RM.id Rakyat Merdeka - Desakan agar Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mundur dari pencapresan makin deras disuarakan internal Partai Demokrat. Wakil Presiden Kamala Harris disebut-sebut pengganti yang dapat menghadapi capres Partai Republik, Donald Trump. Namun, Biden sepertinya maju tak gentar.
Biden bersikeras sebagai orang yang dapat menyatukan kembali Amerika dalam masa jabatan kedua di Gedung Putih, dan dia siap untuk pekerjaan itu.
Penegasan itu berulang kali disampaikan Biden dalam setiap kampanyenya. Namun, sejumlah tokoh Partai Demokrat yang meragukan posisinya sebagai capres terus bertambah.
Baca juga : Gazalba Saleh Berkali-kali Mohon Agar Tidak Ditahan
Dilansir media massa AS, Politico, anggota DPR Fraksi Demokrat saling kontak pada Minggu (7/7/2024). Mereka adalah Adam Smith dari Washington, Jerry Nadler dari New York, Mark Takano dari California dan Joe Morelle dari New York. Mereka mendesak Biden menarik diri dari laga Pilpres AS 2024.
Keempat anggota parlemen tersebut memegang posisi berpengaruh dalam kaukus Demokrat DPR. Smith menjabat sebagai anggota senior di Komite Angkatan Bersenjata. Sementara Nadler, Takano dan Morelle memegang posisi serupa di komite Kehakiman, Urusan Veteran, dan Administrasi DPR.
Tak peduli atas desakan mundur, Biden terus berusaha mengembalikan kembali kepercayaan pemilih. Di tengah ketidakpastian nasib pencalonannya, Biden muncul di dua acara kampanye di Pennsylvania, negara bagian kunci, Minggu (7/7/2024).
Baca juga : Akhirnya Dinikahi Ibrahim Risyad
Kamala Harris juga ikut membantu. Saat menghadiri festival musik di New Orleans, Sabtu (6/7/2024), Harris menyampaikan bahayanya jika Donald Trump kembali berkuasa.
“Ini mungkin Pemilu paling signifikan dalam hidup kita,” ujar Harris sembari menyebut bahwa Biden merupakan pilihan terbaik demi masa depan Negeri Paman Sam.
Kunjungan Harris ke festival musik dan budaya tahunan kulit hitam ini untuk menarik dukungan para pemilih yang hadir ke acara tersebut. Belajar dari Pilpres AS 2020, dukungan pemilih dari kalangan kulit hitam berhasil membawa Biden ke Gedung Putih.
Baca juga : Ajakan Mahfud MD: Terima Hasil Pilpres, Jangan Marah Mulu
Berdasarkan data CNN, Biden mengalahkan Trump dengan 87 persen berbanding 12 persen di antara pemilih kulit hitam pada Pilpres 2020.
“Kita bisa melewati ini. Kita akan kembali memenangkan Pemilu ini dengan selisih besar,” yakin Harris.
Gedung Putih dalam beberapa hari terakhir berjuang untuk meredakan kekhawatiran tentang kemampuan Biden berkuasa lagi, setelah penampilannya yang buruk dalam debat perdana capres di CNN, pekan lalu.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.