Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Riset KedaiKOPI: Integritas dan Ketegasan Jadi Kunci Pemimpin Ideal Indonesia
Senin, 12 Januari 2026 06:37 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Lembaga Survei KedaiKOPI merilis laporan lengkap hasil riset kualitatif bertajuk Eksplorasi Kriteria Pemimpin Ideal Nasional pada Minggu (11/1/2026).
Penelitian ini menggunakan metode Focus Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan pada 2–3 Desember 2025 dengan melibatkan 30 responden dari beragam latar belakang, mulai dari akademisi, aktivis NGO, mahasiswa, jurnalis, ibu rumah tangga, pengemudi ojek online, pedagang, pengusaha, ketua RT, hingga guru. Komposisi responden terdiri atas 73,3 persen laki-laki dan 26,7 persen perempuan.
Founder Lembaga Survei KedaiKOPI Hendri Satrio mengatakan, riset ini bertujuan memberikan gambaran kepada elit politik dan calon pemimpin mengenai kriteria, karakter, serta kompetensi kepemimpinan yang diharapkan masyarakat Indonesia.
“Riset ini menginformasikan kepada elit politik dan calon pemimpin tentang kriteria dan kompetensi pemimpin yang diinginkan masyarakat,” ujar Hendri, yang akrab disapa Hensa.
Menurutnya, hasil riset juga dapat menjadi referensi bagi masyarakat dalam memahami karakter pemimpin yang ideal ke depan. Ia menegaskan bahwa riset ini tidak dimaksudkan untuk membicarakan figur tertentu.
Baca juga : Jakarta Host Kejuaraan Dunia Mobile Legends, Penuh Semarak Budaya Indonesia
“Hari ini kita tidak bicara tentang siapa atau nama. Kita ingin menyampaikan kepada masyarakat, dari hasil FGD ini, seperti apa gambaran pemimpin ideal itu, mulai dari karakter, kriteria, kategori, hingga isu yang mereka bawa,” katanya.
Rektor Institut Harkat Negeri Sudirman Said menyampaikan bahwa terdapat sejumlah kriteria yang secara konsisten muncul dalam diskusi responden saat mendefinisikan pemimpin ideal. Kriteria tersebut antara lain integritas, kompetensi, kemampuan menginspirasi, serta visi yang luas terhadap masa depan dan lingkungan.
“Semakin jujur dan kompleks lingkungan yang diurus, semakin tinggi integritas yang dibutuhkan. Riset ini memperkuat pandangan tersebut,” ujarnya.
Ia juga menilai adanya perbedaan sudut pandang antara kelompok elit dan non-elit dalam melihat pemimpin ideal sebagai sesuatu yang wajar. Menurutnya, perbedaan itu dipengaruhi oleh pengalaman dan fokus kebutuhan masing-masing kelompok.
Peneliti BRIN Prof. R. Siti Zuhro menilai bahwa dinamika dalam proses rekrutmen kepemimpinan saat ini berjalan dengan tantangan tersendiri. Karena itu, eksplorasi kepemimpinan melalui riset kualitatif seperti FGD dinilai penting untuk memperkaya perspektif dan membuka ruang lahirnya pemimpin-pemimpin baru.
Baca juga : DPR Dorong Komitmen Keberlanjutan Lingkungan Bagi Perusahaan Di Indonesia
“Eksplorasi seperti ini patut diapresiasi karena dapat menjadi salah satu cara untuk memahami harapan masyarakat terhadap kepemimpinan,” katanya.
Pakar Hukum Tata Negara Feri Amsari menilai, secara prinsip, hasil riset KedaiKOPI mencerminkan harapan publik terhadap pemimpin yang sudah dikenal sejak lama.
“Kriteria yang muncul dalam riset ini pada dasarnya memvalidasi keinginan masyarakat terhadap pemimpin yang ideal,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemahaman atas harapan publik tersebut penting untuk mendorong lahirnya kepemimpinan yang lebih baik ke depan.
Sementara itu, ekonom dari Aliansi Ekonom Indonesia Talitha Chairunissa menyoroti bahwa ketegasan dan kecepatan respons masih menjadi faktor penting dalam penilaian masyarakat terhadap seorang pemimpin.
Baca juga : Great Institute: Ketidakpastian Global Tak Halangi Laju Ekonomi Indonesia
“Masyarakat Indonesia cenderung menyukai pemimpin yang tegas dan cepat tanggap dalam menyelesaikan persoalan,” katanya.
Namun, ia mengingatkan bahwa ketegasan perlu tetap disertai dengan integritas dan nilai moral yang kuat agar tidak menimbulkan dilema dalam praktik kepemimpinan.
Laporan FGD KedaiKOPI Desember 2025 juga mencatat adanya perbedaan preferensi antara kelompok elit dan non-elit dalam memandang karakter, kompetensi, serta isu kebijakan yang dianggap penting bagi pemimpin ideal. Meski demikian, kedua kelompok memiliki kesamaan pandangan terkait pentingnya pemerataan di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi, meskipun dengan penekanan yang berbeda sesuai kebutuhan masing-masing.
Riset ini diharapkan dapat menjadi bahan refleksi bagi berbagai pihak dalam memahami aspirasi masyarakat terhadap kepemimpinan nasional di masa mendatang.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya