Dark/Light Mode

Periksa Hasto, KPK Bantah Main Politik

Senin, 22 Juli 2024 08:00 WIB
Juru Bicara KPK, Tessa Mahardika. (Foto: ANTARA FOTO/Erlangga Bregas Prakoso/Spt)
Juru Bicara KPK, Tessa Mahardika. (Foto: ANTARA FOTO/Erlangga Bregas Prakoso/Spt)

RM.id  Rakyat Merdeka - KPK memastikan pemeriksaan terhadap Sekjen PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto sebagai saksi murni penegakan hukum. KPK membantah telah bermain politik karena periksa Hasto dalam dua kasus yang berbeda.

Pernyataan ini ditegaskan Juru Bicara KPK, Tessa Mahardika menanggapi tudingan adanya politisasi hukum di balik pemeriksaan Hasto. Kata dia, setiap orang yang dipanggil penyidik sebagai saksi dianggap punya informasi relevan dengan proses hukum yang sedang berjalan.

“KPK khususnya penyidik bekerja berdasarkan kerangka hukum,” tegas Tessa, di Jakarta, Minggu (21/7/2024).

Baca juga : Jangan Sembarangan Berikan Data Pribadi

Mantan Komisaris Polisi (Kompol) ini mengatakan, dalam pemeriksaan setiap saksi, penyidik berusaha mengkonfirmasi barang bukti. Termasuk mengklarifikasi keterangan saksi-saksi lainnya yang berkaitan dengan kejadian perkara itu sendiri.

Berdasarkan itu, Tessa menegaskan, penyidikan perkara di KPK bebas dari segala macam muatan politik. Sebab, pemanggilan dan pemeriksaan tersebut dipastikan tetap menjunjung tinggi asas hukum yang berkeadilan.

“Bukan berdasarkan suku apa, agama apa, ras apa, atau golongan politik apa,” tegasnya.

Baca juga : Airlangga Beberin Strategi Hadapi Tantangan Ekonomi

Sebelumnya, Juru Bicara PDIP, Aryo Seno Bagaskoro mencium aroma politik di balik pemanggilan Hasto oleh KPK. Dugaan itu muncul setelah rentetan kasus hukum yang diarahkan kepada Hasto. Rentetan pemeriksaan ini, kata dia, tidak bisa dipungkiri menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat yang sarat muatan politik.

Diketahui, Hasto pertama kali dipanggil Polda Metro Jaya terkait dugaan penyebaran berita bohong dan penghasutan. Berikutnya, Hasto diperiksa KPK untuk perkara Harun Masiku, dan terbaru dipanggil terkait korupsi proyek rel kereta api.

“Tentu menjadi sulit untuk menghindarkan persepsi di tengah publik tentang rentetan pemanggilan ini,” jelas Seno, semalam.

Baca juga : Program Asuransi Wajib Memberi Efek Positif

“Kalau kita lihat komen-komen netizen, persepsi itu sulit dihindarkan,” tambah Seno.

Namun, Seno berharap, penyidik KPK bekerja profesional dan berkeadilan, serta tidak menargetkan partai tertentu. Apalagi, saat ini Indonesia sedang memasuki musim politik, sehingga pemeriksaan kader banteng bisa mempengaruhi opini masyarakat.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.