Dark/Light Mode

Indonesia Membutuhkan Stabilitas Ekonomi, Politik, Hukum, Dan Ketahanan Nasional Untuk Indonesia Raya

Senin, 20 Juli 2026 07:32 WIB
Prof. Dr. Ermaya Suradinata
Prof. Dr. Ermaya Suradinata

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketidakpastian telah menjadi wajah baru dunia. Ketika perang belum sepenuhnya berakhir di berbagai kawasan, rivalitas kekuatan besar semakin tajam, disrupsi teknologi ­berlangsung tanpa jeda, dan tekanan terhadap ekonomi global terus meningkat, maka setiap negara dituntut memiliki daya tahan yang jauh lebih kuat dibandingkan sebelumnya.

Dalam situasi seperti itu, Indo­nesia tidak cukup hanya ­mengandalkan besarnya pasar domestik, kekayaan sumber daya alam, atau bonus demografi. Yang lebih menentukan adalah kemampuan bangsa menjaga stabilitas ekonomi, politik, hukum, dan keamanan sebagai fondasi keberlanjutan pembangunan. Tanpa stabilitas, pertumbuhan akan rapuh; tanpa persatuan, kemajuan mudah terhenti.

Baca juga : MBG Dan Global Nutrition Report 2026

Di sinilah pemikiran ­Trisakti Bung Karno menemukan ­relevansinya. Gagasan tentang berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan ber­kepribadian dalam ke­budayaan bukan sekadar romantisme sejarah, melainkan kompas yang tetap relevan menghadapi perubahan dunia abad ke-21. Kedaulatan politik memberikan ­ruang bagi Indonesia menentukan kepentingannya sendiri di tengah tarik-menarik geopolitik global. Kemandirian ekonomi memperkuat daya tahan bangsa terhadap gejolak pasar inter­nasional, sementara kepri­badian dalam kebu­dayaan menjaga identitas nasional agar tidak tercerabut oleh arus globalisasi.

Karena itu, membangun stabilitas nasional sesungguhnya merupakan bagian dari ikhtiar mewujudkan Trisakti dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Namun, Trisakti tidak akan pernah menjadi kenyataan apabila tidak ditopang oleh karakter bangsa yang konstruktif. Indonesia memerlukan cara berpikir yang menjadikan setiap tantangan sebagai momentum memperkuat persatuan, bukan memperbesar perpecahan; mengedepankan solusi, bukan memperpanjang konflik; serta menempatkan kepentingan nasional di atas kepentingan kelompok maupun politik jangka pendek.

Baca juga : Perkuat Dan Waspada Sistem Pertahanan-Keamanan Guna Menjaga Kedaulatan NKRI

Karakter konstruktif tersebut pertama-tama menuntut kemampuan bangsa dalam menge­lola manajemen krisis secara adaptif. Dunia saat ini menghadapi ancaman yang tidak lagi bersifat konvensional. Krisis kesehatan, konflik geopolitik, gangguan rantai pasok global, serangan siber, hingga bencana akibat perubahan iklim dapat muncul secara bersamaan dan saling memengaruhi. Oleh sebab itu, Indonesia membutuhkan sistem manajemen krisis yang terintegrasi, berbasis data, mampu mendeteksi risiko sejak dini, serta didukung ­kepe­mimpinan yang responsif dan koordinasi antarlembaga yang efektif.

Negara yang memiliki kapasitas mengelola krisis akan mampu menjaga stabilitas nasional, sekaligus memper­tahankan kepercayaan masyarakat dan dunia usaha. Keberhasilan manajemen krisis sangat bergantung pada ­soliditas seluruh komponen bangsa. Tidak ada negara yang mampu menghadapi tantangan besar apabila energi ­nasional ­justru habis akibat konflik inter­nal. Pemerintah, lembaga ­legislatif, aparat keamanan, dunia usaha, akademisi, media massa, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, hingga masyarakat sipil harus bergerak dalam satu irama, yakni menjaga kepentingan nasional di atas kepentingan sektoral maupun politik sesaat.

Baca juga : Bela Negara Menjadi Tugas Bersama Mewujudkan Kedaulatan NKRI

Demokrasi memang membuka ruang bagi perbedaan pan­dangan, tetapi perbedaan tersebut harus menjadi sumber kekuatan dalam merumuskan solusi, bukan menjadi alasan ­untuk memperuncing polarisasi. Di tengah meningkatnya kompetisi global, maka persatuan ­nasional merupakan modal stra­tegis yang nilainya jauh lebih besar dibandingkan kekayaan sumber daya alam sekalipun.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.