Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Sepakbola Korsel Sarang Nepotisme
- Susul Jannik Sinner, Zverev Kantongi Tiket ATP Finals
- War Ticket Upacara HUT Ke-81 RI di Istana Merdeka Diperpanjang 8-9 Agustus
- Borneo FC Makin Kompak, Juan Villa Beberkan Rahasia Persiapan Tim
- Antar Persebaya Juara Piala Presiden, Reza Arya Fokus Bidik Super League
RM.id Rakyat Merdeka - Kepolisian Korsel menggeledah rumah mantan pelatih tim nasional dan kantor Asosiasi Sepak bola Korea. Dugaan skandal nepotisme itu terkuak sejak Korsel memalukan di Piala Dunia 2026.
Kepolisian Korea Selatan menggeledah rumah mantan pelatih tim nasional, Hong Myung-bo, serta kantor Korea Football Association (KFA) sebagai bagian dari penyelidikan dugaan penyimpangan dalam proses penunjukannya sebagai pelatih Taeguk Warriors.
Menurut laporan media Korea, Chosun, penggeledahan dilakukan untuk mengumpulkan dokumen dan bukti terkait proses penunjukan Hong pada Juli 2024 yang sejak awal menuai kontroversi.
Baca juga : Susul Jannik Sinner, Zverev Kantongi Tiket ATP Finals
“Polisi menginvestigasi proses penunjukan mantan pelatih tim nasional Korea Selatan, Hong Myung-bo, dan menggelar operasi penggeledahan di KFA,” tulis Chosun.
Penggeledahan berlangsung di kantor pusat KFA di Cheonan pada Kamis (6/8/2026) waktu setempat. Aparat juga mendatangi kantor lama federasi di Football Hall, Jongno-gu, Seoul, yang sebelumnya menjadi markas KFA.
Sehari sebelumnya, Rabu (5/8/2026), polisi lebih dulu menggeledah kediaman Hong Myung-bo. Penyidik disebut meminta keterangan serta dokumen terkait proses pemilihannya sebagai pelatih tim nasional.
Baca juga : Alhamdulillah, Kita Imun Terhadap Gejolak Global
“Polisi menanyakan proses terpilihnya Hong Myung-bo sebagai kandidat pelatih tim nasional pada 2024 dan keputusan akhir dalam prosedur pemilihan tersebut,” lanjut laporan Chosun.
Penyelidikan ini berfokus pada dugaan obstruction of business atau menghambat proses organisasi dalam penunjukan pelatih. Sorotan muncul karena KFA menghentikan pencarian pelatih asing yang telah berlangsung selama berbulan-bulan sebelum akhirnya menunjuk Hong Myung-bo melalui proses yang dinilai tidak sesuai prosedur.
Sebelumnya, Kementerian Olahraga Korea Selatan telah menyimpulkan bahwa KFA melanggar aturan internal dalam proses pengangkatan Hong Myung-bo maupun pendahulunya, Jurgen Klinsmann. Namun, kementerian saat itu tidak menemukan bukti adanya tindakan ilegal maupun alasan untuk membatalkan kontrak Hong.
Baca juga : Agustus-September, Buruh Tak Akan Demo
Kasus ini kembali mencuat setelah kegagalan Korea Selatan di Piala Dunia 2026. Taeguk Warriors gagal lolos dari fase grup setelah hanya meraih satu kemenangan atas Republik Ceko, sebelum kalah dari Meksiko dan Afrika Selatan. Korea Selatan finis di posisi ketiga Grup A dan kalah bersaing dalam perhitungan peringkat ketiga terbaik.
Pekan lalu, Hong Myung-bo bersama mantan Ketua KFA, Chung Mong-gyu, juga menjalani pemeriksaan dalam sidang dengar pendapat di parlemen Korea Selatan.
Keduanya menyampaikan permintaan maaf kepada publik atas kegagalan tim nasional, namun penyelidikan hukum tetap berlanjut. Hingga kemarin pagi, belum ada penetapan tersangka maupun dakwaan pidana terhadap Hong Myung-bo ataupun pejabat KFA. [GO]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya