BREAKING NEWS
 

Siapkan Fisik untuk Puncak Haji, Jemaah Lansia Rutin Senam dan Jalan Kaki

Reporter : NANA MAULANA
Editor : UJANG SUNDA
Selasa, 3 Juni 2025 08:44 WIB
Jemaah haji lansia dari Kloter 12 Embarkasi Jakarta-Pondok Gede saat mengikuti senam rutin. (Foto: MCH 2025).

RM.id  Rakyat Merdeka - Para jemaah lansia bersemangat untuk menghadapi puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Mereka menyiapkan fisik sebaik mungkin dengan rajin ikut senam dan jalan kaki.

Layanan senam ini diadakan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH). Salah satu lokasi senam terletak di Hotel Nomor 312, Syisyah, Makkah. Senam dilakukan bersama-sama di lorong atau koridor bagian belakang hotel.

Para jemaah lansia yang rutin mengikuti senam ini di antaranya dari Kloter 12 Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG-12). Ada sekitar 30 orang jemaah laki-laki dan perempuan terlihat semangat dan gembira mengikuti senam. Ketua Kloter JKG-12 Poppy Novitasari menjadi instruktur dan memimpin senam.

Musik mulai terdengar dari pengeras suara. Senam diawali dengan gerakan pemanasan. Suara musik masih tenang. Memasuki gerakan inti, musik dipilih lebih riang gembira, yakni Senam Maumere. "Ayo semangat Bapak/Ibu," teriak Poppy.

Senam ini berlangsung tidak lama. Hanya 15 menit. Tapi, hal itu sudah cukup membuat berkeringat. Setelah beres senam, para jemaah lansia melakukan pemeriksaan di Posko Satelit Kesehatan.

Poppy menerangkan, senam untuk lansia ini dilakukan rutin tiga hari sekali sejak para jemaah tiba di Makkah. Hal ini dimaksudkan agar para lansia tetap bugar saat menghadapi puncak haji. Sebab, selama ini, sebagian mereka jarang keluar kamar. Ada juga yang di kamarnya tidak mau menyalakan AC karena alasan dingin, sehingga sirkulasi udara tidak baik.

Baca juga : Apartemen Mantan Stafsus Menteri Kembali Digeledah

Dia menjelaskan, dokter jaga di Posko Satelit Kesehatan datang per tiga hari sekali. Sehingga, jadwal senam mengikuti jadwal dokter jaga tersebut.

Poppy menyajikan gerakan senam yang ditujukan sesuai dengan problem yang banyak diderita lansia. Yaitu senam anti-hipertensi dan senam anti-osteoporosis yang dilakukan dengan gerakan-gerakan ringan.

Namun, banyak lansia yang terlihat begitu semangat, sehingga tidak mau berhenti. “Kadang-kadang, saat ditanya sudah capek belum, mereka jawab belum. Terus kami kasih (senam) Maumere untuk membangun keceriaan," ujar Poppy.

Sebagai Ketua Kloter, dia juga mengimbau kepada para jemaah lansia agar tidak melaksanakan aktivitas berat, termasuk memaksakan diri salat lima waktu di Masjidil Haram. “Mereka ke Masjidil Haram hanya saat umrah wajib di awal," ujar Poppy.

Salah satu jemaah yang mengikuti senam lansia ini, yakni Fauzi Nurdin (80 tahun). Saat senam, Kakek Fauzi berusaha mengikuti seluruh gerakan instruktur. Memang gerakannya tidak sama persis, namun Kakek Fauzi tetap gembira. Dia terus tersenyum di tengah gerakan-gerakan yang ikuti.

Adsense

Usai mengikuti senam, Kakek Fauzi mengaku lebih segar dan badan lebih enteng. "Sehat, alhamdulillah," ucapnya, sambil tersenyum.

Baca juga : BI Jaga Harga Pangan & Akselerasi Program MBG

Jemaah lansia lainnya bernama Supriyati Sudarmi (62 tahun). Dia juga gembira, karena setelah senam tubuhnya lebih segar. "Lebih segar dan lebih enak," ucapnya, semringah.

Nenek Supriyati mengikuti setiap gerakan instruktur dengan baik dan riang. Hanya saja, dia kesulitan ketika mengikuti gerakan tepuk tangan. Sebab, tangan kirinya tidak bisa digerakkan karena terkena stroke.

"Sudah 10 tahun, setengah (badan) ini aja, tapi kaki digerakkan enak," tuturnya.

Di Kloter JKG-12, terdapat 145 lansia. Dokter Posko Satelit Kesehatan Hotel 312 Intan Kusuma Dewi menyatakan, berdasarkan pemeriksaan, sebanyak 98 jemaah lansia plus pendampingnya dianjurkan mengikuti skema murur. Jadi, mereka tidak turun dari bus saat mabit (bermalam) di Muzdalifah. Mereka mabit di mabit di dalam bus yang berjalan pelan.

Para lansia ini juga akan diikutkan dalam skema tanazul, yaitu kembali ke hotel saat mabit di Mina. Terlebih, jarak hotel mereka ke Jamarat lebih dekat daripada letak tenda Mina ke Jamarat.

"Kalau tanazul sudah mandatori. Jadi, semua (lansia) akan kembali ke hotel," ujar Intan.

Baca juga : 780 Ribu Rumah Tangga Belum Dapat Akses Listrik

Ada juga cara lain yang dilakukan jemaah lansia untuk mempersiapkan diri menghadapi Armuzna. Salah satunya dengan berjalan kaki sepanjang 3 kilometer. Hal ini dilakukan Dasuki Kamsal (70 tahun). Setiap pagi, Kakek Dasuki memilih berjalan kaki di sekitar hotel.

"Saya berjalan dari hotel ke arah jalan raya dan memutar hingga sampai ke hotel lagi. Satu putaran seperti 1,2 kilometer. Saya lakukan tiga putaran," ujar Kakek Dasuki saat berbincang dengan Rakyat Merdeka di Sektor 2, Makkah, Arab Saudi, Senin (2/5/2025).

Dia mengatakan, dengan berjalan kaki, bisa membuat fisik lebih sehat dan kuat. "Ini buat latihan kaki. Jadi kita siap," ujar warga Kemayoran, Jakarta Pusat, ini.

Kakek Dasuki menyarankan kepada jemaah lain agar melakukan olahraga dan menjaga makan. Selain itu, Kakek Dasuki menilai perlu juga jemaah menjaga mental.

"Mikirnya yang enak-enak saja, enjoy. Teleponan sama cucu. Jangan bikin pusing. Nanti malah jadi sakit," pungkas Kakek Dasuki.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense