Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Sastrawan dan penggagas puisi esai, Denny JA, memperoleh BRICS Award for Literary Innovation yang akan diserahkan pada penyelenggaraan Festival Seni Internasional BRICS di Khabarovsk, Rusia, akhir November 2025.
Denny membenarkan telah menerima dua surat resmi dari panitia. Surat pertama disampaikan melalui Koordinator BRICS Indonesia, Sastri Bakry, dan surat kedua ditandatangani Kepala Direksi Festival Seni Internasional BRICS, Ostroverkh–Kvanchiani Aleksandr Igorevich.
“BRICS Literature Award menegaskan bahwa suara sastra dari Asia, Afrika, dan Amerika Latin mampu menyeimbangkan dominasi Barat,” kata Denny JA, Rabu (26/11). Ia menilai penghargaan tersebut sebagai pengakuan terhadap kontribusi sastra dari Global South yang membawa perspektif sejarah, luka sosial, dan imajinasi berbeda.
Baca juga : Astra Agro Raih Best Social Business Innovation Awards 2025
BRICS Literature Award dibentuk dalam Forum Traditional Values 2024. Proses penilaiannya dilakukan melalui penyusunan longlist, shortlist, hingga pemilihan pemenang oleh dewan juri lintas negara. Penghargaan diberikan kepada penulis yang dinilai berkontribusi terhadap perkembangan nilai dan jati diri bangsa.
Penghargaan untuk Denny diberikan atas perannya memperkenalkan dan mengembangkan genre puisi esai sejak 2012. Bentuk sastra ini menggabungkan unsur liris, naratif, dan data faktual, serta telah berkembang menjadi gerakan literasi lintas negara yang dibahas di ruang akademik dan dirayakan melalui berbagai festival regional.
“Undangan itu bukan sekadar pemberitahuan administratif. Ia datang sebagai pengakuan bahwa eksperimen kecil yang saya mulai bertahun-tahun lalu ternyata menggema hingga ke panggung internasional,” ujarnya.
Baca juga : BSKDN Kemendagri Dorong Jawa Barat Jadi Laboratorium Inovasi Nasional
Menurut Denny, inovasi sastra harus diikuti pembangunan ekosistem pendukung. Melalui Denny JA Foundation, ia mendirikan dana abadi untuk memastikan puisi esai terus berkembang dan dapat dilanjutkan oleh generasi berikutnya.
Festival yang berlangsung pada 25–30 November 2025 itu juga menampilkan pameran seni multidisipliner, festival fotografi, kelas master sinematografi, pemutaran film pemenang BRICS Film Festival, serta pertunjukan reenactment sejarah.
Denny menilai penghargaan tersebut menjadi sinyal positif bagi posisi Indonesia dalam peta sastra dunia. “Penghargaan dapat pudar oleh waktu, namun karya yang lahir dari kejujuran akan menemukan jalannya sendiri,” katanya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya