BREAKING NEWS
 

Dibuka Menteri Ara, Ginting Institute Gelar Pameran Seni Hari Pahlawan

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Selasa, 12 November 2024 14:00 WIB
Menteri Perumahan dan Permukiman, Maruarar Sirait membuka pameran seni “Indonesia Tanah Airku, Tanah Tumpah Darahku”. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional, Ginting Institute bekerja sama dengan Galeri Zen 1 Jakarta menggelar pameran seni.

Pameran yang bertajuk “Indonesia Tanah Airku, Tanah Tumpah Darahku” dibuka pada Minggu, 10 November 2024, oleh Menteri Perumahan dan Permukiman, Maruarar Sirait.

Judul pameran ini diambil dari sketsa karya maestro seni Indonesia, S. Sudjojono, yang dibuat pada 1964. Sketsa tersebut disebut-sebut menjadi inspirasi bagi lukisan monumental berjudul “Mengatur Siasat” yang juga diciptakan oleh Sudjojono pada tahun yang sama dan kini menjadi salah satu aset seni bangsa yang disimpan di Istana Kepresidenan di Bogor. Sketsa “Indonesia Tanah Airku, Tanah Tumpah Darahku” ini kini merupakan bagian dari koleksi pribadi Daniel Ginting.

Di bawah kurasi Rizki Zaelani, pameran ini menghadirkan karya-karya dari sejumlah seniman ternama seperti Andang Iskandar, Arafura, Chusin Setiadikara, Ida Bagus Purwa, Nuraeni Hendra Gunawan, Oco Santoso, Ronald Apriyan, S. Dwi Stya Acong, Teja Astawa, Toni Antonius, dan Ugo Untoro.

Baca juga : wondr by BNI Meriahkan Reformasi Run Di Hari Pahlawan

Para seniman ini diminta oleh Rizki untuk menafsirkan dan merespons sketsa Sudjojono dalam konteks masa kini, menggali makna pahlawan dan nilai tanah air dengan pendekatan personal mereka masing-masing.

Pameran ini juga memperlihatkan berbagai perspektif seni yang mencerminkan beragam gaya dan teknik. Hal ini menjadi salah satu aspek menarik dalam pameran, di mana para seniman memberikan interpretasi yang unik atas sketsa Sudjojono.

Adsense

Selain itu, pameran ini juga menampilkan karya instalasi video interaktif oleh Arafura Media Design, yang membuat 45 interpretasi gambar digital dari sketsa tersebut. Pita Tjokronegoro, salah satu desainer dari Arafura, menjelaskan bahwa karya tersebut dirancang agar pengunjung dapat mengalaminya secara langsung.

“Kami ingin mengajak pengunjung pameran untuk memahami dan mengalami perspektif kami dalam menginterpretasi sketsa Pak Djon yang kuat sekali goresannya. Maka, kami mencoba menghadirkan serangkaian gambar yang akan selalu berbeda seturut posisi para pengunjung memindainya,” ungkap Pita.

Baca juga : Hari Ini Di Kalibata, Gibran Pimpin Hari Pahlawan

Dalam sambutannya, Maruarar Sirait memberikan, apresiasi terhadap gagasan penyelenggaraan pameran ini. Menurutnya, pameran seperti ini sangat penting, tidak hanya sebagai ruang bagi seniman untuk berbagi pemikiran dan karya mereka dengan publik, tetapi juga sebagai sarana untuk meningkatkan apresiasi dan nilai ekonomi karya seni. 

“Pameran ini adalah tahapan penting, tidak hanya untuk memberi ruang bagi para seniman, tetapi juga untuk meningkatkan apresiasi publik dan nilai ekonomi sebuah karya yang diciptakan oleh seniman,” kata pria yang akrab disapa Ara.

Sebagai seorang pengusaha, Maruarar sangat meyakini ekosistem dan pasar seni yang sehat akan membawa dampak positif bagi perkembangan seni rupa di Indonesia. Ia juga menyoroti bahwa seniman sering kali berfokus pada pengembangan ide dan teknik artistik, tapi sering kali mengabaikan aspek nilai ekonomi dari karya mereka.

Maruarar mengingatkan, pentingnya dukungan dari keluarga atau galeri sebagai support system bagi seniman, sehingga mereka bisa terus berkarya tanpa harus khawatir mengenai nilai ekonomis dari karya mereka. Seusai acara peresmian, Maruarar bahkan terlihat membeli beberapa karya yang dipamerkan sebagai bentuk dukungannya.

Baca juga : Menkop Budi Arie Dukung Inkud Aktif Kolaborasi Dengan Berbagai Negara

Selain pameran seni, acara ini juga sekaligus meresmikan Yayasan Nuraeni Hendra Gunawan. Yayasan ini didirikan oleh Daniel Ginting sebagai bentuk penghargaan terhadap seniman Hendra Gunawan yang karyanya banyak dikoleksi oleh Ginting.

Daniel menjelaskan, yayasan ini bertujuan untuk membangun ekosistem yang dapat mendukung perkembangan seni di Indonesia, serta menjadi mitra bagi seniman dalam hal pengembangan karya dan pengetahuan keuangan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense