BREAKING NEWS
 

Pilpres AS Banyak Dramanya

Biden Mundur, Trump Semakin Besar Kepala

Reporter : BAMBANG TRISMAWAN
Editor : UJANG SUNDA
Selasa, 23 Juli 2024 08:57 WIB
Capres AS dari Partai Republik Donald Trump. (Foto: Angela Weiss/AFP)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gelaran Pilpres Amerika Serikat (AS) penuh dengan drama. Setelah Donald Trump ditembak saat kampanye, Joe Biden memilih mengundurkan diri. Trump yang pede bakal menang Pilpres, semakin "besar kepala" karena merasa akan menang mudah melawan Kamala Harris, Wapres AS yang digadang-gadang akan jadi Capres pengganti Biden.

Sebenarnya, isu Biden yang dijagokan Demokrat akan mundur dari pencapresan mulai menguat usai debat capres, bulan lalu. Karena faktor usia dan kesehatan, Biden dianggap tidak prima dalam debat melawan Trump yang diusung Republik. Berkali-kali, Biden yang merupakan Presiden AS itu, menepis rumor tersebut. Biden ngotot akan kembali nyapres.

Namun, pada Minggu (21/7/2024) siang waktu AS, Biden secara resmi menyatakan mundur dari kontestasi Pilpres 2024. Pengumuman itu, disampaikan saat Biden menjalani isolasi mandiri setelah terkena Covid-19 beberapa hari lalu. Keputusannya mundur disampaikan tidak melalui pidato, tapi lewat surat di secarik kertas yang fotonya diunggah di akun Twitter miliknya.

“Rekan-rekan Demokrat, saya telah memutuskan untuk tidak menerima pencalonan dan memfokuskan semua energi pada tugas saya sebagai Presiden, dalam sisa masa jabatan saya," tulis Biden, dalam surat tersebut.

Biden memamerkan pencapaian besarnya selama masa jabatan Presiden AS 3,5 tahun terakhir. Seperti ekonomi terkuat, investasi besar, menurunkan biaya pengobatan untuk lansia, dan memperluas akses layanan kesehatan terjangkau. Ia juga menyampaikan keberhasilannya dalam penyediaan perawatan bagi veteran, pengesahan undang-undang keamanan senjata, dan pengangkatan wanita Afrika-Amerika pertama ke Mahkamah Agung. Lalu, pengesahan undang-undang iklim paling signifikan dalam sejarah dunia.

Di akhir suratnya, Biden menyampaikan terima kasih kepada semua pendukung yang sudah bekerja keras, serta penghargaan khusus kepada Wakil Presiden AS Kamala Harris dan rakyat Amerika atas kepercayaan yang diberikan. Biden mengingatkan bahwa dengan bersama-sama, Amerika dapat mencapai apa pun.

Biden mengaku telah membuat keputusan terbaik pada tahun 2020, dengan memilih Kamala Harris sebagai Wakil Presiden. Ia pun memberikan dukungan kepada Kamala sebagai Capres dari Demokrat.

Baca juga : 20 BUMN Sumbang Dividen 85 T, Erick Bangga

“Hari ini, saya ingin menawarkan dukungan penuh dan dukungan saya untuk Kamala untuk menjadi calon partai kami tahun ini. Rekan-rekan Demokrat, sudah waktunya kita berkumpul dan mengalahkan Trump,” tandasnya.

Menanggapi keputusan tersebut, Kamala Harris mengucapkan terima kasih. Ia menilai, Biden adalah pemimpin yang luar biasa dan sudah mengabdi puluhan tahun untuk AS. 

"Saya merasa terhormat mendapat dukungan dari Presiden," tulis Harris, via akun Instagram pribadinya, @kamalaharris.

Ia pun bertekad untuk memenangkan pencapresan. Ia berjanji akan melakukan segala upaya untuk menyatukan Partai Demokrat dan seluruh bangsa AS untuk mengalahkan Trump. Ia pun mengajak pendukung untuk berpartisipasi dalam pemilu.

"Jika Anda bersama saya, berikan donasi Anda lewat link di bio Instagram saya," ajaknya.

Adsense

Anggota Komite Demokrat Albany County di negara bagian New York, Anton Konev, menyambut baik keputusan Biden mundur. Kata dia, Biden telah melakukan hal yang terbaik untuk Demokrat. "Keputusan ini memungkinkan Partai Demokrat untuk merestrukturisasi dan bersatu kembali," kata Konev.

Konev mengungkapkan, gaya kampanye Biden membuat Partai Demokrat terpecah. Makanya, sebagian menginginkan Biden mundur dari pencapresan sejak awal.

Baca juga : Sembako Mahal Lagi

"Sekarang, saatnya untuk bersatu kembali. Kita tahu bahwa kita tidak ingin mengalami empat tahun lagi dengan Presiden Donald Trump," katanya.

Lalu, siapa Capres dari Partai Demokrat? Konev bilang, masih harus menunggu hasil konvensi. Rencananya konvensi Nasional Demokrat akan diadakan pada 19 hingga 22 Agustus di Chicago.

Menurut dia, terlalu awal untuk mengomentari Capres dari Demokrat adalah Kamala Harris. "Kemungkinan besar adalah Wakil Presiden Kamala Harris, tetapi keputusan belum dibuat oleh partai," ucapnya.

Sementara, Trump tertawa senang melihat Biden mundur. Mantan Presiden AS ini semakin besar kepala. Melalui media sosial Truth Social miliknya, Trump menyebut Biden memang tidak pantas menjadi Capres.

"Joe Biden yang bungkuk tidak layak mencalonkan diri sebagai Presiden, dan tentu saja tidak layak untuk menjabat--dan tidak pernah!" tulis Trump, Minggu (21/7/2024).

Kata Trump, selama menjabat sebagai Presiden AS, Biden hanya memberikan berita-berita palsu. Selain itu, Trump juga menyinggung soal kesehatan Biden yang tampak menurun dalam beberapa waktu terakhir.

"Semua orang di sekitarnya, termasuk dokter dan media, tahu bahwa dia tidak mampu menjadi Presiden," ledeknya.

Baca juga : Pansus Haji, Imin Tak Bidik Gus Yaqut

Soal pencalonan Kamala Harris sebagai Capres Demokrat, Trump kembali melayangkan serangan. Kata dia, Harris adalah Wapres yang gagal selama mendampingi Biden. "Saya pikir, dia tidak lebih baik (dari Biden)," ujarnya, seperti dikutip CBS News.

Pria 78 tahun itu menganggap Harris lebih tidak kompeten dari Biden. "Hasil jajak pendapat menyebutkan, saya akan lebih baik melawan dia daripada Biden," ucapnya.

Pengamat politik Universitas Nasional (UNAS) Selamat Ginting menilai, keputusan Biden mundur sebagai langkah politik yang realistis. Menurut dia, posisi Biden semakin lemah untuk bisa bertarung ulang melawan Trump. "Keputusan tersebut dapat dipahami," kata Selamat, Senin (22/7/2024).

Ginting menjelaskan, Biden juga terus mendapat tekanan politik tanpa henti dari internal Partai Demokrat karena usianya yang uzur dan kondisi kesehatannya yang menurun. Selain itu, popularitas dan elektabilitas Trump justru semakin kuat setelah lolos dari percobaan pembunuhan saat kampanye. Hal ini menambah kekhawatiran bahwa Biden tidak akan mampu mengalahkan Trump dalam Pilpres mendatang.

Bahkan, lanjut dia, mantan Presiden Barack Obama dan Ketua DPR dari Partai Demokrat Mike Johnson, termasuk elite politik yang khawatir Biden akan kalah telak. "Keduanya menyarankan agar Biden tidak ikut berkontestasi," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense