BREAKING NEWS
 

Dua Sastrawan Dunia Raih BRICS Award 2025

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Senin, 1 Desember 2025 09:33 WIB
Foto: dok BRICS

RM.id  Rakyat Merdeka - Dua sastrawan dari Mesir dan Indonesia, Salwa Bakr dan Denny JA, menerima penghargaan dalam ajang BRICS Literature Award 2025 yang digelar di Khabarovsk, Rusia, Minggu (30/11). Ajang ini menjadi momentum penting bagi dunia sastra Global South yang selama ini kurang memiliki panggung apresiasi setara dengan penghargaan sastra Barat.

Acara penganugerahan yang dihadiri diplomat, penulis, akademisi, serta perwakilan budaya negara-negara anggota BRICS tersebut menandai babak baru perkembangan sastra internasional, terutama dalam upaya memperkuat ekosistem sastra antarnegara berkembang.

Penulis senior asal Mesir, Salwa Bakr, dinobatkan sebagai pemenang utama BRICS Literature Award 2025. Bakr, yang lahir di Kairo pada 1949, dikenal luas melalui karya-karya sosial-realistisnya, termasuk The Golden Chariot dan The Man from Bashmour, yang tercatat dalam 100 novel Arab terbaik sepanjang masa.

Dalam karya-karyanya, Bakr konsisten mengangkat suara kelompok marginal seperti perempuan dan masyarakat kecil. Dewan juri menilai bahwa kontribusinya selama puluhan tahun berhasil memperkaya khazanah sastra Arab dan dunia.

“Hari ini kita menyaksikan momen bersejarah. Kita tidak hanya mengumumkan pemenang, tetapi meletakkan fondasi ruang budaya bersama negara-negara BRICS,” kata Sergey Stepashin dari Russian Book Union.

Baca juga : Denny JA Tekankan Suara Asia–Afrika Di BRICS Award 2025

Selain menetapkan pemenang utama, BRICS Literature Award juga memberikan satu penghargaan khusus bertajuk Special Prize for Innovation in Literature kepada sastrawan Indonesia, Denny JA. Dari sepuluh finalis dari berbagai negara, hanya satu yang terpilih dalam kategori inovasi tersebut.

Penghargaan itu diberikan atas kontribusi Denny dalam menciptakan dan mengembangkan genre puisi esai, bentuk sastra yang memadukan puisi, naratif prosa, dan fakta sosial. Genre ini telah diperkenalkan ke berbagai bahasa dan dianggap membuka ruang baru dalam pendekatan sastra kontemporer.

“Saya bangga Indonesia ikut diakui. Dan saya bangga Denny menerima Special Prize for Innovation in Literature. Tanpa ia sadari, ia telah mengangkat profil Indonesia di mata dunia,” ujar Sastri Bakry, Koordinator BRICS Literature Network Indonesia.

Adsense

Penyelenggara penghargaan menjelaskan bahwa ajang BRICS Literature Award hadir sebagai alternatif penghargaan internasional yang dinilai lebih merepresentasikan nilai-nilai dunia berkembang. Penghargaan ini bertujuan mempromosikan karya-karya yang mengedepankan kemanusiaan, keadilan, tradisi, dan solidaritas antarbangsa.

Kepala Sekretariat Penghargaan, Dmitry Kuznetsov, mengatakan BRICS Literature Award ingin menjadi ruang apresiasi yang tidak terjebak bias politik atau dominasi negara-negara besar.

Baca juga : Denny JA Raih BRICS Award for Literary Innovation

“BRICS ingin mengembalikan sastra pada nilai-nilai Global South—kebijaksanaan tradisi, keadilan, humanisme, dan solidaritas,” ujarnya.

Dalam kerangka tersebut, Salwa Bakr dinilai mewakili suara kaum tertindas, sedangkan Denny JA dinilai mewakili inovasi bentuk dan perspektif Asia Tenggara dalam perkembangan sastra kontemporer.

Panitia menyebut pengakuan terhadap genre baru—seperti puisi esai—merupakan kejadian yang sangat jarang dalam sejarah sastra modern. Sebelumnya, hanya beberapa aliran yang diakui secara resmi, seperti magical realism yang dipopulerkan García Márquez, absurdism oleh Samuel Beckett, dan surrealism oleh André Breton.

Karena itu, penghargaan inovasi untuk puisi esai dinilai sebagai pengakuan jangka panjang yang akan tercatat dalam sejarah sastra dunia. Berbeda dengan penghargaan karya terbaik yang umumnya bersifat tahunan, pengakuan terhadap penciptaan genre akan memiliki relevansi lintas generasi.

Penyelenggara menjelaskan bahwa penetapan Salwa Bakr dan Denny JA menjadi simbol dua pilar BRICS Literature Award: kualitas karya dan terobosan artistik. Pemenang utama dipilih berdasarkan kekuatan dan capaian karya pada tahun tersebut, sementara pemenang inovasi dipilih berdasarkan kontribusi yang dinilai membuka jalan bagi masa depan sastra.

Baca juga : Lippo Karawaci Raih Penghargaan TOP SDGs Award 2025

Dari Kairo hingga Jakarta, dua nama tersebut kini dianggap memperkuat visi BRICS untuk membangun ruang sastra yang lebih inklusif dan representatif bagi mayoritas penduduk dunia.

Dua penghargaan tersebut menjadi pesan bahwa sastra tetap memiliki peran strategis dalam mempertemukan berbagai budaya, melampaui batas negara, agama, dan bahasa.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense