Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Laba BRI Tembus Rp 29,90 Triliun Tumbuh Selektif Dan Prudent
Kamis, 25 Juli 2024 11:31 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI dan entitas perusahaan anak atau BRI Group sukses meraih kinerja positif dengan mencetak laba sebesar Rp 29,90 triliun atau tumbuh 0,95 persen di akhir triwulan II-2024, dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp 29,42 triliun.
Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan, kinerja BRI mengalami pertumbuhan yang selektif dan prudent. Turut ditopang dari pertumbuhan penyaluran kredit dan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang double digit.
“Penyaluran kredit BRI tercatat Rp 1.336,78 triliun atau tumbuh 11,20 persen year on year (yoy). Segmen UMKM masih mendominasi penyaluran kredit BRI, dengan porsi mencapai 81,96 persen dari total penyaluran kredit BRI, atau sekitar Rp 1.095,64 triliun,” sebut Sunarso dalam paparan kinerja triwulan II-2024 secara virtual, Kamis (25/7/2024).
Penyaluran kredit yang tumbuh double digit tersebut membuat aset BRI tercatat meningkat.
Baca juga : BCA Kantongi Laba Bersih Rp 26,9 Triliun Tumbuh 11,1 Persen Di Semester I-2024
Hingga akhir Juni 2024 tercatat aset BRI tumbuh 9,54 persen yoy menjadi sebesar Rp1.977,37 triliun.
Pertumbuhan kredit tersebut diikuti dengan penyaluran kredit yang selektif dan prudent sehingga Perseroan mampu menjaga kualitas kredit yang disalurkan.
Rasio Loan at Risk (LAR) tercatat membaik atau turun, dari semula 14,94 persen pada akhir triwulan II-2023 menjadi 12,00 persen pada akhir triwulan II-2024.
Sementara itu, rasio kredit bermasalah (NPL) terjaga di kisaran 3,05 persen dengan rasio NPL coverage berada pada level yang memadai sebesar 211,60 persen.
Baca juga : Realisasi KUR Bank Mandiri Tembus Rp 19,33 Triliun Per Juni 2024
“NPL UMKM naik iya. Maka, strateginya jangan memaksakan diri untuk tumbuh disitu. Kami lebih selektif dengan risk acceptance yang ada, dipilih mana sektor yang masih bisa lanjut dan tidak bermasalah,” katanya.
Selanjutnya, BRI tetap melakukan restrukturisasi dengan tanpa atau adanya aturan atau ketentuan dari OJK. Jika ada peraturan perpanjangan restrukturisasi akan dilakukan sesuai ketentuan.
“Namun jika itu tidak diperpanjang, kami mengikuti kententuan umum yang dilakukan oleh bank. Kalau tidak bisa diretsrukturisasi juga, kami lakukan write off. Disitu pencadangan kuat bicara. Saat ini pencadangan BRI sudah dua kali lipat dari NPL, jadi cukup untuk melakukan write off,” jelasnya.
Terakhir, kalau sudah di-write off tetapi dilakukan penagihan untuk meningkatkan recovery kredit nasabah yang dihapus buku tersebut.
Baca juga : Satgas BLBI Serahkan Aset 2,7 Triliun Kepada Negara
Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI tercatat tumbuh 11,61 persen yoy menjadi sebesar Rp 1.389,66 triliun. Dana Giro dan Tabungan (CASA) tumbuh 7,66 persen yoy menjadi Rp 877,90 triliun.
Dana murah masih mendominasi struktur DPK BRI, di mana porsi CASA mencapai 63,17 persen dari total DPK BRI.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya