BREAKING NEWS
 

Korea-Indonesia MTCRC Gelar Pelatihan Penggunaan Alat Penelitian Kelautan

Reporter & Editor :
MELLANI EKA MAHAYANA
Senin, 29 Juli 2024 19:28 WIB
Para mahasiswa penerima pelatihan program ODA KIOTEC mendapat pelatihan lapangan, di Cirebon, 15 Juli hingga 25 Juli 2024. (Foto MTCRC)

RM.id  Rakyat Merdeka - Proyek bantuan pembangunan Official Development Assistance (ODA) berjudul “Establishment of the Integrated Ocean Fisheries Technology Training Center and Enhancing Capacity Building in Indonesia (ODA KIOTEC)” tengah dilaksanakan.

Proyek ini diinisiasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) bersama dengan Korea-Indonesia Marine Technology Cooperation Research Center (MTCRC). Program tersebut sejalan dengan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, Indonesia Emas 2045, dan Pilar Poros Maritim.

Pendanaannya diberikan Pemerintah Korea yaitu Ministry of Oceans and Fisheries (MOF) Korea yang dalam pelaksanaannya didukung Korea Institute of Ocean Science and Technology (KIOST) sebagai badan pelaksana ODA KIOTEC.

Proyek ini juga didukung  Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPPSDMKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Korea-Indonesia MTCRC sebagai badan pelaksana resmi untuk kedua negara. MTCRC merupakan lembaga riset internasional Korea dan Indonesia.

Baca juga : Gotion Indonesia-ICBC Hadirkan Solusi Pembiayaan Baterai Kendaraan Listrik

Dengan komitmen tersebut, Korea-Indonesia MTCRC sebagai pusat penelitian menyelenggarakan rangkaian kegiatan pelatihan alat penelitian kelautan. Rangkaian pelatihan intensif ini terbagi dalam dua kelompok dengan total 8 hari pelatihan, yaitu tanggal 15-18 Juli dan 22-25 Juli 2024.

Kegiatan ini diselenggarakan di MTCRC Cirebon Center dan perairan Cirebon diikuti oleh 40 peserta penerima beasiswa pascasarjana ODA KIOTEC tahun ajaran 2023 dan 2024 dari berbagai universitas di Indonesia yang telah menjalin kerja sama, antara lain ITB, IPB, UNDIP, UGM, UNHAS, dan UNPATTI.

Adsense

Pelatihan dibuka dengan sambutan Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenko Marves M Firman Hidayat. Deputi Firman menyoroti pentingnya penanganan sumber daya maritim bagi ekonomi Indonesia dan peran vital tenaga ahli profesional dalam survei, manajemen, dan pemantauan untuk keberlanjutan sumber daya kelautan.

“Marine Equipment Training menyajikan pengetahuan secara komprehensif, teknik pengolahan data, dan pengalaman langsung menggunakan peralatan survei penelitian kelautan bagi penerima beasiswa," terang Firman.

Baca juga : Permanen Di Atas, Mencair Di Bawah

Sedangkan Direktur Korea-Indonesia MTCRC Park Hansan menerangkan, Proyek ODA bertujuan meningkatkan keterampilan dan pengetahuan para penerima beasiswa terkait peralatan survei kelautan dan pemrosesan data.

Irwan Meilano selaku Dekan Fakultas ilmu dan Teknologi Kebumian ITB, turut hadir dan memberikan sambutan secara langsung. Irwan menyampaikan,  pada kegiatan para peserta akan belajar dengan para ahli dalam menggunakan peralatan survei. Selain itu, kegiatan ini menjadi waktu yang tepat untuk membangun relasi di antara para peserta.

Pelatihan mencakup topik praktis peralatan kelautan seperti Multi Beam Eco Sounder (MBES), Sub-Bottom Profiler (SBP), Acoustic Doppler Current Profiler (ADCP) dan Conductivity, Temperature, and Depth (CTD).

Para peserta mengikuti sesi kelas materi dan praktek di lapangan yang didampingi para ahli. Chungkyun Jeon, Kepala Departemen Training & Survey, berharap para peserta akan dapat mengembangkan keterampilan praktis yang berharga untuk karier masa depan.

Baca juga : Lagi, Persita Ikat Pemain Asal Brasil

Korea-Indonesia MTCRC merupakan pusat penelitian bersama di bidang Ilmu dan Teknologi Kelautan antara Korea dengan perwakilan resmi KIOST atas nama MOF dan Indonesia yang diwakili Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Kemenko Marves.

MTCRC memiliki fungsi utama antara lain sebagai platform kerja sama, penelitian bersama, dan peningkatan kapasitas untuk memperkuat dan mempromosikan kerja sama praktis dalam ilmu dan teknologi kelautan antara kedua negara. Dalam proyek ini, MTCRC bersama dengan KIOST bertindak sebagai Badan Pelaksana proyek khususnya dalam implementasi kegiatan yang melibatkan pemangku kepentingan utama di Indonesia. Yaitu Kemenko Marves, BPPSDMKP, BRIN, Universitas seperti ITB, IPB, UNDIP, UGM, UNUD, UNHAS dan UNPATTI.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense