Dark/Light Mode

Jaga Momentum Pertumbuhan, Menteri Purbaya Siapkan Stimulus Baru

Rabu, 6 Mei 2026 10:10 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan pers usai rapat KSSK di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (5/5/2026). Dok. Setpres
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan pers usai rapat KSSK di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (5/5/2026). Dok. Setpres

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah menyiapkan stimulus tambahan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II 2026. Stimulus tersebut direncanakan mulai berjalan pada 1 Juni mendatang. Hal itu disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa usai rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Menurut Purbaya, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,61 persen pada kuartal I 2026 menunjukkan ekonomi nasional sedang mengalami akselerasi. Sebelumnya 5,39 persen. Sekarang 5,61 persen.

Dia menilai banyak pelaku pasar belum menyadari arah positif tersebut. Kondisi itu memicu kepanikan dan mendorong keluarnya dana asing dari pasar modal domestik.

“Ekonomi kita sedang menuju pertumbuhan yang lebih cepat,” katanya.

Baca juga : Pertumbuhan Capai 5,61%, Prediksi Ekonomi Menkeu Purbaya Tidak Meleset

Karena itu, pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) akan menjaga kondisi likuiditas agar tetap stabil sekaligus menyiapkan stimulus tambahan untuk menopang pertumbuhan ekonomi.

“Stimulus tambahan sedang disiapkan dan direncanakan mulai berjalan pada 1 Juni,” ujarnya.

Meski belum merinci bentuk stimulus tersebut, pemerintah memastikan kebijakan itu akan diarahkan untuk menjaga daya beli dan aktivitas ekonomi domestik. Selain stimulus, pemerintah juga menyiapkan diversifikasi pembiayaan guna mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS.

Purbaya mengatakan pemerintah akan menerbitkan panda bond di China dengan bunga yang lebih rendah.

Baca juga : Krisis Global Jadi Momentum Perkuat Kemandirian Petrokimia RI

“Jadi kita tidak tergantung terlalu banyak ke dolar lagi,” katanya.

Menurut dia, langkah diversifikasi tersebut akan memperkuat struktur pembiayaan pemerintah di tengah gejolak global dan penguatan dolar AS.

Purbaya juga memastikan kondisi fiskal Indonesia tetap aman meski tekanan eksternal meningkat. Pemerintah, kata dia, sudah memperhitungkan berbagai risiko, termasuk asumsi harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah.

“Fiskal tetap aman. Sudah kita perhitungkan,” ujarnya.

Baca juga : Jaga Laju Pertumbuhan, Pemerintah Siapkan Gaji Ke-13, B50 Dan Percepatan Bansos

Dalam rapat KSSK, pemerintah juga membahas tekanan terhadap rupiah dan keluarnya modal asing dari pasar saham maupun surat berharga negara (SBN). Namun, pemerintah menilai kondisi tersebut masih terkendali karena fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat. Pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 menjadi salah satu yang tertinggi di kelompok negara G20.

Di akhir keterangannya, Purbaya menyebut Presiden Prabowo Subianto juga meminta masyarakat tidak khawatir terhadap kondisi ekonomi nasional.

“Pak Presiden bilang, sampaikan bahwa uang negara cukup, duitnya banyak,” kata Purbaya sambil tersenyum.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.