Dark/Light Mode

Pramono: Keselamatan dan Kesehatan Kerja Harus Jadi Budaya Di Jakarta

Senin, 9 Februari 2026 15:54 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri Apel Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Provinsi DKI Jakarta dan Pemeriksaan Kesehatan Tenaga Kerja Tahun 2026 di Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD). (Foto: Zahra/RM)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri Apel Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Provinsi DKI Jakarta dan Pemeriksaan Kesehatan Tenaga Kerja Tahun 2026 di Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD). (Foto: Zahra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri Apel Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Provinsi DKI Jakarta dan Pemeriksaan Kesehatan Tenaga Kerja Tahun 2026 di Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Bulan K3 Nasional Tahun 2026 yang dilaksanakan berdasarkan Keputusan Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor 4 Tahun 2026 tentang Petunjuk Pelaksanaan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional.

“Aspek K3 menjadi fondasi yang sangat penting. Pengelolaan K3 yang baik berdampak langsung pada perlindungan tenaga kerja, peningkatan moral dan kepercayaan pekerja, produktivitas perusahaan, serta daya saing nasional,” jelas Pramono di kawasan Jakarta Timur, Senin (9/2/2026).

Baca juga : Pangan Aman, Harga Dijaga

Sebagai pusat pemerintahan dan perekonomian nasional, DKI Jakarta memiliki tingkat mobilitas tenaga kerja yang tinggi. Kondisi tersebut dinilai meningkatkan potensi risiko kecelakaan maupun penyakit akibat kerja, sehingga konsistensi penerapan K3 menjadi kebutuhan mendesak. 

“Menuju Lima Abad Jakarta: Penguatan Budaya K3 untuk Mewujudkan Global City yang Profesional," katanya. 

Tema ini mencerminkan arah pembangunan Jakarta yang menempatkan keselamatan dan kesejahteraan tenaga kerja sebagai prioritas utama dalam menghadapi tantangan globalisasi dan kompetisi internasional.

Baca juga : Wamendagri Ribka Haluk: Perbatasan Papua Harus Jadi Mesin Ekonomi Warga

“Saya berharap sekaligus meminta kepada jajaran Dinas Ketenagakerjaan untuk benar-benar menjaga dan memanfaatkan momentum Bulan K3 Nasional ini. Jakarta sebagai kota global dengan jumlah pekerja yang sangat besar harus menjadikan budaya keselamatan dan kesehatan kerja sebagai prioritas utama,” lanjut Pramono.

Dalam pelaksanaannya, Bulan K3 di DKI Jakarta dilakukan melalui pendekatan komprehensif yang mencakup kegiatan strategis, promotif, dan implementatif. 

Sementara itu, Pelaksanaan Bulan K3 Nasional Tahun 2026 di Provinsi DKI Jakarta diikuti sekitar 600 peserta. Mereka terdiri atas Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi) Provinsi DKI Jakarta, unsur perusahaan, serta perwakilan Serikat Pekerja dan Serikat Buruh.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.