RM.id Rakyat Merdeka - Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) menyelenggarakan Perayaan Nasional Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Minggu (22/2). Perayaan nasional ke-27 tersebut mengangkat tema “Kalau Ada Keadilan, Tiada Persoalan Kemiskinan” yang menegaskan relevansi nilai keadilan sebagai fondasi kehidupan berbangsa di tengah kemajemukan Indonesia.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan ucapan selamat kepada umat Khonghucu sekaligus menekankan makna kebersamaan dalam momentum keagamaan. “Atas nama Kementerian Agama dan pribadi menyampaikan selamat tahun baru Imlek 2577 Kongzili, gong he xin xi kong hesin si wan she ru yi, kepada umat Khonghucu dan warga bangsa yang merayakan. Semoga tahun yang baru ini membawa kedamaian, kesehatan, kebijaksanaan, dan kesejahteraan bagi kita semuanya,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa nilai keadilan menjadi fondasi utama kehidupan nasional yang majemuk. “Upaya menghadirkan keadilan tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan semangat persaudaraan dan kepedulian sosial antarwarga. Momentum Tahun Baru Imlek diharapkan menjadi penguat nilai kebersamaan dan solidaritas dalam membangun kehidupan yang harmonis,” katanya.
Baca juga : Sasa Gelar Aksi Berbagi 250kg Tempe Kriwang di Surabaya
Perayaan tersebut dihadiri berbagai tokoh nasional, antara lain Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar, serta pakar hukum tata negara Jimly Asshiddiqie. Kehadiran pimpinan negara dinilai mencerminkan afirmasi negara dalam mengayomi seluruh warga tanpa diskriminasi.
Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyatakan Imlek bukan sekadar tradisi budaya, melainkan sarana refleksi sejarah dan identitas kebangsaan. “Imlek adalah cara untuk berintrospeksi, mengenang jasa para leluhur, sekaligus menjadi energi bagi masa depan kehidupan yang lebih baik. Negara ingin menjadikannya simbol persatuan dan keberagaman dalam merawat Bhinneka Tunggal Ika,” ujarnya.
Ketua Umum MATAKIN Xue Shi Budi Santoso Tanuwibowo menegaskan bahwa perayaan nasional ini juga menjadi ruang dialog kebangsaan yang memperkuat posisi umat Khonghucu dalam kehidupan nasional. “Kami mewakili seluruh umat Khonghucu dan etnis Tionghoa di Indonesia menghaturkan terima kasih kepada negara. Fasilitasi dan pelukan hangat para pemimpin membuktikan bahwa kami tidak pernah berjalan sendirian di negeri ini,” katanya.
Baca juga : Gelar Imlek 2577, AHY: Demokrat Rumah Besar Keberagaman
Ia menilai keadilan menjadi kunci mengatasi berbagai persoalan bangsa, termasuk kemiskinan dan persatuan sosial. “Imlek bagi umat Khonghucu merupakan ibadah kepada Tian, Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus momentum memperbaharui diri dan meninggalkan perilaku tidak terpuji,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Budi juga menyampaikan harapan agar pemerintah dapat membentuk Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Khonghucu di bawah Kementerian Agama guna memperkuat pelayanan dan pembinaan umat. Aspirasi tersebut mendapat respons positif dari para pemangku kepentingan sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola kerukunan umat beragama.
Rangkaian perayaan ini menegaskan bahwa Imlek Nasional tidak hanya menjadi kegiatan spiritual dan budaya, tetapi juga wahana memperkuat dialog, solidaritas sosial, serta komitmen bersama menjaga persatuan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.