Suasana khidmat dan penuh kebersamaan terasa di Masjid At-Taqwa Universitas Pancasila saat ratusan jamaah memadati area masjid dalam pelaksanaan Salat Idul Adha 1447 H/2026 M. Sejak pagi hari, para jemaah antusias mengikuti rangkaian ibadah yang berlangsung dengan tertib dan penuh kekeluargaan.
Bertindak sebagai imam sekaligus khatib, Ustadz Muhammad Rubiul Yatim, SE.,SS.,MA, menyampaikan khutbah bertajuk “Melalui Ibadah Qurban Kita Asah Ketajaman Hati dan Kecerdasan Spiritual Guna Melahirkan Insan Pancasilais yang Berkeadaban”. Dalam khutbahnya, ia menekankan bahwa ibadah qurban tidak hanya dimaknai sebagai ritual penyembelihan hewan semata, tetapi juga sebagai momentum memperkuat nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, dan pengendalian diri di tengah tantangan kehidupan modern.
Menurutnya, kondisi sosial saat ini menuntut masyarakat untuk tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kecerdasan spiritual dan ketajaman hati dalam menyikapi berbagai persoalan bangsa. Nilai-nilai pengorbanan Nabi Ibrahim dan keikhlasan Nabi Ismail dinilai relevan untuk dijadikan teladan dalam menghadapi era yang penuh kompetisi, individualisme, serta derasnya arus informasi digital.
Mengapa Ketajaman Hati Sangat Penting?
Menurut Ustadz Rubiul Yatim, ketajaman hati itu menjadi sangat penting dalam konteks kekinian.
Pertama, Karena Akal Bisa Pintar, Tapi Hati Bisa Mati. Banyak orang: tinggi pendidikan, hebat karier, luar biasa intelektualnya, tetapi: mudah zalim, rakus, sombong, kehilangan empati, bahkan merusak manusia lain. Karena akalnya berkembang, tetapi hatinya tidak diasah.
Baca juga : Rayakan Idul Adha Di Kampung Halaman, OSO Ajak Masyarakat Perkuat Solidaritas
Kedua, Karena Hidup Tidak Hanya Butuh Logika, Tapi Juga Nurani. Ada banyak keputusan hidup yang tidak cukup diselesaikan dengan logika semata. Misalnya: memaafkan, menolong orang, berkorban, mencintai, jujur ketika tidak diawasi, memilih benar walau merugikan diri sendiri.Semua itu lahir dari: ketajaman hati. Orang yang tajam hatinya biasanya: lebih bijaksana, lebih peka, tidak mudah menyakiti, dan mampu melihat makna di balik peristiwa.
Ketiga, Ketajaman Hati Membuat Manusia Dekat kepada Tuhan. Hati yang tajam membuat manusia: mudah tersentuh oleh ayat-ayat Allah, mudah bersyukur, mudah bertobat, dan tidak keras jiwanya. Sebaliknya, hati yang tumpul membuat manusia: sulit menerima nasihat, kehilangan rasa malu, merasa paling benar, dan jauh dari cahaya spiritual. Itu sebabnya Al-Qur’an, banyak ayat berbicara tentang: hati yang hidup, hati yang sakit, hati yang keras, dan hati yang tenang. Karena kualitas hidup manusia sebenarnya sangat ditentukan oleh kualitas hatinya.
Keempat, Ketajaman Hati Membuat Manusia Lebih Manusiawi. Dunia modern sekarang mengalami paradoks besar: teknologi makin maju, tetapi kemanusiaan sering mundur. Kita melihat: perang, korupsi, eksploitasi, kebencian, manipulasi, hilangnya empati sosial. Semua itu sering terjadi bukan karena manusia kurang pintar, tetapi karena: kehilangan ketajaman hati. Hati yang tajam akan melahirkan: empati, kasih sayang, kepedulian, dan tanggung jawab moral.

Kecerdasan Spiritual
Baca juga : Prof Tholabi: Idul Adha Momentum Perkuat Solidaritas
Selanjutnya, Ustadz Rubiul Yatim dalam ceramahnya juga memaparkan kecerdasan spiritual. Manusia itu perlu kecerdasan spiritual dalam mengaruhi perjalanan kehidupannya, tanpa kecerdsan spiritual manusia akan mudah dipengaruhi oleh situasi dan kondisi lingkungan. Ada beberpat ahla penting mengapa kecerdasan spiritual yang antara lain:
Pertama, Karena Hidup Tidak Hanya Tentang Sukses, Tapi Tentang Makna. Banyak orang: sukses, kaya, terkenal, tinggi pendidikan, tetapi tetap: gelisah, kosong, mudah depresi, kehilangan arah hidup. Kenapa? Karena manusia bukan hanya makhluk biologis atau intelektual. Manusia juga: makhluk spiritual. Kecerdasan spiritual membantu manusia menjawab: “Siapa aku?” “Untuk apa aku hidup?” “Apa tujuan hidupku?” “Apa makna penderitaan?” “Apa arti kebahagiaan sejati?”Tanpa itu, manusia bisa hidup mewah tapi batinnya rapuh.
Kedua, Kecerdasan Spiritual Membuat Manusia Tidak Mudah Hancur oleh Dunia. Orang yang hanya mengandalkan: harta, jabatan, pujian, popularitas, akan mudah runtuh ketika kehilangan semuanya. Tetapi orang yang memiliki kecerdasan spiritual: lebih tenang, lebih kuat menghadapi ujian, tidak mudah putus asa, dan tidak terlalu diperbudak dunia. Karena pusat hidupnya bukan dunia semata, tetapi: hubungan dengan Allah SWT.
Ketiga, Karena Manusia Modern Mengalami Krisis Ruhani. Sekarang dunia maju secara teknologi, tetapi: stres meningkat, depresi meningkat, bunuh diri meningkat, kesepian meningkat, kekerasan dan kejahatan meningkat. Ini menunjukkan: manusia modern banyak kehilangan dimensi spiritual. Kecerdasan spiritual membuat manusia: lebih damai, lebih bersyukur, lebih ikhlas, dan lebih sadar bahwa hidup bukan sekadar kompetisi dunia.
Keempat, Kecerdasan Spiritual Membuat Manusia Lebih Bijaksana. Orang yang cerdas spiritual biasanya: tidak mudah sombong, lebih rendah hati, lebih pemaaf, lebih penuh kasih, dan lebih mampu melihat hikmah. Karena ia sadar: dirinya hanyalah hamba, hidup ini sementara, dan semua akan dipertanggungjawabkan kepada Allah. Kesadaran ini melahirkan: kedewasaan jiwa.
Baca juga : Kirim Kurban ke Dapil, Bamsoet: Idul Adha Momentum Perkuat Ketahanan Nasional

Khutbah tersebut juga mengajak jamaah untuk menumbuhkan karakter insan Pancasilais yang berkeadaban, yakni pribadi yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, toleransi, gotong royong, dan keadilan sosial. Ustadz Rubiul Yatim mengkontekstualisasikan bahwa ketajaman hati dan ketajaman spiritual melahirkan kemanusiaan, kecerdasan spiritual melahirkan ketuhanan, melahirkan persatuan, musyawarah dan keadilan sosial. Pesan tersebut disambut antusias oleh jamaah yang memenuhi ruang utama masjid yang menciptakan suasana Iduladha yang hangat dan penuh semangat kebersamaan.
Khutbah Iduladha di Masjid At-Taqwa Universitas Pancasila ditutup dengan doa secara hikmat dan khusu'. Dalam doa tersebut, jamaah diajak memohon keberkahan, keselamatan, serta persatuan bangsa dan umat Islam agar senantiasa diberikan kekuatan iman, ketajaman hati, dan kecerdasan spiritual dalam menghadapi tantangan kehidupan saat ini.
Suasana khusyuk terasa saat seluruh jamaah mengikuti doa dengan penuh harap dan kekhidmatan. Momentum Iduladha itu sekaligus menjadi pengingat pentingnya nilai pengorbanan, kepedulian sosial, serta semangat kebersamaan dalam membangun masyarakat yang berkeadaban dan berlandaskan nilai-nilai Pancasila.
Pelaksanaan Salat Iduladha di Masjid At-Taqwa Universitas Pancasila berlangsung lancar dan penuh kekhusyukan. Setelah ibadah selesai, jamaah saling bersalaman dan melanjutkan kegiatan silaturahmi, menambah makna Hari Raya Iduladha sebagai momentum mempererat ukhuwah dan kepedulian sosial di lingkungan kampus maupun masyarakat luas.
Powered by Froala Editor
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.