RM.id Rakyat Merdeka - Amerika Serikat (AS) dan Rusia, Kamis (1/8) melakukan pertukaran tahanan bersejarah antara Timur-Barat terbesar sejak berakhirnya Perang Dingin.
Mengutip Reuters, delapan tahanan Rusia telah dibebaskan dari penjara di AS, Norwegia, Jerman, Polandia, dan Slovenia. Mereka kembali ke Rusia.
Ada Vadim Krasikov yang dihukum pengadilan Jerman karena membunuh mantan militan Chechnya di sebuah taman Berlin, dan dua orang yang dihukum karena kejahatan dunia maya di Amerika Serikat, Vladislav Klyushin dan Roman Seleznyov.
Selain itu, sebuah keluarga Rusia, keluarga Dultsev, termasuk dua anak mereka, yang oleh pengadilan di Slovenia dihukum karena berpura-pura menjadi warga Argentina untuk memata-matai negara anggota Uni Eropa dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).
Pasangan itu diduga sebagai imigran gelap, agen yang menyamar sebagai orang asing, yang menghabiskan waktu bertahun-tahun tinggal di luar negeri dengan identitas samaran.
Sebagai balasannya adalah pembebasan dua jurnalis AS, Evan Gershkovich dan Alsu Kurmasheva, serta mantan Marinir AS Paul Whelan, dan warga tetap AS, Vladimir Kara-Murza.
Baca juga : Kasus Korupsi Dana Hibah Pokmas Jatim, 21 Orang Dicegah
Dilansir BBC, Pemerintah AS mengatakan, 24 orang telah dibebaskan. Dari jumlah tersebut, Gedung Putih menyatakan, 16 tahanan sedang dalam perjalanan kembali ke Eropa dan AS.
Pertukaran itu terjadi di landasan pacu bandara Ankara pada Kamis (1/8/2024).
“Pertukaran hari ini bersejarah. Sejak Perang Dingin, belum pernah terjadi pertukaran individu dengan dengan jumlah yang sama,” kata Penasihat Keamanan Nasional AS, Jake Sullivan.
“Ini puncak dari serangkaian negosiasi yang rumit dan melelahkan selama berbulan-bulan,” imbuhnya.
Sullivan mengatakan, kesepakatan itu juga menandai pertama kalinya begitu banyak negara dan sekutu bekerja sama untuk menjamin pembebasan orang-orang yang ditahan secara tidak sah.
Bersama pihak Amerika, kesepakatan tersebut mengamankan pembebasan warga negara Jerman dan tahanan politik Rusia, termasuk Dieter Voronin, Kevin Lick, Rico Krieger, Patrick Schoebel, Herman Moyzhes, Ilya Yashin, Liliya Chanysheva, Kseniya Fadeyeva, Vadim Ostanin, Andrey Pivovarov, Oleg Orlov, dan Sasha Skochilenko.
Baca juga : Full Senyum, Jokowi Bagikan Suasana Kantor Dan Kamar Tidur Di Istana IKN
“Beberapa dari wanita dan pria ini telah ditahan secara tidak adil selama bertahun-tahun. Semuanya telah mengalami penderitaan dan ketidakpastian yang tak terbayangkan. Hari ini, penderitaan mereka telah berakhir,” kata Presiden AS Joe Biden dalam sebuah pernyataan.
“Kesepakatan yang menjamin kebebasan mereka adalah prestasi diplomasi,” tambah Biden.
Warga Amerika yang paling lama ditahan adalah Paul Whelan, mantan Marinir AS, yang ditangkap di Moskow pada 2018. Pada 2020, ia dijatuhi hukuman 16 tahun penjara atas tuduhan mata-mata yang disangkal olehnya dan Pemerintah AS.
Reporter Wall Street Journal Gershkovich dan wartawan Radio Free Europe/Radio Liberty Kurmasheva ditahan pada pada 2023 dan dihukum dalam persidangan tertutup yang terpisah pada 19 Juli lalu, yang secara luas dikecam sebagai penipuan.
Kara-Murza, aktivis dan kolumnis harian Washington Post yang ditahan sejak April 2022, juga dibebaskan. Politisi dan sejarawan ini memenangkan penghargaan Pulitzer atas surat-suratnya yang ditulis dari penjara.
Di pihak Rusia, Krasikov, warga Rusia yang menjalani hukuman penjara seumur hidup di Jerman. Krasikov dinyatakan bersalah atas pembunuhan seorang pembangkang Chechen di Berlin pada 2019. Ia sebelumnya mencalonkan diri untuk ditukar dengan pemimpin oposisi Alexei Navalny, yang meninggal pada Februari 2024.
Baca juga : Gelar Pertemuan Tahunan, ATUC Bahas Masalah Ketenagakerjaan Dan Buruh Migran
Presiden Rusia Vladimir Putin menyambut 8 warga negara Rusia itu di Bandara Moskow, Rusia. Putin memeluk atau menjabat tangan mereka. Ia juga memberikan karangan bunga saat mereka turun dari pesawat menuju karpet merah yang diapit pengawal kehormatan Kremlin.
Orang pertama yang turun, mengenakan topi bisbol dan atasan baju olahraga, adalah Krasikov yang dipeluk Putin.
Di dalam gedung bandara, Putin yang tampak senang, menyampaikan ucapan sambutan kepada mereka. Menurutnya, mereka akan mendapat penghargaan atas kesetiaan dan jasanya bagi negara.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.