RM.id Rakyat Merdeka - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bersama petani binaan Program Lumbung Pangan menggelar panen raya sebanyak 150 ton gabah kering panen (GKP) di Desa Kwala Gunung, Kecamatan Datuk Lima Puluh, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, Rabu (22/7). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi mustahik sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Hasil panen tersebut berasal dari lahan seluas 32 hektare yang dikelola secara berkelanjutan oleh 52 petani yang tergabung dalam tiga kelompok tani binaan BAZNAS.
Ketua BAZNAS Sodik Mudjahid mengatakan, Program Lumbung Pangan merupakan bentuk optimalisasi pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mendukung ketahanan pangan.
"Program Lumbung Pangan BAZNAS ini dirancang untuk mengoptimalkan potensi zakat dalam meningkatkan kesejahteraan para petani binaan sekaligus mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Batu Bara," kata Sodik saat menghadiri panen raya.
Baca juga : Pertamina Patra Niaga Lakukan Lifting Perdana B50, Perkuat Ketahanan Energi
Ia menjelaskan, program pemberdayaan pertanian BAZNAS di Kabupaten Batu Bara kini telah menjangkau 258 petani yang mengelola lahan seluas 180,3 hektare. Berbagai varietas padi adaptif, seperti Sebatu, Serang, MR, Sedayu, hingga Proton dibudidayakan dengan potensi produksi mencapai 1.082 ton GKP setiap musim panen atau bernilai ekonomi sekitar Rp7,3 miliar.
Menurut Sodik, capaian tersebut menunjukkan bahwa zakat tidak hanya berfungsi sebagai bantuan sosial, tetapi juga mampu menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi yang meningkatkan produktivitas masyarakat.
Secara nasional, sejak 2018 Program Lumbung Pangan BAZNAS telah dikembangkan di 21 lokasi yang tersebar di 11 provinsi. Melalui program tersebut, BAZNAS telah menyalurkan bantuan senilai Rp10 miliar kepada 1.629 mustahik yang bergerak di sektor pertanian.
Sodik menambahkan, Program Lumbung Pangan kini menjadi salah satu dari 13 program prioritas BAZNAS periode 2026–2031. Fokusnya tidak hanya memberikan bantuan modal, tetapi juga pendampingan teknis, penyediaan teknologi pertanian, hingga memperluas akses pasar bagi petani.
Baca juga : Jaga Pertumbuhan Ekonomi, Pemerintah Kebut Belanja dan Jaga Daya Beli Masyarakat
"Keberhasilan program pertanian di Kabupaten Batu Bara ini tidak terlepas dari kolaborasi erat antara BAZNAS, Pemerintah Provinsi Sumatra Utara, Pemerintah Kabupaten Batu Bara, akademisi, ulama, hingga komunitas penerima manfaat," ujarnya.
Sementara itu, Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian mengatakan pemerintah daerah terus memperkuat sektor pertanian melalui pengembangan sekitar 86 hektare lahan demplot padi modern. Langkah tersebut sejalan dengan upaya mendukung program ketahanan pangan nasional yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
"Kalau kita punya ketahanan pangan yang luar biasa, maka kita tidak akan pernah goyah," kata Baharuddin.
Ketua BAZNAS Kabupaten Batu Bara Jum'ah Hadirsyah menambahkan, pihaknya secara konsisten menjalankan program pemberdayaan ekonomi berbasis pertanian sejak 2018 melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah.
Baca juga : Pesan Padmanaba Kepada Sang Juara
Menurutnya, sinergi dengan BAZNAS RI semakin memperkuat program tersebut melalui penyaluran bantuan sebesar Rp373 juta kepada tiga kelompok tani di Desa Kwala Gunung.
"Pencapaian perekonomian umat adalah PR kita bersama. Karena itu, kami mengucapkan terima kasih atas seluruh dukungan. Kami berharap kegiatan ini menjadi titik awal kebangkitan pemberdayaan ekonomi berbasis zakat," pungkas Jum'ah.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.