Sebelumnya
Ia melanjutkan, dari dulu, warga Ukraina hidup di dataran. Tanahnya subur. Banyak sumber daya alam yang bisa dinikmati.
“Dulu, para pria biasanya sehabis membajak tanah dan menanaminya dengan berbagai tanaman pangan, mereka akan lanjut latihan pedang. Ini hal biasa,” tambahnya.
Baca juga : Warga Ukraina Juga Ada Yang Mengungsi Ke Bali
Kenapa malah latihan pedang usai bertani? Dubes Hamianin mengatakan bahwa Ukraina, sejak dulu, rawan diserang pihak yang iri dengan mereka.
“Siapa yang tidak mau tanah sesubur Ukraina. Tentu saja akan banyak yang menyerang Ukraina, memecah belah kami. Tapi kami selalu kembali menjadi satu,” lanjutnya.
Baca juga : Di Era Digital, Kampanye Bertemu Langsung Masyarakat Masih Diperlukan
Berbagai cobaan ini, menurut dubes yang hobi bulu tangkis ini, yang menjadikan warga Ukraina pantang menyerah dan tidak mudah dijajah dan dijadikan budak. “Gen kami menolak dijajah,” tegasnya.
Menurutnya, Ukraina mirip dengan Indonesia, yang juga memiliki banyak suku dan bahasa. “Kami tidak hanya dihuni masyarakat berbahasa Ukraina, bahasa Romania, Polandia. Semua berbaur, tidak ada diskriminasi,” ungkapnya.
Baca juga : Husnul Khatimah, Ini 12 Rekor Baru Messi Usai Piala Dunia Qatar
“Di sini ada yang berbahasa Betawi, Jawa, Batak dan Sunda. Mereka ngobrol dan saling mengerti. Di Ukraina juga seperti itu,” pungkasnya. ****
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.