RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Presiden ke-13 Ma'ruf Amin menegaskan KH Abdul Wahab Hasbullah sebagai negarawan dan organisator ulung yang merawat harmoni agama dan nasionalisme.
Hal itu disampaikan Ma’ruf saat menghadiri bedah buku “KH Abdul Wahab Hasbullah” di Gedung Kementerian Agama, Jakarta, Sabtu (14/2/2026).
Menurutnya, kiprah KH Abdul Wahab Hasbullah atau Mbah Wahab terbukti strategis menjaga stabilitas negara pada masa awal kemerdekaan.
“Hidup Kiai Wahab dicurahkan sepenuhnya untuk menjaga faham keagamaan moderat sekaligus menjaga kedaulatan negara,” ujarnya.
Baca juga : Persik Kediri Tambah Daya Gedor, 4 Legiun Asing Fokus Lini Serang
Ma’ruf menyebut Mbah Wahab sebagai pendekar dan penggerak kemerdekaan. Ia membangkitkan semangat santri melalui lagu Ya Lal Wathon.
Kecerdasan politiknya terlihat saat memberikan status Waliyul Amri Ad-Dharuri Bisyaukah kepada Presiden Soekarno. Langkah itu memperkuat legitimasi kepemimpinan negara di mata umat.
“Beliau sosok kiai visioner dalam membangun kebersamaan sesama bangsa maupun sesama Muslim,” tegas Ma’ruf.
KH Abdul Wahab Hasbullah lahir di Jombang, 31 Maret 1888. Ia dikenal sebagai salah satu pendiri Nahdlatul Ulama dan arsitek organisasi keagamaan yang memadukan spiritualitas dengan nasionalisme.
Baca juga : Wakil Ketua Komisi IV DPR Minta Percepatan Penyaluran Bansos Pangan
Ia juga memimpin misi diplomatik Komite Hijaz. Di dalam negeri, ia menginspirasi kemandirian ekonomi lewat Nahdlatut Tujjar serta mencetuskan tradisi Halalbihalal.
Penulis buku Drs KH Abdul Mun’im DZ mengatakan karyanya membedah strategi politik Mbah Wahab yang luwes namun teguh pada prinsip keislaman. Buku tersebut disusun dengan dukungan Arsip Nasional.
“Buku ini memotret kecerdasan budaya Mbah Wahab dalam menghadapi gejolak sejarah bangsa,” ujarnya.
Ketua MPR Ahmad Muzani mengapresiasi peluncuran buku tersebut. Ia menilai semangat nasionalisme pendiri NU itu relevan menjadi kompas generasi muda.
“Keteladanan Mbah Wahab dalam bernegara menjadi rujukan penting bagi penguatan ideologi kebangsaan,” katanya.
Putri Mbah Wahab, Nyai Hajjah Hizbiyah Rochim Wahab mengingatkan peran ayahnya dalam misi Komite Hijaz. Diplomasi itu berkontribusi menyelamatkan Makam Rasulullah SAW dari rencana pembongkaran.
Sementara cucu KH M Hasyim Asy’ari, dr KH Umar Wahid menyoroti sisi humanis Mbah Wahab sebagai pendidik yang mengayomi berbagai kalangan.
“Beliau menciptakan tradisi Halalbihalal sebagai instrumen perekat silaturahmi sekaligus alat rekonsiliasi bangsa,” tandasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.