BREAKING NEWS
 

Spirit Haji sebagai Energi Peradaban Indonesia

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Selasa, 26 Mei 2026 17:34 WIB
Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Asep Saepudin Jahar (Foto: Dok. Prof. Asep)

RM.id  Rakyat Merdeka -  

Oleh: Prof. Asep Saepudin Jahar
Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Di tengah jutaan umat manusia yang memadati Padang Arafah pada puncak ibadah haji hari ini (Selasa, 26/5/2026), sesungguhnya dunia sedang menyaksikan sebuah momentum spiritual terbesar umat Islam sekaligus pelajaran besar tentang kemanusiaan dan peradaban.

Ya, haji bukan sekadar ritual keagamaan yang bersifat individual, melainkan juga mengandung dimensi sosial, moral, dan kebangsaan yang sangat mendalam. Dalam konteks Indonesia, spirit haji ini seharusnya tidak berhenti sebagai simbol kesalehan personal atau capaian status sosial semata.

Haji mesti menjadi energi transformasi sosial yang melahirkan manusia-manusia berintegritas, berkeadilan, berempati, dan memiliki tanggung jawab kebangsaan yang kuat. Sebab, inti dari kemabruran haji pada hakikatnya bukan hanya tampak dalam ritual ibadah, tetapi tercermin dalam perubahan perilaku sosial yang menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat dan bangsa.

Baca juga : BNPP Petakan Tantangan Pembangunan Perbatasan Entikong

Momentum wukuf di Arafah misalnya, sejatinya bukan hanya prosesi berhenti secara fisik, tetapi juga ruang kontemplasi dan muhasabah kemanusiaan. Di hadapan Allah SWT, seluruh manusia berdiri dalam posisi yang sama tanpa sekat jabatan, kekuasaan, kekayaan, maupun status sosial. Semua mengenakan pakaian ihram yang sederhana sebagai simbol kesetaraan dan penghapusan ego duniawi. Nilai universal inilah yang sangat relevan bagi Indonesia hari ini.

Saat ini, bangsa kita tengah menghadapi berbagai tantangan besar mulai dari ketimpangan sosial, korupsi, krisis keteladanan elite, polarisasi politik, hingga melemahnya etika publik. Dalam situasi tersebut, spirit haji sesungguhnya menghadirkan pesan moral yang sangat kuat bahwa kemuliaan manusia tidak ditentukan oleh kekuasaan dan materi, melainkan oleh integritas, ketakwaan, dan kemanfaatannya bagi sesama.

Haji mengajarkan disiplin kolektif, solidaritas sosial, penghormatan terhadap keberagaman, serta kemampuan menundukkan ego pribadi demi kepentingan bersama. Nilai-nilai ini merupakan fondasi penting dalam membangun kehidupan berbangsa yang sehat dan berkeadaban.

Adsense

Berkelindan dengan spirit haji, Indonesia bukan hanya membutuhkan sumber daya manusia yang unggul secara intelektual dan teknokratis, tetapi juga manusia yang memiliki kedalaman spiritual, kepedulian sosial, dan tanggung jawab moral terhadap bangsa.

Baca juga : KBRI Nairobi Gagas Dialog Kaum Muda Indonesia-Kenya

Dalam perspektif sosiologi agama, ibadah haji dapat dipahami sebagai proses pembentukan kesadaran sosial kolektif. Jutaan manusia dari berbagai bangsa, bahasa, dan budaya dipertemukan dalam satu ruang spiritual yang sama. Haji menghadirkan pengalaman universal tentang persaudaraan kemanusiaan. Di titik ini, haji sejatinya mengandung pesan besar tentang pentingnya membangun dunia yang damai, adil, dan berkeadaban.

Pemikir Muslim Iran Ali Shariati bahkan menyebut haji sebagai “gerakan pembebasan manusia” dari belenggu egoisme, materialisme, dan ketidakadilan sosial. Sementara Kuntowijoyo, melalui gagasan ilmu sosial profetik, menekankan pentingnya transformasi nilai-nilai spiritual menjadi gerakan sosial yang membebaskan dan memanusiakan. Dalam konteks ini, haji semestinya melahirkan kesadaran profetik untuk memperjuangkan keadilan sosial dan kemaslahatan publik.

Prosesi lempar jumrah juga dapat dimaknai secara simbolik sebagai perlawanan terhadap berbagai “setan sosial” yang merusak kehidupan bangsa, seperti korupsi, intoleransi, penyalahgunaan kekuasaan, politik kebencian, eksploitasi alam, hingga perilaku hedonistik yang menjauhkan manusia dari nilai kemanusiaan. Maka haji mabrur bukan hanya diukur dari kekhusyukan ritual, tetapi dari keberanian moral untuk melawan kemungkaran sosial dan menghadirkan kebaikan dalam kehidupan nyata.

Lebih jauh, spirit haji memiliki relevansi besar dalam perjalanan menuju Indonesia Emas 2045. Pembangunan bangsa tidak cukup hanya bertumpu pada pertumbuhan ekonomi, teknologi, dan infrastruktur. Bangsa besar memerlukan fondasi moral dan karakter kebangsaan yang kokoh. Tanpa etika publik, integritas, dan solidaritas sosial, kemajuan material justru dapat melahirkan ketimpangan, konflik, dan krisis kemanusiaan.

Baca juga : IIF dan Arkora Hydro Bermitra Dukung Pembiayaan Energi Terbarukan di Indonesia

Di sinilah pentingnya membumikan nilai-nilai haji dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Spirit pengorbanan Nabi Ibrahim AS mengajarkan kepemimpinan yang tulus dan visioner. Kesabaran Siti Hajar mengajarkan ketangguhan sosial. Persatuan jutaan jamaah haji mengajarkan pentingnya solidaritas dan disiplin kolektif. Semua itu merupakan modal sosial dan moral yang sangat dibutuhkan Indonesia dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

Ibadah haji bertujuan membentuk pribadi yang mencapai derajat haji mabrur yakni totalitas kepasrahan dan ketaatan seorang hamba kepada Allah SWT. Kemabruran ini tidak berhenti pada dimensi spiritual individual semata, melainkan juga memiliki implikasi sosial yang nyata. Ia menjadi suri teladan di tengah masyarakat, menebarkan nilai-nilai kebaikan, memperkuat kepedulian sosial, serta membangun hubungan yang harmonis dengan sesama manusia dan lingkungan.

Kemabruran haji ini sejatinya tidak boleh berhenti di Tanah Suci. Ia harus pulang bersama para jamaah menjadi energi moral untuk membersihkan kehidupan sosial, memperkuat persaudaraan kebangsaan, menegakkan keadilan, dan membangun peradaban Indonesia yang lebih bermartabat. Sebab, pada akhirnya, haji bukan sekadar perjalanan menuju Ka’bah, melainkan perjalanan membangun manusia dan peradaban yang lebih mulia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense