Sebelumnya
Duta Besar AS untuk Israel, Tom Nides, mentweet bahwa dia “sangat sedih” mengetahui kematian Abu Akleh dan menyerukan penyelidikan menyeluruh.
Israel telah melakukan serangan hampir setiap hari di Tepi Barat yang diduduki dalam beberapa pekan terakhir. Menurut Israel, kota Jenin, khususnya kamp pengungsinya, telah lama dikenal sebagai benteng militan.
Baca juga : Peremajaan Sawit Tak Mudah, Tantangan Terberatnya Legalitas Lahan
Abu Akleh lahir pada 3 Januari 1971 di Yerusalem, datang dari keluarga beragama Kristen. Dia berkewarganegaraan Amerika. Dia bergabung dengan Aljazeera, stasiun TV yang berbasis di Qatar, sejak 1997. Selama berkarier, dia telah meliput beragam isu yang berkaitan dengan konflik Palestina-Israel.
Bahkan, dia juga turut meliput serangan Intifada Pertama yang melanda Palestina, tahun 2000. Shireen dikenal sebagai sosok yang banyak berkontribusi dalam berbagai kegiatan sosial internasional. Dia aktif dalam sebuah gerakan sosial Miftah yang menyuarakan perdamaian dan diplomasi global. Miftah berbasis di Ramallah, Palestina.
Baca juga : Keliling Pelatnas SEA Games, Menpora Usung Semangat Paradigma Baru Olahraga
Dia juga tergabung dalam United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East (UNRWA). UNRWA merupakan organisasi PBB untuk membantu para pengungsi Palestina .***
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.