RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Agama (Kemenag) terus mendorong optimalisasi wakaf uang sebagai instrumen utama dalam penguatan ekonomi umat. Dalam rapat koordinasi virtual, Selasa (18/2/2025), Sekretaris Jenderal Kemenag, Kamaruddin Amin, menegaskan pentingnya sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam mengelola wakaf uang agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas.
“Kita ingin mengkapitalisasi potensi wakaf uang di Indonesia dan memastikan pengelolaannya berjalan dengan baik. Salah satu target kami dalam lima tahun ke depan adalah menghimpun dana wakaf sebagai bentuk legasi Kementerian Agama,” ujar Kamaruddin, seperti keterangan yang diterima redaksi, Kamis (20/2/2025).
Rapat dihadiri Kepala Kantor Wilayah (KaKanwil) Kemenag se-Indonesia, Kepala Subdit Bina Kelembagaan dan Kerja Sama Zakat dan Wakaf Kemenag, serta Badan Wakaf Indonesia (BWI) se-Indonesia. Kamaruddin menekankan, wakaf uang merupakan instrumen yang sangat kuat dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan umat.
Optimalisasi Pengelolaan
Baca juga : Perlu, Penataan Stasiun Karet untuk Keselamatan dan Kenyamanan
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag, Waryono Abdul Ghafur, menambahkan bahwa gerakan zakat dan wakaf harus dikelola secara sistematis dan berkelanjutan agar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
“Gerakan zakat dan wakaf harus kita orkestrasi agar semakin besar dampaknya. Kami mendorong agar ASN turut serta menggelorakan wakaf uang. Kolaborasi dengan Badan Wakaf Indonesia (BWI) dan para nazhir harus berjalan optimal dalam pengelolaannya,” kata Waryono.
Dia menyoroti pentingnya integrasi antara gerakan wakaf uang dengan berbagai program strategis lainnya. Termasuk kerja sama dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dalam mengembangkan inisiatif wakaf yang lebih luas.
Platform Satu Wakaf
Baca juga : BPJS Ketenagakerjaan dan IPSI Sinergi Optimalisasi Perlindungan Atlet Pencak Silat
Sebagai bagian dari langkah konkret dalam gerakan ini, BWI telah mengembangkan sistem digitalisasi wakaf melalui platform Satu Wakaf. Sistem ini memungkinkan transaksi wakaf uang dilakukan secara lebih transparan dan akuntabel melalui QRIS yang disesuaikan dengan masing-masing Kantor Wilayah Kemenag.
Saat ini, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tercatat sebagai daerah dengan jumlah wakif terbanyak, mencapai 103 orang dengan total dana terkumpul sebesar Rp 14.410.796.
“Kami berharap setelah ini ada gerakan masif yang dilakukan di seluruh Indonesia. Dengan pengelolaan yang baik, wakaf uang dapat menjadi kekuatan besar dalam membangun kesejahteraan umat,” pungkas Waryono.
Baca juga : Bamsoet Dorong Komunitas Otomotif Perbanyak Kegiatan Sosial Saat Ramadan
Kemenag berkomitmen untuk terus memantau perkembangan program ini secara berkala dan memastikan bahwa setiap kebijakan yang diterapkan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Rapat koordinasi akan terus dilakukan secara rutin guna memastikan keberhasilan gerakan wakaf uang sebagai salah satu pilar utama dalam pemberdayaan ekonomi umat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.