Sebelumnya
Ia menggambarkan bagaimana para pengunjuk rasa diserang kelompok pro-Pemerintah, Jumat (19/7/2024).
“Mereka (massa pro Pemerintah) membawa parang dan senjata, dan terlihat bus-bus yang membawa mayat setelahnya. Pasukan Pemerintah telah menyerang kami dengan kekerasan,” kisahnya dikutip AP, Sabtu (20/7/2024).
WNI Aman
Di tengah kekacauan di Bangladesh, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Dhaka memastikan Warga Negara Indonesia (WNI) di sana baik-baik saja.
“KBRI Dhaka telah menjalin kontak dengan para WNI di Bangladesh. Hingga saat ini kondisi mereka tetap aman dan selamat,” bunyi pernyataan KBRI Dhaka dalam keterangannya, Jumat (19/7/2024).
Baca juga : Pengacara Siap “Diadu” Dengan Penyidik KPK
KBRI Dhaka memantau dari dekat situasi keamanan di Bangladesh. Demonstrasi itu dikabarkan mempengaruhi akses transportasi umum.
“KBRI juga telah menyampaikan imbauan kepada komunitas WNI untuk tetap waspada, menghindari kerumunan massa, mematuhi arahan dari otoritas setempat dan segera menghubungi hotline KBRI Dhaka jika menghadapi situasi darurat,” sambung pernyataan KBRI Dhaka.
KBRI Dhaka mencatat, ada 563 WNI yang menetap di Bangladesh. Kementerian Luar Negeri dan KBRI Dhaka akan terus memonitor situasi dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi keselamatan WNI.
Pemerintah Bangladesh saat ini memberlakukan sistem kuota yang memberikan hingga 30 persen pekerjaan di lingkup Pemerintah kepada keluarga veteran perang 1971.
Baca juga : Jokowi Dan Prabowo Saling Komunikasi
Menurut para kritikus, sistem ini diskriminatif karena hanya menguntungkan anak-anak pro-Perdana Menteri Sheikh Hasina dan sebaliknya, merugikan anak-anak berprestasi.
Pada 2018, pemerintahan Hasina sempat menghentikan sistem kuota ini menyusul protes besar-besaran mahasiswa.
Namun bulan lalu, Pengadilan Tinggi Bangladesh membatalkan putusan tersebut dan memberlakukan kembali sistem kuota usai keluarga veteran 1971 mengajukan petisi.
Mahkamah Agung Bangladesh sejauh ini telah menangguhkan putusan pengadilan sambil menunggu sidang banding. MA menyatakan, pihaknya akan membahas masalah tersebut pada Minggu (21/7/2024). DAY
Baca juga : Basuki Dan Raja Juli Blusukan Malam-malam
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Senin, 22 Juli 2024 dengan judul "115 Orang Tewas, Bangladesh Mencekam, Kerusuhan Di Dhaka Bak Perang Saudara"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.