BREAKING NEWS
 

BAZNAS Luncurkan Kampung Zakat Di Sumbar, Perkuat Ekonomi Mustahik Lewat Tenun

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Jumat, 10 Juli 2026 20:56 WIB
Pimpinan BAZNAS Mokhamad Mahdum bersama Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah meluncurkan Program Kampung Zakat di Nagari Ampalu, Lima Puluh Kota, Kamis (9/7/2026). Dok. BAZNAS

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) meluncurkan Program Kampung Zakat Zakat Community Development (ZCD) di Nagari Ampalu, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, Kamis (9/7/2026). Program ini bertujuan memperkuat pemberdayaan ekonomi mustahik melalui pengembangan usaha tenun berbasis komunitas.

Program tersebut diresmikan oleh Pimpinan BAZNAS Bidang Digitalisasi, Keuangan, dan Operasional Mokhamad Mahdum bersama Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah.

Mahdum mengatakan, Program Kampung Zakat merupakan hasil kolaborasi BAZNAS, Kementerian Agama, dan BAZNAS Kabupaten Lima Puluh Kota untuk mengoptimalkan pemanfaatan dana zakat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

"Melalui program ini, zakat tidak hanya menjadi instrumen pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga menjadi penggerak usaha produktif yang mampu meningkatkan kesejahteraan mustahik," kata Mahdum.

Baca juga : Pemerintah Luncurkan SRUK, Perkuat Ekosistem Pasar Karbon Indonesia

Ia menjelaskan, program tersebut berfokus pada pemberdayaan kelompok tenun di Nagari Ampalu dengan menyasar 45 penerima manfaat. Total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 638,28 juta, terdiri atas kontribusi BAZNAS sebesar Rp 403,63 juta dan BAZNAS Kabupaten Lima Puluh Kota sebesar Rp 234,65 juta.

Menurut Mahdum, kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat ekonomi kreatif masyarakat berbasis potensi lokal. BAZNAS menargetkan tambahan pendapatan mustahik meningkat dari Rp 576.741 per bulan pada tahun pertama menjadi Rp 1,22 juta per bulan pada tahun kedua.

Adsense

Dengan peningkatan tersebut, rata-rata pendapatan mustahik diproyeksikan naik dari sekitar Rp 1,5 juta menjadi Rp 2,1 juta per bulan pada tahun pertama, lalu meningkat lagi menjadi sekitar Rp 2,7 juta per bulan pada tahun kedua.

Selain meningkatkan pendapatan, kapasitas produksi juga ditargetkan meningkat dua kali lipat. Produksi kain songket diproyeksikan naik dari 40 lembar menjadi 80 lembar per bulan. Sementara produksi kain tenun untuk bahan pakaian meningkat dari 75 lembar menjadi 150 lembar per bulan pada tahun kedua.

Baca juga : Kemenekraf Luncurkan IN-APPS 2026 Siap Jadi Mesin Baru Ekonomi Kreatif

Untuk mendukung pengembangan usaha tersebut, BAZNAS memberikan bantuan berupa dua unit alat tenun bukan mesin (ATBM) modifikasi untuk produksi sarung dan selendang, lima unit alat tenun kain, bahan baku tenun, pelatihan pengembangan usaha, serta pembangunan rumah produksi.

Mahdum menambahkan, program ini akan didampingi selama tiga tahun agar para penerima manfaat mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan. Berdasarkan hasil kajian, usaha tenun tersebut dinilai layak dikembangkan dengan rasio manfaat terhadap biaya (Benefit Cost Ratio/BCR) sebesar 2,25 dan tingkat pengembalian investasi (Return on Investment/ROI) mencapai 322 persen per tahun.

"BAZNAS akan terus mengembangkan Program Kampung Zakat di berbagai daerah melalui berbagai model pemberdayaan agar mustahik dapat meningkatkan pendapatannya, menjadi mandiri, bahkan bertransformasi menjadi muzaki," ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mengapresiasi peluncuran Program Kampung Zakat di Nagari Ampalu. Menurutnya, program tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam memperkuat ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

Baca juga : BAZNAS Dan MUI Beri Anugerah Kepatuhan Zakat Kepada 56 Perusahaan Syariah

"Pemerintah Provinsi Sumatera Barat siap mendukung keberlanjutan Program Kampung Zakat BAZNAS sebagai salah satu program pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis zakat. Kami berharap kolaborasi antara BAZNAS dan pemerintah daerah terus diperkuat agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat," kata Mahyeldi.

Peluncuran Program Kampung Zakat turut dihadiri Bupati Lima Puluh Kota, jajaran BAZNAS Provinsi Sumatera Barat dan BAZNAS Kabupaten Lima Puluh Kota, perwakilan Kementerian Agama, anggota DPRD Kota Padang, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta Kelompok Tenun Puspa binaan BAZNAS.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense