BREAKING NEWS
 

Australia Cemas Polisi China Beroperasi Di 80 Kota Dunia

Reporter : PAUL YOANDA
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Rabu, 19 Oktober 2022 22:33 WIB
Sejumlah media Australia melaporkan, China telah mendirikan operasi polisi di luar negeri. Operasi itu merupakan bagian dari keamanan global di bawah Belt and Road Initiative.

 Sebelumnya 
Tidak ada tanggapan resmi dari Kepolisian Federal Australia maupun perwakilan China di Australia mengenai temuan ini. Namun, Direktur Kampanye Safeguard Defenders Laura Harth mengatakan, titik kontak Sydney mirip dengan kantor polisi luar negeri China di negara lain. Setiap negara menggunakan nama yang berbeda.

“Tampaknya mereka menggunakan kerangka kerja orga￾lnisasi United Front Work yang sudah ada di seluruh dunia untuk membangun fungsionalitas ekstra ini,” kata Harth.

Baca juga : Survei Elektabilitas Charta Politika: Ganjar Meroket Di Jateng dan Lampung

Laporan Safeguard Defenders juga mengatakan, kantor-kantor luar negeri telah dikembangkan bersamaan dengan kampamnye internasional China, untuk membawa kembali 230 ribu warga negara mereka yang menghadapi proses pidana di Negeri Tirai Bambu.

“Bukti yang muncul dengan cepat menunjukkan, kampanye online yang ekstensif dan peng￾gunaan kantor polisi di luar negeri dilakukan dalam operasi itu di lima benua,” tulis laporan itu.

Baca juga : Polri Akan Tindak Perusuh Di Luar Stadion Kanjuruhan

Laporan tersebut mengatakan, operasi tersebut menggunakan ancaman terhadap keluarga dan kerabat. Termasuk merampas hak anak-anak tersangka untuk mendapatkan pendidikan di China.

Pakar keamanan juga khawatir kantor polisi serupa melanggar hukum internasional dan berpotensi melanggar kedaulatan. Pengacara HAM China Sam Huang berdalih, operasi itu bisa membantu beberapa warga China untuk menghadapi tantangan di luar negeri. Tapi terlalu dini untuk mengatakan jika itu akan membuat dampak positif.

Baca juga : DAMRI Rute Botani Square - Bandara Halim Kembali Beroperasi, Ini Jadwalnya

“Ini adalah sistem polisi paralel di atas kerja sama polisi bilateral, dan dapat mengganggu penyelidikan polisi atau proses di negara-negara itu,” kata Huang.

Huang mengakui, kurangnya kejelasan dan transparansi dalam lingkup operasi titik kontak, bisa memicu kekhawatiran. Bahwa diaspora China di negara-negara tersebut dapat menjadi subjek pengawasan atau penyelidikan rahasia. ■ 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense