Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Lintasan Ketapang-Gilimanuk Selalu Padat
ASDP Perkuat Kapasitas Layanan Penyeberangan
Minggu, 19 Juli 2026 06:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kepadatan berkepanjangan di lintasan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk mendorong PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mempercepat sejumlah langkah operasional dan pembangunan infrastruktur. Upaya tersebut dilakukan bersama Pemerintah guna meningkatkan kapasitas layanan dan memperlancar arus logistik serta mobilitas masyarakat di jalur penghubung Jawa-Bali.
Tekad Pemerintah mempercepat langkah penanganan masalah itu dilakukan melalui penguatan koordinasi lintas sektor. Sebagai informasi, dalam pertemuan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (15/7/2026), disepakati sejumlah langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas layanan, sekaligus memastikan kelancaran arus logistik dan mobilitas masyarakat di koridor penghubung Jawa–Bali tersebut.
Dalam menindaklanjuti arahan Pemerintah tersebut, Direktur Utama ASDP Heru Widodo memahami dampak yang dirasakan masyarakat dan pelaku usaha akibat kepadatan di lintasan Ketapang–Gilimanuk.
Untuk itu, pihaknya telah melakukan koordinasi intensif bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Pemerintah Daerah (Pemda), Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), kepolisian, Gapasdap (Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan), Indonesian National Ferryowners Association & Port (INFA) dan asosiasi angkutan logistik, guna memastikan penanganan dilakukan secara terpadu.
“Kami tidak hanya fokus pada penanganan operasional harian. Tetapi, juga mempercepat penyelesaian akar persoalan melalui penguatan kapasitas layanan dan kolaborasi lintas sektor,” ujar Heru di Jakarta, Jumat (17/7/2026).
Baca juga : Efek Jera Dinilai Ampuh Menekan Angka Tawuran
Heru membeberkan, di lapangan, ASDP terus mengoptimalkan pola operasi kapal, memaksimalkan kapasitas armada, menyiapkan kantong parkir tambahan bagi kendaraan logistik agar antrean tidak meluas ke jalan nasional.
Serta mendorong pengguna jasa membeli tiket lebih awal melalui aplikasi Ferizy untuk mengatur distribusi kedatangan kendaraan ke pelabuhan.
Lalu, sebagai bagian dari penguatan infrastruktur, perseroan juga menyiapkan peningkatan kapasitas Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk melalui pembangunan bertahap tiga pasang movable bridge Dermaga 1, 2, dan 3 berkapasitas 50 ton, yang ditargetkan rampung pada 2029.
Selain itu, pengembangan turut mencakup pembangunan akses penghubung Ketapang–Bulusan guna memperlancar arus kendaraan.
Yang pasti, imbuh Heru, pihaknya siap menjalankan arahan Pemerintah dan terus memperkuat layanan agar lintasan Ketapang– Gilimanuk semakin andal, aman.
Baca juga : Jejak Kotor Wasit Final
“Dan mampu mengantisipasi pertumbuhan mobilitas masyarakat, serta logistik nasional secara berkelanjutan,” ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menegaskan, Pemerintah telah menyiapkan berbagai alternatif solusi yang akan dijalankan secara bertahap dalam penanganan kepadatan di lintasan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk.
Yakni, mulai dari pembangunan dan optimalisasi dermaga, peningkatan kapasitas dermaga existing, pengoperasian kapal berukuran lebih besar, hingga optimalisasi pelabuhan pendukung seperti Jangkar, Tanjungwangi.
Serta pemanfaatan Pelabuhan Celukan Bawang di Bali Utara sebagai jalur alternatif pada periode puncak.
“Kepadatan kini tidak hanya terjadi saat musim libur. Tetapi juga pada hari-hari biasa. Karena itu, kapasitas layanan harus segera ditingkatkan,” tegas Dudy.
Baca juga : De La Fuente Bangkitkan Roh Juara 2010
Ia juga secara khusus meminta ASDP Indonesia Ferry mempercepat penggunaan kapal berkapasitas lebih besar di lintasan Ketapang–Gilimanuk.
“Ini bertujuan agar mampu mengangkut lebih banyak kendaraan dan penumpang dalam setiap perjalanan, sehingga waktu tunggu dapat ditekan,” katanya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menuturkan, pertemuan tersebut berlangsung sangat produktif karena menghasilkan kesepahaman lintas kementerian dan Pemda dalam memperkuat konektivitas transportasi nasional.
“Pertemuan ini membahas banyak agenda strategis dan menjadi langkah bersama untuk menghadirkan solusi yang lebih komprehensif bagi masyarakat,” pungkas Khofifah. [IMA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya