RM.id Rakyat Merdeka - Dana kampanye kandidat kuat capres Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat Kamala Harris telah terkumpul 200 juta dolar AS (Rp 3,26 triliun) dalam tempo sepekan, sejak Presiden AS Joe Biden menyatakan mundur dari panggung pilpres dan mengumumkan dukungannya untuk Harris pada 21 Juli 2024. Sementara total relawan baru yang terdaftar, tembus 170 ribu orang.
“Dalam tempo sepekan sejak kami memulai, @KamalaHarris telah mengumpulkan 200 juta dolar dolar AS (Rp 3,26 triliun). Sebanyak 66 persen dari total dana yang terkumpul, berasal dari donor baru. Saat ini, 170 ribu sukarelawan baru telah terdaftar," ungkap wakil manajer kampanye Harris, Rob Flaherty, via platform media sosial X, Minggu (28/7/2024).
Berdasarkan jajak pendapat dalam seminggu terakhir, termasuk yang dilakukan oleh Reuters/Ipsos, menunjukkan, Kamala Harris dan Donald Trump pada dasarnya seimbang. Kedua capres dipastikan bertarung sengit di ajang kampanye yang tersisa 100 hari, sebelum coblosan 5 November 2024.
Dana Kampanye Trump
Bagaimana dengan dana kampanye Trump? Awal Juli 2024, tim kampanye Trump berhasil mengumpulkan 331 juta dolar AS (Rp 5,38 triliun) pada kuartal kedua, melampaui 264 juta dolar AS (Rp 4,29 triliun) yang berhasil dibukukan tim kampanye Biden dan sekutu Demokrat, di periode yang sama.
Akhir Juni 2024, tim kampanye Trump memiliki dana 284,9 juta dolar AS (Rp 4,64 triliun) dalam bentuk tunai. Saat itu, tim kampanye Partai Demokrat hanya membukukan 240 juta dolar AS (Rp 3,9 triliun) dalam bentuk tunai.
Baca juga : Trump: Harris Liberal Gila Harris: Trump Pembohong
Dana kampanye untuk Trump naik signifikan, ketika Presiden ke-45 AS itu dinyatakan bersalah atas 34 dakwaan dalam kasus uang tutup mulut sebesar 130 ribu dolar AS (Rp2,1 miliar) kepada bintang film dewasa Stormy Daniels.
Uang tutup mulut itu diberikan karena Trump tak ingin ceritanya dipublikasikan selama pemilihan presiden tahun 2016, dan memasukkannya sebagai pengeluaran bisnis.
Insiden telinga terserempet peluru saat kampanye di Butler, Pennsylvania pada 13 Juli 2024, juga diperkirakan akan memacu sumbangan kampanye.
Angin Segar Demokrat
Harris tak ubahnya seperti angin segar bagi Demokrat, yang sempat layu di tengah buruknya performa Joe Biden dalam acara Debat Capres di Atlanta.
Berbagai pertanyaan terkait usia dan kinerjanya saat kelak menjabat Presiden kembali, terus bermunculan.
Baca juga : Kamala Harris Umumkan Cawapres Sebelum 7 Agustus 2024, Buttigieg Dipertimbangkan
Harris yang telah mendapatkan dukungan dari mayoritas delegasi Konvensi Nasional Partai Demokrat, kemungkinan besar akan menjadi calon presiden dari partai tersebut.
"Wakil Presiden kami (Kamala Harris) adalah calon sementara. Kami akan mengadakan pemungutan suara resmi pada 1 Agustus," ujar Ketua Komite Nasional Partai Demokrat Jaime Harrison kepada MSNBC, Minggu (28/7/2024).
Pertarungan Sengit
Jajak pendapat menunjukkan, Trump telah membangun keunggulan atas Biden, termasuk di negara-negara bagian yang menjadi medan pertempuran, setelah Biden tampil sangat buruk di acara debat.
Jajak pendapat nasional New York Times/Siena College yang diterbitkan pada Kamis (26/7/2024) memperlihatkan, Harris telah mempersempit keunggulan Trump yang cukup besar.
Dalam polling Wall Street Journal pada Jumat (27/6/2024), Trump unggul dua poin persentase atas Harris.
Baca juga : Laba BRI Tembus Rp 29,90 Triliun Tumbuh Selektif Dan Prudent
Sementara survei Reuters/Ipsos yang diterbitkan pada Selasa (23/7/2024), menunjukkan keunggulan dua poin untuk Harris.
"Harris memiliki salah satu Minggu terbaik yang pernah kita lihat dalam dunia politik, selama 50 tahun terakhir. Ini akan menjadi persaingan yang sangat ketat," ujar Mitch Landrieu, salah satu ketua kampanye Harris.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.