Dark/Light Mode

Pesan Padmanaba Kepada Sang Juara

Rabu, 22 Juli 2026 09:57 WIB
DR Ki Rohmad Hadiwijoyo
DR Ki Rohmad Hadiwijoyo
Dalang Wayang Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Gonjang-ganjing perpolitikan tanah air terhibur sejenak selama kejuaraan sepak bola dunia berlangsung. Perhelatan akbar mampu menggerakkan roda ekonomi sekitar 30 miliar dolar AS selama sebulan. Puncak pesta sepak bola dunia mengantarkan Spanyol sebagai juara dunia dalam waktu perpanjangan. Kolaborasi sektor olahraga, bisnis dan hiburan merupakan model mesin pertumbuhan ekonomi masa depan di tengah kelesuan ekonomi global.

“Lamine Yamal dan Lionel Messi keduanya sama-sama hebat, Mo. Yamal kecil pernah ditimang dan dimandikan Messi,“ celetuk Petruk cengengesan. Romo semar mesem mengamini apa yang dikatakan Petruk. Sebetulnya Romo Semar sedang prihatin dengan gaduhnya penegak hukum yang terseret kasus korupsi.

Seperti biasa, Romo Semar mengawali paginya dengan secangkir kopi pahit. Seduhan kopi Arabika Kintamani Bali terasa spesial di pagi yang cerah. Penganan pisang rebus dan ubi bakar menambah semarak sarpan pagi padepokan Klampis Ireng. Kepulan asap rokok klobot membawa ingatannya ke zaman Mahabarata. Di mana, Resi Padmanaba selalu berpesan kepada Narayana dan Arjuna untuk tidak takabur sebagai pemenang.

Baca juga : Tumbangnya Kepiting Alengka

Kocap kacarito, Resi Padmanaba bersemayam di pertapaan di lereng gunung Untarayana. Padmanaba merupakan keturunan dewa Wisnu yang mempunyai tugas menjaga perdamaian dan kesejahteraan dunia. Padmanaba sebagai guru spiritual berkewajiban membimbing satria titising dewa Wisnu.

Narayana dan Arjuna adalah dua titising Wisnu di era Mahabarata. Kedua satria tersebut berguru kepada Resi Padmanaba dalam waktu yang tidak bersamaan. Arjuna berguru lebih dulu dibanding Narayana.

Selama berguru kepada Resi Padmanaba, Arjuna diberi tiga ajian sakti. Yang pertama adalah ajian Sepi Angin, memiliki kesaktian lari secepat angin. Sedangkan berikutnya adalah ajian Malaya Bumi, dapat menghilang tanpa jejak. Ajian Sepali Putri, Arjuna dapat berubah wujud sebagai pria maupun wanita.

Baca juga : Wisanggeni Penyelamat Kerajaan Amarta

Ketiga ajian Arjuna tebukti ampuh dalam Perang Baratayuda. Yaitu perang saudara antara satria Pandawa dan Kurawa dalam merebut kembali tahta Kerajaan Hastina. Arjuna sebagai titising Dewa wisnu berhasil menumpas kebatilan para Kurawa.

Narayana mendapat tiga pusaka sakti dari Resi Padmanaba. Senjata Cakra yang berwujud anak panah dengan hulu roda dengan delapan ketajaman. Pusaka kedua berupa kembang Wijaya Kusuma. Wijaya Kusuma dapat menghidupkan orang mati yang belum takdirnya. Sedangkan pusaka terakhir berupa panah Kesawa, dapat mengubah wujud menjadi raksasa sebesar gunung.

Ketiga pusaka tersebut terbukti kesaktiannya saat melawan Kangsa Dewa yang merupakan musuh Kerajaan Mandura. Kangsa Dewa tewas dengan senjata Cakra yang dilepaskan Narayana. Kelak Narayana menjadi raja besar di Kerajaan Dwarawati.

Baca juga : Kritik Wibisana Kepada Rahwana

“Lalu hubungannya apa dengan Yamal dan Messi, Mo,” sela Petruk penasaran. “Keduanya memiliki kehebatan yang sama seperti Narayana dan Arjuna,” jawab Romo Semar pendek. “Kesaktian tinggi memiliki tanggung jawab yang besar. Boleh merasa hebat tapi jangan sampai takabur. Apalagi sampai adigang, adigung dan adiguna," papar Romo Semar sambil ngeloyor pergi. Oye

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.