Pameran Jembatan Pesaudaraan Indoneisia-Arab Saudi digelar di lantai dua masjid Istiqlal, Jakarta. Pameran berlangsung mulai 24 Mei 2025 hingga 3 Mei 2025. Sebagaimana dikatakan oleh Imam Besar Masjid Istiqlal sekaligus Menteri Agama Prof. Dr. K.H. Nazaruddin Umar bahwa Pameran Jembatan Pesaudaraan Indonesia-Arab Saudi (Jusur) ini "seperti memindahkan Arab Saudi" ke Indonesia. "Kita seperti berada di Makkah dan Madinah dan pertama kali dalam sejarah Indonesia," ucapnya, Kamis 24 April 2025.
Pameran yang berlangsung sepuluh hari ini dipadati oleh pengunjung yang tidak hanya datang dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi, (Jabodetabek), namun juga dikunjungi oleh umat Islam dari berbagai daerah Indonesia. Saking banyaknya pengunjung yang ingin menyaksikan pameran atau diperkirakan lebih dari sepuluh ribu pengunjung per harinya, ada yang rela antre berjam-jam lamanya baru bisa masuk ke ruang pameran. Namun ada juga di antara pengunjung yang merasa kecewa karena lebih lama waktu yang mereka gunakan untuk mengantre masuk ke ruang pameran ketimbang berada di dalam ruang pameran.
Karena sedikitnya waktu yang disediakan oleh panitia pameran untuk pengunjung menyaksikan barang-barang yang dipamerkan, banyak pengunjung yang tidak bisa menyaksikan semua barang-barang yang dipamerkan. Ini akibat pengunjung pameran cukup banyak dan ruang pameran tidak terlalu besar untuk menampung pengunjung yang jumlahnya banyak, sehingga membuat para pengunjung pameran harus bergantian menyaksikan pameran. Untuk membuat pengunjung lebih lama di ruang pameran, bisa saja waktu pameran diperpanjang dari sepuluh hari menjadi lima belas hari atau bisa saja waktu buka pameran diperpanjang sampai pukul dua puluh satu malam.
Pameran yang digelar di Masjid Istiqlal ini terbuka untuk umum, tidak dipungut bayaran (gratis), dan setiap pengunjung pameran diberi souvenir berupa Al-Qur'an. Barang-barang yang dipamerkan berupa replika Masjidil Haram, Masjid Nabawi, kiswah Ka'bah, dan banyak lagi lainnya. Pengunjung yang datang ke pameran ini tidak hanya dapat melihat pameran tentang Saudi Arabia, namun juga dapat belajar tentang Kaligrafi Arab yang dipandu oleh ahlinya, menyetorkan bacaan ayat-ayat sucu Al-Qur'an dan juga menggunakan teknologi Virtual Reality (VR) atau dalam bahasa Indonesia juga dikenal dengan Realitas Maya.
Dengan meminjam pendapat Rita Puspita Sari dalam Cloud Computing Indonesia, VR merupakan sebuah teknologi komputer yang memungkinkan penggunan (user) untuk dapat berinteraksi dengan lingkungan yang ada dalam dunia maya yang disimulasikan oleh komputer, sehingga pengguna merasa berada di dalam lingkungan tersebut (21 Februari 2024). Dengan menggunakan teknologi VR dalam pameran tersebut, membuat pengunjung pameran yang menggunakan VR itu terasa berada dan jalan-jalan di Masjdil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah.
Dengan mengunjungi Pameran Jembatan Persaudaraan Indonesia-Arab Saudi ini, paling tidak pengnjung memperoleh berbagai keuntungan:
Pertama, pengunjung dapat bersilahturrahmi dengan berbagai sukubangsa dan sesama Muslim yang datang tidak saja dari Jakarta dan sekitarnya, tapi dapat juga dari berbagai daerah di luar Jakarta.
Kedua, di samping mengunjungi pameran, pengunjung juga dapat sekaligus mengunjungi Masjid Istiqlal yang mungkin ada di antara mereka yang selama hidupnya belum pernah mengunjungi Masjid Istiqlal.
Ketiga, walaupun Terowongan Silahturrahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral belum dibuka untuk umum, paling tidak dengan mengunjungi pameran dan Majid Istiqlal, mereka dapat juga menyaksikan bagian depan Terowongan Silahturrahmi yang sampai sekarang belum dibuka untuk umum.
Keempat, bagi para pengunjung yang belum melaksanakan ibadah umrah dan haji, dengan mengunjungi pameran ini mereka dapat melihat replika Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, sehingga dapat meningkatkan semangat mereka untuk mengunjungi Tanah Suci Makkah.
Kelima, bagi mereka yang sudah melaksanakan ibadah umrah dan haji, paling tidak dengan mengunjungi pamerah ini, memulihkan ingatan kembali tentang Masjidil Haram dan Masjid Nabawi yang pernah mereka kunjungi sebelumnya.
