Dark/Light Mode

Sambut Hari Kebangkitan Nasional, Pemerintah Percepat PSEL Dan BBM Terbarukan

Rabu, 20 Mei 2026 07:40 WIB
Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan (tengah) memimpin Rapat Koordinasi Terbatas Percepatan Implementasi Pengolahan Sampah Menjadi Energi di Jakarta, Selasa (19/5/2026). Hadir juga dalam rapat tersebut di antaranya; Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat (ketiga kiri), Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto (ketiga kanan) dan Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Patria Sjahrir (kedua kanan). (Foto: Dok. Kemenko Pangan)
Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan (tengah) memimpin Rapat Koordinasi Terbatas Percepatan Implementasi Pengolahan Sampah Menjadi Energi di Jakarta, Selasa (19/5/2026). Hadir juga dalam rapat tersebut di antaranya; Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat (ketiga kiri), Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto (ketiga kanan) dan Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Patria Sjahrir (kedua kanan). (Foto: Dok. Kemenko Pangan)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sambut Hari Kebangkitan Nasional, Pemerintah mempercepat transformasi pengelolaan sampah menjadi sumber energi. Tak hanya diolah menjadi listrik, timbunan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) kini didorong menjadi bahan bakar minyak (BBM) terbarukan melalui teknologi pirolisis. 

Percepatan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Percepatan Implementasi Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), di Jakarta, Selasa (19/5/2026). 

Zulhas-sapaannya mengatakan, Pemerintah sedang memasuki fase transformasi besar dalam tata kelola sampah nasional. 

Kata dia, jika sebelumnya sampah diolah menjadi energi listrik melalui teknologi insinerator. Kini timbunan sampah lama di TPA juga didorong menjadi BBM terbarukan melalui teknologi pirolisis. 

“Kita sedang memasuki transformasi besar dalam pengelolaan sampah,” ujar Zulhas, Selasa (19/5/2026). 

Baca juga : Buntut Rupiah Melemah, Harga Daging & Tahu Mulai Naik

Dalam Rakortas tersebut, Pemerintah menyepakati percepatan pemilihan mitra PSEL tahap kedua di 12 lokasi. Proses pemilihan yang sebelumnya memakan waktu hingga lima bulan dipangkas menjadi maksimal tujuh minggu dengan tetap menjaga tata kelola yang baik.

Selain itu, Pemerintah menyiapkan proyek percontohan (pilot project) tekno­logi pirolisis di enam lokasi yang berada dekat TPA dalam kawasan pengembangan PSEL. Langkah ini diharapkan menjadi model pengolahan sampah yang dapat diperluas ke berbagai daerah. 

Sesuai arahan Presiden, TNI juga dilibatkan dalam penanganan kedaruratan sampah di sejumlah TPA. “Sampah itu urusan kita semua. Bukan hanya Menteri LH, bukan hanya Menteri Dikti, tapi sampah itu urusan kita semua, termasuk teman media, masyarakat, kita semua,” kata Zulhas. 

Untuk mendukung implementasi program, Danantara Indonesia bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) akan menyiapkan kajian teknis, pilihan teknologi, model bisnis, hingga aspek keekonomian agar pengolahan sampah menjadi BBM terbarukan layak dijalankan secara luas. 

Pemerintah berharap PSEL dan pengolahan sampah menjadi BBM terbarukan dapat menjadi solusi konkret menga­tasi darurat sampah perkotaan sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional. 

Baca juga : Damiri Bersyukur Meski Kehilangan Jempol Kaki

Sebelumnya, Pemerintah memang tengah mempercepat penanganan darurat sampah nasional. Melalui Danantara Indonesia, sebanyak 13 pemerintah daerah didorong mempercepat pembangunan 25 fasilitas PSEL. 

Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pembangunan PSEL di enam lokasi yang melibatkan 13 pemerintah daerah, di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, Senin (11/5/2026). 

Penandatanganan disaksikan Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia Pandu Patria Sjahrir, dan Kepala BRIN Arif Satria. 

Hadir pula sejumlah kepala daerah, di antaranya Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution, Gubernur Banten Andra Soni, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin, serta Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan. 

Zulhas menyebut Pemerintah menargetkan sedikitnya 25 fasilitas PSEL dapat dibangun dalam dua hingga tiga tahun mendatang untuk mengatasi kedaruratan sampah di 62 kabupaten/kota. 

Baca juga : Pratama Persadha: Ada Risiko Kebocoran Data Dan Identitas Pengguna

CIO Danantara Indonesia, Pandu Patria Sjahrir mengapresiasi dukungan Pemerintah dalam mempercepat realisasi proyek PSEL. Menurutnya, program tersebut menjadi proyek pengelolaan sampah terbesar di dunia dari sisi pendanaan, dengan nilai mencapai 5 miliar dolar AS. 

Selain PSEL, Pemerintah juga mendorong penerapan teknologi pengolahan sampah lainnya seperti refuse-derived fuel (RDF), tempat pengolahan sampah terpadu (TPST), hingga pirolisis sesuai kapasitas dan kebutuhan masing-masing daerah. [FAQ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.