Sebelumnya
“India ingin memberi Rusia ruang untuk bermanuver,” kata Direktur Carnegie Russia Eurasia Center di Berlin, Jerman, Alexander Gabuev.
Menurutnya, India mungkin tidak memiliki tuas untuk menarik Rusia menjauh dari China. Tetapi mereka ingin memberikan sebanyak mungkin kesempatan agar Rusia tidak menaruh semua telur di keranjang China.
Apalagi, India dan China mengalami kebuntuan di sepanjang perbatasan Himalaya yang disengketakan. Tentunya, netralitas Rusia sangat penting bagi keamanan nasional India.
“China adalah tantangan utama. Namun, kami benar-benar tidak mampu melakukan apa pun untuk mengubah teman menjadi musuh,” terang mantan Duta Besar India untuk Rusia Pankaj Saran, dilansir Financial Times.
Baca juga : KPK Bongkar Pungli Wisatawan Dan Hotel
Sebuah pernyataan dikeluarkan Departemen Luar Negeri (Deplu) AS berkaitan dengan kunjungan Modi ke Rusia. Kemesraan Modi dan Putin, bikin AS dan sekutunya meriang.
Kekhawatiran AS tentang hubungan India dengan Rusia disampaikan Juru bicara Deplu AS Matthew Miller dalam jumpa pers, Senin (8/7/2024).
“Kami telah menyampaikan dengan cukup jelas secara langsung kepada India kekhawatiran kami tentang hubungan mereka dengan Rusia. Kami berharap India dan negara lain mana pun, ketika mereka terlibat dengan Rusia, akan menjelaskan bahwa Rusia harus menghormati piagam PBB, kedaulatan dan integritas teritorial Ukraina,” kata Miller, dilansir Zeenews.
Sementara, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan, pelukan Modi dan Putin sangat mengecewakan dirinya. Sebab, bertepatan dengan pertemuan Modi dan Putin, diberitakan bahwa rudal Rusia menghantam Rumah Sakit Anak Okhmatdyt di Kiev, Ukraina. Sebanyak 27 orang tewas, termasuk tiga anak-anak. Sedangkan 16 lainnya terluka dalam serangan itu.
Baca juga : Buktikan Bukan Titipan Kang Emil
“Merupakan kekecewaan besar dan pukulan telak bagi upaya perdamaian ketika melihat pemimpin negara demokrasi terbesar di dunia memeluk penjahat paling berdarah di dunia pada hari seperti itu,” kata Zelensky dalam sebuah unggahan di X, Senin (8/7/2024).
India telah menjalin hubungan dekat dengan Moskow selama beberapa dekade. Tepatnya sejak era Soviet. New Delhi menolak mengutuk Rusia atas perang di Ukraina. India pun menyerukan diakhirinya konflik melalui dialog dan diplomasi.
Seorang pejabat tinggi India mengatakan, kunjungan PM Modi ke Moskow untuk memperbaiki ketidakseimbangan perdagangan India dengan Rusia.
Modi juga bertekad mengamankan pemulangan warga negara India yang disesatkan untuk gabung dalam perang Ukraina. Dua hal itu menjadi prioritas utama Modi di Moskow. LDU
Baca juga : Jokowi Maunya Birokrasi Lincah, Cepat & Taktis
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Rabu, 10 Juli 2024 dengan judul "Nggak Happy Lihat India-Rusia Makin Lengket Modi Dipeluk Putin, AS-Sekutu Meriang"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.