua petinggi Rusia dan China bertemu. Xi Jinping menjadi salah satu tamu dalam perte­muan itu.

Baca juga : Harvey Moeis Berdalih Untuk Covid, Jaksa Tidak Percaya

Dilansir Reuters, Xi memberi tahu Putin bahwa situasi inter­nasional dilanda kekacauan. Namun ia menegaskan, persaha­batan Beijing dan Moskow akan tetap bertahan.

“Saat ini, dunia sedang mengalami perubahan yang tak terli­hat dalam seratus tahun, situasi internasional terjalin dengan kekacauan. Tetapi saya sangat yakin bahwa persahabatan antara China dan Rusia akan terus berlanjut selama beberapa generasi, dan tanggung jawab negara-negara besar terhadap rakyatnya tidak akan berubah,” kata Xi kepada Putin pada pem­bukaan KTT BRICS.

Menurut Xi, kemitraan strategis kedua negara merupakan kekuatan yang menjadi stabilitas global. Xi juga bilang, kerja sama dalam kelompok BRICS meru­pakan platform terpenting bagi solidaritas.

Baca juga : Paula Verhoeven, Tak Saling Sapa Dengan Baim Wong

Sebab, menurut Xi, BRICS juga bekerja sama dengan emerging market country dan dengan negara-negara berkembang di dunia saat ini. Hal itu, merupakan kekuatan utama dalam mendorong terwujudnya multipolaritas global yang setara dan teratur. Serta, globalisasi ekonomi yang inklusif dan toleran.

Sedangkan Putin menyebut Xi sebagai sahabat karib. Kedua negara berkomitmen meningkatkan koordinasi di semua level multilateral. Hal tersebut dilaku­kan guna memastikan keamanan global dan tatanan dunia yang adil.

“Kerja sama Rusia-China merupakan salah satu faktor stabilisasi utama di panggung dunia,” imbuh Putin.

Baca juga : Jokowi Makan Tongseng Kambing, Ditemani Bu Iriana

Negara-negara BRICS men­cakup 45 persen dari populasi global. Jika di total, ekonomi negara-negara anggota bernilai lebih dari 28,5 triliun dolar AS (Rp 427 kuadriliun). Itu sekitar 28 persen dari ekonomi global.

Rusia mengindikasikan akan ada 30 negara yang berpartisipasi pada pertemuan ini. Putin yakin, BRICS akan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi global dalam beberapa tahun ke depan.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.