RM.id Rakyat Merdeka - Direktur Analisis dan Pemimpin Redaksi Oxford Analytica Nicholas Redman menilai dividen demografis hanya bisa diraih apabila negara mampu menjaga kualitas layanan kesehatan dan pendidikan. Menurut Redman, kesehatan dan pendidikan menentukan kualitas sumber daya manusia ketika kohort besar memasuki usia produktif.
“Cara mendapatkan dividen adalah memastikan bahwa pada tahun-tahun awal, layanan kesehatan dan pendidikan tetap terjaga meskipun permintaan sangat tinggi. Itu yang kemudian memengaruhi kualitas modal manusia,” kata Redman, dalam keterangannya, Kamis (12/2/2026).
Redman menjelaskan, dividen demografis merupakan fase ketika suatu negara sebelumnya memiliki angka kelahiran tinggi, lalu angka tersebut menurun.
Baca juga : Pindo Deli Gelar Pengobatan Keliling Gratis Di Karawang
"Tetapi Anda mendapatkan kelompok usia kerja yang sangat besar dari periode kelahiran tinggi sebelumnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, ketika masyarakat menjadi lebih makmur, angka kelahiran cenderung menurun. Sehingga tekanan terhadap layanan publik berkurang. Pada saat yang sama, negara memperoleh manfaat dari investasi kesehatan dan pendidikan yang telah dilakukan pada periode sebelumnya.
Akan tetapi, jika penyediaan layanan tidak memadai, kondisi tersebut justru dapat berbalik menjadi beban demografis. Tantangannya, kata Redman, pada dasarnya serupa di berbagai negara, yakni bagaimana menjaga standar layanan kesehatan dan pendidikan tetap layak di tengah tingginya angka kelahiran.
Baca juga : Pramono: Keselamatan dan Kesehatan Kerja Harus Jadi Budaya Di Jakarta
“Jika itu tidak berjalan dengan baik, maka Anda menghadapi masalah dan dividen bisa berubah menjadi beban,” tegasnya.
Redman menyebut, keberhasilan memanfaatkan dividen demografis sangat bergantung pada kapasitas penyediaan layanan publik dan besarnya tekanan akibat angka kelahiran. Dalam konteks Indonesia, ia menilai tantangan tersebut relatif masih dapat dikelola.
“Untuk Indonesia, berdasarkan standar global dan historis, situasinya terlihat dapat dikelola. Memang tidak ada jaminan, tetapi ini bukan ancaman yang ekstrem,” ujarnya.
Baca juga : DPM Bangun Layanan Pendidikan Hingga Kesehatan Untuk Kemaslahatan Warga Dairi
Ia membandingkan posisi Indonesia dengan sejumlah negara di Afrika sub-Sahara yang saat ini menghadapi lonjakan angka kelahiran sangat tinggi sehingga tekanan terhadap layanan dasar jauh lebih berat. Dengan demikian, Redman menilai peluang Indonesia untuk memaksimalkan dividen demografis tetap terbuka.
"Sepanjang penguatan kualitas pendidikan dan kesehatan berjalan konsisten dan adaptif terhadap dinamika pertumbuhan penduduk," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.