Dark/Light Mode

Sukses Di 7 Kota, Kini Tata Hati Sapa Warga Aotearoa Wellington

Minggu, 21 September 2025 20:38 WIB
Tata Hati hadir masyarakat Aotearoa di Wellington. (Foto: Dok. Tata Hati)
Tata Hati hadir masyarakat Aotearoa di Wellington. (Foto: Dok. Tata Hati)

RM.id  Rakyat Merdeka - Setelah sukses di Denpasar, Solo, Paris, Italia, Belgia, Belanda, dan Melbourne, Tata Hati kini hadir untuk kedelapan kalinya, menyapa masyarakat Aotearoa di Wellington.

Diselenggarakan Yayasan Cahaya Cinta Kasih bersama Bunda Arsaningsih, Tata Hati berbagi cahaya dan kesadaran spiritual bagi masyarakat yang tengah menghadapi tantangan sosial, khususnya kesehatan mental.

Kesehatan mental seringkali luput dari perhatian; banyak yang tidak menyadari bahwa mereka sedang mengalaminya atau hidup berdampingan dengan orang yang memikul beban serupa.

Dalam menghadapi situasi tersebut, dibutuhkan pendekatan yang tidak hanya mengandalkan layanan formal, tetapi juga menyentuh dimensi terdalam manusia: hati dan jiwa.

Baca juga : Sukses Laga Uji Coba, Bali United Pede Tatap BRI Super League

Kehadiran Tata Hati menjadi jawaban atas kerinduan masyarakat akan cara baru menemukan keseimbangan sejati.

Acara yang dipandu langsung Bunda Arsaningsih ini diikuti oleh 1.525 peserta secara daring dan luring.

Tata Hati menjadi ruang bagi masyarakat New Zealand, khususnya Wellington, untuk menjaga kesehatan mental melalui metode Meditasi SOUL Reflection yang dipandu Bunda Arsaningsih, guru meditasi dan peraih dua rekor MURI.

Rangkaian kegiatan meliputi temu wicara, sesi tanya jawab, serta praktik meditasi langsung. Beberapa peserta juga mendapat kesempatan khusus untuk dibedah permasalahannya menggunakan SOUL Meter (Measurement Technique of Radiation).

Baca juga : Kilang Pertamina Atasi Sampah, Warga Kutawaru Raup Cuan

Melalui pendekatan ini, Tata Hati membantu peserta memahami bagaimana permasalahan yang tidak terselesaikan dapat menciptakan ketidaknyamanan, sekaligus memberi ruang untuk mengubahnya menjadi energi positif.

Kehadiran Tata Hati di Wellington juga membawa pesan penting tentang arti keselarasan dan keharmonisan: hubungan yang seimbang antara manusia dengan manusia, manusia dengan alam, dan manusia dengan Tuhan.

Bunda Arsaningsih menekankan bahwa spiritualitas sejati bukan sekadar religiusitas, melainkan proses berkesadaran yang dijalani dengan penuh cinta dalam pikiran, ucapan, dan tindakan.

“Jika sesuatu belum dilakukan dengan cinta, itu belum menjadi spiritual,” ujar Bunda Arsaningsih dalam keterangannya, Minggu (21/9/2025). 

Baca juga : Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, Ini Harapan Fahira Idris

Alam New Zealand yang indah turut mendukung proses penyelarasan batin ini, serupa dengan ajaran Tri Hita Karana, yang menekankan pentingnya memelihara keharmonisan dengan Tuhan, sesama, dan alam melalui tindakan nyata yang penuh kesadaran.

"Melalui meditasi ini, peserta diajak menumbuhkan kedamaian dalam diri, membebaskan hati dari iri dan rasa tidak dicintai, serta membuka ruang bagi perubahan positif," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.