Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- IHSG Merah Di Awal Perdagangan, Turun Ke 5.984
- Kakorlantas Ungkap Tantangan Baru Lalu Lintas di Era Teknologi & Bonus Demografi
- Yulisman: Ekspor Listrik Hijau Harus Maksimalkan Nilai Tambah untuk RI
- Riset Doktor Ilmu Komunikasi: Algoritma Medsos Turut Tentukan Narasi IKN
- Persija Resmi Rekrut Pratama Arhan
Kemenekraf Luncurkan IN-APPS 2026 Siap Jadi Mesin Baru Ekonomi Kreatif
Rabu, 8 Juli 2026 21:16 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah berkomitmen terus memberi panggung lebih besar bagi industri aplikasi digital. Potensinya dinilai mampu menjadi penggerak baru ekonomi kreatif nasional.
Komitmen itu ditandai dengan peluncuran awal Indonesia Application Summit (IN-APPS) 2026 oleh Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif bersama Sinar Mas Land, Asosiasi Piranti Lunak Telematika Indonesia (ASPILUKI), dan PT Kaya Indonesia di BSD City, Tangerang, Selasa (8/7/2026).
Forum yang akan berlangsung pada 16-17 September 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City tersebut menjadi ajang nasional pertama yang secara khusus mengangkat subsektor aplikasi sebagai salah satu pilar ekonomi kreatif Indonesia.
Baca juga : Menhut: Hutan Tak Hanya Lestari, Tapi Juga Penggerak Ekonomi Baru
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menegaskan, aplikasi digital kini bukan lagi sekadar produk teknologi, tetapi telah berkembang menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi kreatif.
"Aplikasi digital hari ini bukan sekadar produk teknologi, melainkan mesin baru penggerak ekonomi kreatif nasional. Melalui IN-APPS 2026, kami ingin memperkuat sinergi antara pemerintah, industri, dan talenta digital agar Indonesia mampu melahirkan lebih banyak aplikasi yang berdaya saing global," ujar Riefky.
Menurut Riefky penguatan ekosistem aplikasi menjadi penting agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar digital, tetapi juga mampu melahirkan lebih banyak inovasi karya anak bangsa yang kompetitif di tingkat global.
Baca juga : Dodhy Luncurkan Band Setengah 12, Siapkan Wadah Baru untuk Berkarya
Sementara itu, Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekonomi Kreatif Muhammad Neil El Himam menambahkan, pengembangan industri aplikasi membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
"Tidak hanya menyiapkan talenta digital, tetapi juga memperkuat model bisnis serta membuka akses pendanaan bagi para pengembang aplikasi lokal," ujarnya.
Dukungan juga datang dari industri. Ketua Umum ASPILUKI Djarot Subiantoro mengatakan IN-APPS 2026 akan menjadi ruang strategis bagi para developer untuk bertukar pengetahuan, memperluas jaringan, hingga membuka peluang kerja sama dengan mitra dari dalam maupun luar negeri.
Baca juga : Menekraf Ajak Lulusan STIAMI Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif
Sementara PT Kaya Indonesia selaku penyelenggara menilai forum tersebut diharapkan menjadi jembatan yang mempertemukan pengembang aplikasi dengan investor, pelaku usaha, dan pengambil kebijakan sehingga mampu melahirkan kolaborasi yang berdampak langsung terhadap pertumbuhan industri.
Selain menghadirkan konferensi, IN-APPS 2026 juga akan diramaikan pameran teknologi dan sesi business matching.
Diharapkan forum ini menjadi momentum memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan baru industri aplikasi digital di kawasan sekaligus mendorong lahirnya lebih banyak inovasi berbasis karya anak bangsa.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya