BREAKING NEWS
 

Untuk Siapa Sebenarnya Kita Berpakaian?

Writer : Yunus Pramono
Editor : UJANG SUNDA
Jumat, 2 Oktober 2026 16:47 WIB
Ilustrasi wanita berkapaian syari (Gambar dibuat dengan AI)

Kalau pakaianmu bisa bicara… kira-kira ia akan menjadi saksi untukmu, atau justru sebaliknya?

Kita sering begitu sibuk memikirkan bagaimana agar terlihat cantik di mata manusia. Memilih pakaian yang bagus. Memilih warna yang cocok. Memikirkan model yang sedang tren. Bahkan terkadang kita rela mengeluarkan banyak biaya agar penampilan terlihat sempurna.

Tapi, pernahkah kita bertanya kepada diri sendiri “Apakah pakaian yang aku kenakan hari ini sudah sesuai dengan apa yang Allah ridha?” Sebab, pada akhirnya, yang paling penting bukan hanya bagaimana manusia memandang kita, tetapi bagaimana Allah memandang kita.

Pakaian syar’i bukan tentang merasa paling baik, bukan pula tentang merasa diri sudah paling sempurna. Kita semua masih belajar. Ada yang sedang belajar memperbaiki hijabnya, ada yang sedang belajar meninggalkan pakaian ketat, ada yang sedang belajar meninggalkan pakaian transparan, ada yang baru mulai memahami pentingnya menutup aurat. Dan tidak mengapa kita tidak harus menunggu menjadi sempurna untuk mulai taat, yang penting adalah terus berusaha menjadi lebih baik dari hari ke hari.

Allah ﷻ berfirman dalam Surah An-Nur ayat 31:

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ

“Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman agar mereka menjaga pandangannya, memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat.” (QS. An-Nur: 31)

Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa menjaga aurat bukan sekadar persoalan pakaian, Ia adalah bagian dari ketaatan dan penjagaan kehormatan seorang muslimah.

Allah juga berfirman:

“Tetapi pakaian takwa, itulah yang paling baik.”
(QS. Al-A’raf: 26)

Masya Allah, berarti pakaian terbaik bukan hanya pakaian yang terlihat indah dari luar, tetapi pakaian yang dipilih dengan hati yang ingin taat kepada Allah. Lalu, seperti apa pakaian yang sebaiknya dikenakan seorang muslimah? Di antaranya:

  1. Menutup aurat dengan baik.
  2. Kerudung menutup kepala hingga dada.
  3. Tidak menggunakan kain yang tipis atau transparan.
  4. Tidak memakai pakaian yang ketat hingga memperlihatkan lekuk tubuh.
  5. Pakaian tidak menyerupai pakaian yang dilarang.
  6. Memakai pakaian yang sopan dan menjaga kehormatan.
  7. Tetap memperhatikan kebersihan, kerapian, dan keindahan tanpa melanggar batas yang telah ditetapkan syariat.

Dan satu hal yang tak kalah penting adalah, jangan menjadikan pakaian syar’i sebagai alasan untuk merasa lebih tinggi daripada orang lain. Kita menutup aurat bukan karena kita lebih baik, kita menutup aurat karena kita sedang berusaha taat. Kalau hari ini kita sudah lebih baik daripada kemarin, maka bersyukurlah. Kalau masih ada yang belum sempurna, jangan menyerah, teruslah belajar. Teruslah memperbaiki diri, teruslah meminta pertolongan Allah.

Kepada para kaum muslimah, jangan sampai kita begitu takut terlihat kurang cantik di hadapan manusia, tetapi tidak takut ketika pakaian kita tidak sesuai dengan apa yang Allah perintahkan. Kecantikan akan berubah, tren akan berganti. Pakaian yang hari ini dianggap modis, suatu saat mungkin sudah tidak lagi dikenakan. Tetapi amal ketaatan akan menjadi bekal kita ketika menghadap Allah.

Dan untuk para orang tua, mari kita ajarkan anak-anak perempuan kita tentang aurat sejak dini. Bdengan kemarahan, bukan dengan celaan, tetapi dengan kasih sayang, keteladanan, dan kesabaran. Biasakan mereka berpakaian sopan ketika sekolah, bermain, bepergian, maupun dalam aktivitas sehari-hari. Karena anak-anak tidak hanya mendengarkan apa yang kita katakan, mereka juga melihat apa yang kita contohkan.

Maka, mulai hari ini, sebelum kita bertanya, “Apakah pakaian ini membuatku terlihat cantik?” Cobalah bertanya: “Apakah pakaian ini membuatku semakin dekat dengan ketaatan kepada Allah?”

Karena, suatu hari nanti, pakaian yang kita kenakan mungkin bukan lagi sekadar bagian dari penampilan, Ia bisa menjadi saksi. Semoga ia menjadi saksi bahwa kita pernah berusaha menjaga kehormatan diri, bahwa kita pernah berusaha melawan keinginan untuk mengikuti semua yang sedang tren, pernah memilih taat, meskipun tidak selalu mudah. Semoga ketika kita menghadap Allah kelak pakaian kita menjadi saksi kebaikan, bukan saksi kelalaian.

Semoga Allah membimbing kita semua untuk terus memperbaiki diri, menjaga aurat, menjaga kehormatan, dan istiqamah dalam ketaatan. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Powered by Froala Editor

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense