Dark/Light Mode

Pertamina NRE Dorong Sosialisasi Perdagangan Karbon untuk Dukung Target NZE 2060

Senin, 17 Februari 2025 18:29 WIB
Corporate Secretary Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) Dicky Septriadi (kanan) dalam Bisnis Indonesia Forum bertajuk Exploring Carbon Trading’s Future in Indonesia, Rabu (12/2).
Corporate Secretary Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) Dicky Septriadi (kanan) dalam Bisnis Indonesia Forum bertajuk Exploring Carbon Trading’s Future in Indonesia, Rabu (12/2).

RM.id  Rakyat Merdeka - Perdagangan karbon tidak hanya mendukung pencapaian net zero emission (NZE) 2060, tetapi juga memberikan manfaat bagi industri. Oleh karena itu, edukasi dan sosialisasi mengenai perdagangan karbon perlu diperluas kepada industri dan masyarakat.

Hal ini disampaikan oleh Corporate Secretary Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) Dicky Septriadi dalam Bisnis Indonesia Forum bertajuk Exploring Carbon Trading’s Future in Indonesia pada Rabu (12/2).

Dicky menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, industri, dan masyarakat dalam membangun ekosistem perdagangan karbon.

Baca juga : Peringati Bulan K3, BGR Logistik Maksimalkan Perlindungan Karyawan

"Saya percaya bahwa apabila ekosistem perdagangan karbon sudah terbentuk, ini akan berkontribusi signifikan dalam menurunkan emisi karbon di Indonesia," ujar Dicky dalam keterangannya, Senin (17/2).

Indonesia sendiri telah menetapkan target pengurangan emisi sebesar 31,89 persen dengan usaha sendiri atau 43,2 persen dengan dukungan internasional pada 2030, melalui Enhanced Nationally Determined Contribution (ENDC).

Namun, beberapa sektor sulit untuk melakukan dekarbonisasi, sehingga diperlukan pendekatan lain, salah satunya melalui perdagangan karbon.

Baca juga : KPK Dorong Penerapan PANCEK untuk Swasta

Dalam sistem perdagangan karbon, perusahaan atau individu dapat mengimbangi emisi karbonnya dengan membeli kredit karbon dari perusahaan yang menghasilkan kredit tersebut melalui proyek hijau yang telah terverifikasi.

Sejak bursa karbon diresmikan pada September 2023, Pertamina NRE telah menjual sebanyak 864.000 ton setara CO₂, yang setara dengan penanaman 34,5 juta batang pohon.

Kredit karbon ini dihasilkan dari PLTP Lahendong Unit 5 dan 6, yang dikelola oleh PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), anak usaha Pertamina NRE.

Baca juga : Pertamina Bersama Pers Dukung Kemandirian Bangsa

Dicky menambahkan, Pertamina NRE terus mengembangkan portofolio bisnis hijau dan aktif mengedukasi masyarakat melalui berbagai inisiatif, termasuk penyelenggaraan Carbon Neutral Event sebagai bentuk kampanye kesadaran lingkungan.

Melalui langkah ini, Pertamina NRE berharap dapat berkontribusi dalam mewujudkan udara yang lebih bersih dan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan bagi masyarakat Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.