Dark/Light Mode

Ekonom Global: RI Jadi Tujuan Utama Investasi Di Era Prabowo

Senin, 26 Januari 2026 22:43 WIB
Chief Economist IQI Global Shan Saeed. (Foto: dok pribadi)
Chief Economist IQI Global Shan Saeed. (Foto: dok pribadi)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ekonom global menilai Indonesia kini menempati posisi strategis sebagai salah satu tujuan utama investasi dunia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Chief Economist IQI Global Shan Saeed menyebut kehadiran Indonesia dalam Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) Davos 2026 mencerminkan keseriusan pemerintah dalam menerjemahkan visi kebijakan ke dalam kerangka ekonomi yang dapat dijalankan secara nyata.

“Alokator modal global pada akhirnya merespons eksekusi yang terlembaga, bukan sekadar sinyal retoris. Pendekatan Indonesia menunjukkan bagaimana niat kebijakan diterjemahkan menjadi platform investasi yang bisa dijalankan,” ujar Shan Saeed dalam laporan tertulisnya, Senin (26/1/2026).

Baca juga : FLOQ Jamin Keamanan Investasi Kripto Lewat Pengawasan Ketat OJK

Ia menjelaskan, strategi investasi Indonesia bertumpu pada tiga aspek utama, yakni platform, pipeline, dan kredibilitas.

Dari sisi platform, pemerintah dinilai berhasil membangun mobilisasi modal institusional melalui Danantara sebagai jangkar ko-investasi. Rencana penempatan dana hingga 14 miliar dolar AS pada 2026 yang bersumber dari dividen portofolio dan dialokasikan ke dalam negeri dinilai mencerminkan arah pembentukan modal yang berkelanjutan.

Sementara dari aspek pipeline, kebijakan investasi difokuskan pada sektor-sektor yang memiliki keunggulan struktural, seperti energi terbarukan, infrastruktur digital, kesehatan, dan ketahanan pangan. Sektor-sektor tersebut dinilai memiliki permintaan jangka panjang dan menarik bagi investor global.

Baca juga : Masuk Top 20 SFT Global 2025, Talenta Anak Muda Indonesia di Akui Dunia

“Sektor ini relatif lebih tahan terhadap volatilitas siklus dan cocok bagi modal jangka panjang yang bersifat sabar,” katanya.

Dari sisi kredibilitas, Shan Saeed menilai Indonesia menunjukkan komitmen kuat melalui berbagai langkah pendanaan berbasis pasar, termasuk penerbitan lanjutan obligasi Patriot, penyelarasan peringkat kredit di level BBB, serta kemitraan investasi senilai sekitar 45 miliar dolar AS.

“Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen Indonesia terhadap transparansi peringkat, disiplin neraca, dan kredibilitas institusional,” ujarnya.

Baca juga : Bahagianya Gadis Kecil di Aceh Tamiang Saat Kepalanya Dielus Prabowo

Dalam konteks makroekonomi, Presiden Prabowo disebut menempatkan stabilitas sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi nasional. Target pertumbuhan ekonomi sebesar 5 hingga 6 persen pada 2026 dinilai sejalan dengan proyeksi lembaga multilateral.

“Indonesia kini diposisikan sebagai alokasi inti pasar berkembang, bukan sekadar transaksi taktis,” kata Shan Saeed.

Ia menambahkan, disiplin fiskal, independensi Bank Indonesia, serta pengelolaan Danantara yang berorientasi pasar semakin memperkuat kepercayaan investor global. Menurutnya, Indonesia kini bergerak dari peluang investasi yang bersifat sementara menuju daya tarik investasi yang sistemik dan berkelanjutan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.