Dark/Light Mode

115 Orang Tewas, Bangladesh Mencekam

Kerusuhan Di Dhaka Bak Perang Saudara

Senin, 22 Juli 2024 06:20 WIB
Aksi protes mahasiwa terhadap kebijakan kuota PNS di Bangladesh. (Foto: Twitter/bengalielonmusk)
Aksi protes mahasiwa terhadap kebijakan kuota PNS di Bangladesh. (Foto: Twitter/bengalielonmusk)

 Sebelumnya 
Ia menggambarkan bagaimana para pengunjuk rasa diserang kelompok pro-Pemerintah, Jumat (19/7/2024).

“Mereka (massa pro Pemerintah) membawa parang dan senjata, dan terlihat bus-bus yang membawa mayat setelahnya. Pasukan Pemerintah telah menyerang kami dengan kekerasan,” kisahnya dikutip AP, Sabtu (20/7/2024).

WNI Aman

Di tengah kekacauan di Bangladesh, Kedutaan Besar Repub­lik Indonesia (KBRI) di Dhaka memastikan Warga Negara Indonesia (WNI) di sana baik-baik saja.

“KBRI Dhaka telah menjalin kontak dengan para WNI di Bangladesh. Hingga saat ini kondisi mereka tetap aman dan selamat,” bunyi pernyataan KBRI Dhaka dalam keterangan­nya, Jumat (19/7/2024).

Baca juga : Pengacara Siap “Diadu” Dengan Penyidik KPK

KBRI Dhaka memantau dari dekat situasi keamanan di Bangladesh. Demonstrasi itu dikabarkan mempengaruhi akses transportasi umum.

“KBRI juga telah menyam­paikan imbauan kepada komu­nitas WNI untuk tetap was­pada, menghindari kerumunan massa, mematuhi arahan dari otoritas setempat dan segera menghubungi hotline KBRI Dhaka jika menghadapi situasi darurat,” sambung pernyataan KBRI Dhaka.

KBRI Dhaka mencatat, ada 563 WNI yang menetap di Bangladesh. Kementerian Luar Negeri dan KBRI Dhaka akan terus memonitor situasi dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi keselamatan WNI.

Pemerintah Bangladesh saat ini memberlakukan sistem kuota yang memberikan hingga 30 persen pekerjaan di lingkup Pemerintah kepada keluarga veteran perang 1971.

Baca juga : Jokowi Dan Prabowo Saling Komunikasi

Menurut para kritikus, sistem ini diskriminatif karena hanya menguntungkan anak-anak pro-Perdana Menteri Sheikh Ha­sina dan sebaliknya, merugikan anak-anak berprestasi.

Pada 2018, pemerintahan Hasina sempat menghentikan sistem kuota ini menyusul protes besar-besaran mahasiswa.

Namun bulan lalu, Pengadi­lan Tinggi Bangladesh mem­batalkan putusan tersebut dan memberlakukan kembali sistem kuota usai keluarga veteran 1971 mengajukan petisi.

Mahkamah Agung Bangladesh sejauh ini telah menangguh­kan putusan pengadilan sambil menunggu sidang banding. MA menyatakan, pihaknya akan membahas masalah tersebut pada Minggu (21/7/2024). DAY

Baca juga : Basuki Dan Raja Juli Blusukan Malam-malam

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Senin, 22 Juli 2024 dengan judul "115 Orang Tewas, Bangladesh Mencekam, Kerusuhan Di Dhaka Bak Perang Saudara"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.