Keenam, menyaksikan, bertemu dan berinteraksi dengan orang-orang Arab yang mengenakan pakaian Arab. Mungkin selama ini ada di antara mereka yang belum pernah melihat orang Arab secara langsung, dan hanya melihat orang Arab di layar media-media cetak dan elektronik.
Baca juga : Hari Ini Jemaah Haji Kloter 1 Tiba di Madinah, Syarikah Siapkan Penyambutan
Ketujuh, pengunjung mendapatkan hadiah kurma, Al-Qur'an langsung dari Arab Saudi, dan diberikan langsung dari orang-orang Arab kepada mereka. Dengan mendapatkan hadiah Al-Qur'an, secara tidak langsung memotivasi mereka untuk belajar dan membaca Al-Qur'an.
Pameran Jembatan Persaudaraan Indonesia-Arab Saudi ini, tidak hanya memberikan keuntungan bagi masyarakat Indonesia, tapi juga dapat memberikan keuntungan bagi Kerajaan Arab Saudi, di antaranya:
Pertama, mempromosikan negara dan kebudayaannya mereka kepada rakyat Indonesia, dengan harapan semakin banyak lagi rakyat Indonesia yang ingin mengunjungi Arab Saudi, terutama meningkatkan jumlah umat Islam Indonesia untuk melakukan perjalanan umrah dan haji setiap tahunnya. Dengan meningkatnya masyarakat Muslim Indonesia melakukan perjalanan umrah dan haji, secara otomatis dapat meningkatkan perekonomian Arab Saudi dan pendapatan bagi negaranya.
Kedua, mereka dapat mengunjungi Indonesia dan menyaksikan langsung serta bertemu dengan masyarakat muslim Indonesia yang selama ini terkenal sebagai negara dengan jumlah umat Islam terbesar di dunia.
Ketiga, mereka dapat mengenal masyarakat dan budaya Indonesia yang selalu cinta perdamaian, menjaga persatuan inter dan antar agama yang disimbolakan dengan bagunan Terowongan Silahturrahmi antara Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral.
Keempat, melalui pameran ini dapat mengeratkan hubungan antar kedua negara dan tercipta kerjasama yang lebih baik lagi di masa yang akan datang. Tentu saja kerjas ama Indonesia dengan Kerajaan Arab Saudi, tidak hanya sebatas bidang kebudayaan, tapi juga harus ditingkatkan ke bidang-bidang lain, seperti bidang pendidikan, ekonomi dan pertahanan keamanan.
Baca juga : Festival Semarapura 7 Resmi Dibuka, Targetkan 20 Ribu Pengunjung
Pameran Jembatan Persaudaraan Indonesia-Arab Saudi ini tentu saja belum bisa memuaskan semua masyarakat muslim Indonesia, karena pameran ini di adakan di Jakarta, maka orang-orang muslim yang ada di Jakarta dan sekitarnya saja yang dapat menyaksikannya. Sedangkan masyarakat yang ada di luar Jakarta, misalnya dari dari kota-kota lain di Indonesia, karena keterbatasan waktu dan pinansial, mereka tidak dapat menyaksikan langsung pameran tersebut.
Untuk itu Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kementerian Agama, perlu memikirkan agar pameran semacam ini tidak hanya sekali di adakan di Jakarta dan kalau perlu dan memungkinkan diadakan setiap tahun atau dua tahun sekali, agar lebih banyak lagi masyarakat muslim di Indonesia mengenal Kerajaan Arab Saudi. Untuk menyebarkan informasi tentang Kerajaan Arab Saudi di Indonesia melalui pameran, perlu juga dipikirkan oleh Kementerian Agama agar pameran semacam ini kedepannya tidak hanya dilakukan di Masjid Istiqlal, tapi juga bisa dilakukan masjid-masjid besar di lima kota di Indonesia lainnya, misalnya Bandung, Surabaya, Makassar, Medan dan Kalimantan atau di kota-kota lain di Indonesia di luar lima kota tadi yang memungkinkan untuk menjadi tempat pelaksanaan pameran.
Pameran Jembatan Persaudaraan Indonesia-Arab Saudi ini baru pertama diadakan di Jakarta dan tidak terasa sudah berjalan selama sepuluh hari. Selama sepuluh hari pameran ini berjalan dan tentu saja pelaksanaannya tidak luput dari berbagai kekurangan baik dalam segi waktu maupun dalam segi penyelenggaraannya. Dengan belajar dari penyelenggaraan pameran pertama ini, diharapkan pameran-pameran sejenis yang melibatkan dua negara ini kedepannya dapat lebih baik lagi dan mendapatkan keuntungan bagi kedua negara.
Powered by Froala Editor
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.