RM.id Rakyat Merdeka - Yayasan Masjid Cut Meutia menggelar diskusi publik dan doa bersama di Jakarta, Jumat (5/6/2026). Kegiatan bertajuk Menuju Perdamaian Dunia: Kemerdekaan Palestina sebagai Amanat Kemanusiaan dan Keadilan Internasional, tersebut menghadirkan sejumlah tokoh. Mulai dari Duta Besar Palestina untuk Indonesia hingga akademisi dan ulama.
Ketua Yayasan Masjid Cut Meutia Benny Suprihartadi mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kontribusi masyarakat sipil Indonesia dalam mendukung perdamaian dunia dan perjuangan kemerdekaan Palestina.
Menurut Benny, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi ruang intelektual dan sosial untuk membangun kepedulian terhadap isu-isu kemanusiaan global.
Ketua Panitia Pelaksana William Gunardi Syarief menyatakan diskusi tersebut digelar sebagai respons atas krisis kemanusiaan yang masih berlangsung di Palestina.
Baca juga : Hasnur Group Salurkan 218 Hewan Kurban Ke Delapan Provinsi
"Kita tidak bisa berdiam diri di tengah penderitaan yang dialami rakyat Palestina. Dalam kaidah fikih disebutkan, sesuatu yang tidak bisa dilakukan secara keseluruhan jangan ditinggalkan seluruhnya," sambung Gunardi.
Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdalfatah A.K. Alsattari memaparkan kondisi terkini rakyat Palestina yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap pangan, air bersih, dan layanan kesehatan. Abdalfatah mengajak masyarakat Indonesia untuk terus menjaga solidaritas terhadap Palestina dan lebih memprioritaskan aspek kemanusiaan dibanding perdebatan yang dapat memecah dukungan.
"Yang lebih penting adalah memikirkan apakah anak-anak di Gaza hari ini sudah mendapatkan makanan atau belum," ujar Abdalfatah.
Sementara itu, Ketua Bidang Ukhuwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Muhammad Zaitun Rasmin mengajak masyarakat untuk terus menyuarakan dukungan bagi Palestina. Menurutnya, solidaritas tidak boleh berhenti hanya karena merasa sudah ada pihak lain yang menyampaikan aspirasi serupa.
Baca juga : Pemkab Cilacap Dukung Peluncuran MIRAVIS Duo Untuk Tingkatkan Produktivitas Padi
Zaitun Rasmin menyebut situasi di Palestina masih memprihatinkan meskipun bantuan kemanusiaan mulai masuk ke sejumlah wilayah terdampak.
Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Heru Susetyo turut menyoroti penerapan hukum internasional yang dinilainya belum berjalan adil dalam menangani konflik Palestina. Ia membandingkan respons dunia internasional terhadap konflik Rusia-Ukraina yang diikuti berbagai sanksi dan tekanan diplomatik dengan penanganan konflik Palestina yang dinilai tidak memperoleh perlakuan setara.
"Lebih dari 160 negara telah mengakui Palestina, namun dukungan itu masih terbentur mekanisme veto di Dewan Keamanan PBB," sebut Heru.
Adapun jurnalis internasional Husein Gaza menegaskan bahwa perjuangan kemerdekaan Palestina tidak perlu dipandang sebagai ancaman bagi perdamaian dunia. Ia mencontohkan sejumlah peristiwa dalam sejarah Islam ketika Palestina pernah berada di bawah kekuasaan umat Islam tanpa menimbulkan kekacauan global.
Baca juga : McDonald’s Ramaikan FIFA World Cup 2026 Dukung Kemeriahan Pesta Sepak Bola
Diskusi dan doa bersama tersebut ditutup dengan seruan agar masyarakat Indonesia terus memberikan dukungan moral dan kemanusiaan kepada rakyat Palestina serta mendorong terwujudnya perdamaian yang berkeadilan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.